
Semua teman-teman di kelas, mengetahui ulah Zayn, ia di permalukan dikelas. Namun tidak ada murid yang berani memaki Zayn. mereka terdiam, karena mereka juga tidak suka dengan Reno
Hari demi hari kian berlalu, seminggu telah dilewati dan tentang kejadian waktu itu, Zayn mendapat "ganjaran" akibat perbuatannya sendiri. Diandra turut senang mendengarnya, akhirnya Zayn bisa dihukum secara tegas, Reno pun lega.
....
Tepat pada hari Senin, 1 minggu lagi mereka akan menjalani ujian sekolah. Pada hari itu juga, Pak Wandy memberi pernyataan mengejutkan. Selesai menamatkan SMP nanti, Pak Wandy diharuskan untuk mengurus sebuah proyek pekerjaan di Australia, dan secara berat hati, Diandra harus ikut bersama ayah dan ibunya ke Australia.
"Dian.. Ada yang mau papa bicarakan" Ujar Pak Wandy, saat itu mereka sedang berkumpul dimeja makan, menyantap makan malam bersama.
"Boleh, mau ngomong apa pah?" Sambung Diandra sambil mengunyah makanannya.
"Jadi gini nak, rencananya pas kamu nanti udah lulus, papa sama mama mau pindah ke Australia, ada urusan pekerjaan. Kamu ikut ya?". Tanya Bu Laura pada anak gadisnya.
Diandra terkejut, sebenarnya ia ingin melanjutkan pendidikannya hanya di Indonesia saja.
"Loh? Kok baru kasih tau ke Dian sekarang mah?"
"Maaf ya kalau kita gak kasih tau ke Dian dari jauh-jauh hari, tapi papa sudah persiapkan pendidikan yang baik di sana buat kamu, dan papa sudah siapkan apartemen mewah, buat kita tinggal di sana". Jawab pak Wandy dengan lembut. Beliau takut Diandra akan membantah dan menolak.
Diandra tidak melontarkan sepatah kata pun. Ia hanya bungkam terdiam dan mengikuti kehendak ayah ibunya. Hanya ada 1 di fikirnya, dengan ia pindah ke Australia sudah pasti akan berpisah dengan Reno. Maka dengan begitu, Diandra memberitahu Reno secepatnya.
...
Reno merasa lega karena akhirnya hari ini, tidak ada lagi yang mengganggunya. Zayn dan kawan kawannya tidak bersekolah, menjalani hukuman skorsing selama 3 hari kedepan. Dan langsung mengikuti ujian nasional.
Tapi belum sampai saat itu juga, Reno harus menerima kenyataan bahwa sebentar lagi ia akan berpisah dengan Diandra.
"Ren. Gue mau ngomong sesuatu" ungkap Diandra, sorot matanya serius melihat ke arah Reno yang duduk disebelahnya.
"Iya kenapa?" Tanya Reno penasaran.
__ADS_1
Diandra menarik nafasnya dalam-dalam, dan mencoba mengatakan dengan perlahan.
"Jangan kaget ya tapi."
Reno hanya menganggukkan kepalanya pada Diandra.
"Jadi gini, setelah gue lulus, orangtua gue harus pindah ke Australia, ada urusan pekerjaan. Dan gue juga harus ikut. Kemungkinan kita bakal pisah setelah lulus, Ren." Katanya dengan penuh sesal. Sebenarnya ia tidak mau pindah ke Australia dan berpisah dengan Reno, tetapi apa boleh buat, keinginan orangtuanya tidak bisa dikekang.
Reno sangat terkejut sekaligus sedih mendengar hal itu. Dengan, Diandra pindah ke Australia, Reno tidak mempunyai teman di sekolah.
"Yaudah gapapa kok, lo nurutin kemauan orang tua lo. Gue ikhlas. Pinter-pinter ya disana. Gue selalu nunggu lo disini, eh ya kita masih bisa chat kok, lewat handphone". Pinta Reno, ia sebenarnya sangat sedih. Bagaimana tidak? Sahabat yang menemaninya dari kecil hingga sekarang harus pergi jauh dan tak akan bertemu lagi.
Diandra menatap Reno dengan mata yang berkaca-kaca. Tak disangka, sahabatnya mendukung ia untuk melanjutkan pendidikan di Australia. Ia pikir Reno tidak akan setuju.
"Makasih ya. Gue janji akan balik lagi ke Indonesia setelah lulus SMA". Kata Diandra, menatap Reno yang duduk disebelahnya.
Kini, Reno tahu kebersamaannya dengan Diandra tidak akan lama lagi, karena itu mereka sering menghabiskan waktu bersama sekarang ini.
Setelah pulang sekolah, mereka pergi ke suatu taman. Taman itu sudah menjadi tempat favorit mereka semenjak kecil. Di taman itu ada air mancur pengabul harapan dan sebuah kotak surat.
Diandra mengeratkan jemarinya pada Reno
"Gue janji, 4 tahun dari sekarang akan ke taman ini". Sambungnya.
Ditaman itu, mereka menulis pada secarik kertas. Isi kertas itu adalah tentang pengharapan mereka.
"Sekarang masing-masing dari kita tulis harapan dan semua ungkapan isi hati kita ya". Pinta Diandra kepada Reno.
Mereka mengeluarkan 2 lembar kertas kosomg, baik Diandra maupun Reno, mereka menulis pengharapan masing masing dikertas itu.
__ADS_1
...
Diandra :
Harapan Dian, Dian pengen dalam 4 tahun ke depan, Dian bisa balik lagi ke Indonesia, ke taman ini, menemui Reno disini, bersahabat lagi dan 1 hal yang Dian pengen adalah Dian ingin bawa seseorang yang Dian cintai ke taman ini suatu saat, Amin..
...
Begitulah isi pengharapan Diandra. Singkat memang, berbeda dengan harapan Reno yang ditulis sangat panjang. Diandra pun melirik sahabatnya itu yang sedang menulis.
"panjang banget tuh". Cetus Diandra ingin mengintip sedikit isi harapan Reno.
Namun belum sempat Diandra melihat, Reno menutupi isi suratnya itu.
"Ini kan rahasia". Balas Reno seraya menjauhkan isi kertas itu dari hadapan Diandra. Lalu Reno kembali melanjutkan untuk menulis.
...
Reno :
Harapan Reno, 4 tahun lagi, bisa bertemu Dian disini. Reno ingin menjadi orang yang gak dibully lagi dan gak dihina lagi. Reno ingin Dian tahu, kalau selama ini Reno suka sama Dian. Cuma Dian yang ada di hati Reno. Tapi, apalah daya. Reno ga mau menghancurkan persahabatan ini hanya karena sebuah ego dan perasaan. Lebih baik Reno memendam perasaan, mungkin Reno akan mengungkapnya kalau waktunya sudah memungkinkan. Melihat Dian bahagia saja itu sudah menjadi kebahagiaan juga untuk Reno. Walaupun memang nantinya gak bisa memiliki Dian pun tidak apa-apa. Cinta tidak harus memiliki kan? Reno cinta Dian. Makasih buat semua ini, Reno harap semua harapan bisa terkabul supaya Reno bisa selalu sama-sama dengan Dian terus, Amin.
...
Lalu kertas yang sudah mereka tuliskan, dilipat. Dimasukkan kedalam kotak surat, Sebelah kiri adalah kotak surat Diandra sedangkan kanan adalah kotak surat punya Reno. Taman itu tak banyak orang yg tahu, bahkan hanya Reno dan Diandra yang mengetahui. Mereka sengaja memilih tempat yang tersembunyi, agar surat harapannya tidak mudah ditemukan dan dibaca oleh orang lain.
Setelah itu Reno dan Diandra membuat perjanjian kembali.
"Kertas harapan ini, gak boleh ada yang buka. Oke?". Kata Diandra membuat perjanjian.
__ADS_1
"Ya gue harap kita bisa berteman sampai tua, bahkan sampai keriput nanti haha, Harapannya semoga kita bersahabat sampai maut memisahkan. Janji?" Sambungnya bersemangat kepada Reno.
Reno terdiam seketika. Ia terdiam karena mendengar ucapan Diandra barusan, berjanji bahwa mereka akan bersahabat, selamanya. Ya "bersahabat" , bukan lebih dari sahabat. Reno merenungkan kata kata itu dan mulai melamun.