
Malam itu berlalu, hingga keesokan paginya..
"Lo bawa buku yang waktu itu pinjem ke perpustakaan ga?". Tanya Reno, ia sudah penasaran dengan buku cerita yang dipinjam Diandra.
Gadis itu segera mengeluarkan sebuah buku. Yap, "my journey of life". Buku yang dipinjamnya, ia serahkan pada Reno.
Reno pun mengambil buku itu dari genggaman tangan Diandra.
"Hehe makasih, gue penasaran banget sama buku ini. By the way, buku gue, lo juga baca ya!." imbuh Reno padanya.
Diandra menerima buku berjudul "bestfriend for love" itu.
"gue bakal balikin buku ini, setelah selesai ujian nasional nanti deh." tutur Diandra menatap ke arah Reno disebelahnya.
Saat itu sedang jam pelajaran istirahat, sehingga mereka dengan santainya mengobrol dan membahas soal buku.
"Oh ya, sebentar lagi kita ujian. Gue juga balikin ke perpustakaan, bareng lo juga deh hehe". Sambung Reno tersenyum.
Diandra hanya menatap sahabatnya dan membalas senyumannya. Setiap siswa yang melihat mereka itu bukan seperti berteman, tapi terlihat seperti pacar. Bisa dikatakan lebih tepatnya, TTM (teman tapi mesra).
"Gue mau fokus ujian Ren, dan gue mau diwaktu yang singkat ini, bisa selalu sama lo terus sebelum gue berangkat ke Australia." Ungkap Diandra dengan suara kecilnya. Ia tidak mau sampai murid lain tahu, bahwa ia akan pindah ke sekolah ternama di Australia. Terutama ia tidak ingin terdengar oleh Richard dan Thomas. Teman-teman Zayn itu akan mengadu pada Zayn bila tahu Diandra akan pergi ke Australia.
"Untuk itu, gue mau dari sekarang kita belajar bareng. Minggu depan, gue ajarin lo perlahan supaya lo bisa materinya". Sambung Diandra. Ini adalah keinginan terbesar Diandra sebelum ia pergi ke Australia. Fokus mencapai nilai memuaskan di ujian nasional sekaligus menghabiskan waktu bersama sahabatnya itu.
Reno mengangguk setuju, baginya sudah jelas tidak ada alasan untuk menolak. Ia sangat menerima. Lagipula ia juga senang bisa dekat dengan Diandra meski tahu pada akhirnya mereka akan berpisah. Entah bagaimana nasib nya kedepan setelah SMA, tanpa sosok Diandra. Reno tak ingin membayangkan itu, yang terpenting ia menjalani dan menikmati setiap momen bersama Diandra. Rasanya tak ingin waktu cepat berlalu dan ingin berhenti saat itu juga ketika bersama Diandra. Inilah perasaan Reno sesungguhnya, yang tengah dirasakannya, ia gundah. Namun takdir tak bisa dilawan, ia harus bisa menerima kenyataan, bahwa Diandra akan pergi ke Australia. Tetapi hatinya tetap tertuju pada 1 keyakinan bahwa ia akan setia menunggu Diandra 4 tahun lagi.
Hari semakin berlaju, Reno melalui hari harinya bersama Diandra. Semenjak itu, ia sering pergi ke rumah Diandra untuk belajar persiapan ujian nasional. Gadis itu mengajari nya dengan senang hati dan sabar, hingga ia mengerti.
Hari H ujian nasional itu pun tiba. Baik Reno maupun Diandra, mereka mengerjakan soal dengan teliti, tanpa menyontek. Berkat Diandra, Reno bisa mengerjakan semua itu.
__ADS_1
Reno POV
"Terima kasih Dian, buat semuanya. You're the best girl for me.. Biarpun lo bakal pergi nantinya, hati gue tetep buat lo. I love you. Always you, cewek sederhana yang bikin gue selalu senyum senyum sendiri, itu lah lo, Dian".
Lirih dalam hatinya sambil menatap gadis yang serius mengerjakan soal ujian. Tampak dari tatapan itu. Sorot mata yang ambisius demi mendapat nilai ujian yang tinggi, membuat wanita itu menarik dengan wajah fokusnya. Tatapan cinta dari sosok pria sederhana untuk sahabat perempuannya, memang tak bisa berbohong.
...
Setelah selesainya ujian nasional, anak-anak senang seperti semangat 45, merasa puas karena telah menempuh ujian. Perjuangan yang luar biasa telah dikerahkan, baik dari murid dan juga guru-guru.
Hingga hari graduation telah tiba. Pengumuman kelulusan akan diumumkan. Dan semua murid lulus 100%. Mendengar itu Diandra sangat senang, ia berpelukan dengan Pak Wandy dan Bu Laura. Sedangkan Reno berpelukan dengan Bu Sumi.
"Dan ranking 2 kita berikan kepada... Zayn Alexander!" Ujar salah satu guru yang membacakan kelulusan.
Zayn pun maju kedepan podium dan berjabat tangan dengan para guru. Namun para guru tampak memandanginya dengan tatapan tajam dan sinis, seperti tidak suka.
"Kamu seharusnya ranking 1, tapi karena ulahmu, nilaimu menurun jadi ranking 2" kata Bu Melly, sambil memakaikan kalung wisuda kelulusan ke leher Zayn.
"Dan ranking 1 untuk kelas 9 angkatan tahun 2013/2014 diberikan atas nama...
"Diandra Putri".
Diandra tampak tersentuh dan matanya berkaca kaca. Kedua orang tuanya memandang gadis itu dengan bangga, di selingi rasa senang dan bahagia, Diandra bangkit dari kursinya, tak lupa Bu Laura menemani disebelah. Mereka segera pergi ke podium untuk menerima kalung wisuda dan juga piagam penghargaan.
Reno tampak sangat bangga melihat pencapaian sahabatnya.
"Dian, hebat ya bisa ranking 1". Tutur Bu Sumi memandangi Diandra yang sedang berdiri di podium.
Reno menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Iya bu, dia hebat".
*lo beruntung, gadis yang paling beruntung. Cantik, pintar, keluarga lengkap. Ga heran semua cowok suka sama lo. Apalah daya gue, yang cupu begini bisa naksir sama cewek sehebat lo. Lo berhak dapetin semua ini. Gue bangga sama lo, Dian. *
Satu ruangan itu, terdengar suara tepuk tangan yang meriuh. Tanda kebahagiaan dan kesyukuran, SMP Harapan Bangsa angkatan 2013/2014 akhirnya bisa lulus 100%. Semua murid memandangi Diandra yang sedang berdiri. Auranya terpancar saat gadis itu mengenakan kebaya berwarna pink muda, rambut terurai panjang keriting sambil memegangi piala.
Selesai acara wisuda kelulusan itu, Diandra dan kedua orang tuanya menghampiri Reno beserta Bu Sumi.
"Selamat ya, lo hebat!" Ucap Diandra mengulurkan jabat tangan kepada Reno.
"Selamat Reno, selamat ya bu atas kelulusannya". Tambah Pak Wandy dan Bu Laura.
"Makasih, selamat juga buat lo. Hebat, bisa ranking 1, gue salut". Ujar Reno seraya meraih salam tangan dari Diandra.
...
Diandra hanya memberikan senyumnya kepada Reno dan juga Bu Sumi. Begitupun kedua orang tua Diandra. Mereka saling terlihat bahagia.
....
Tak lama kemudian, Zayn menghampiri Diandra dan Reno, memberikan ucapan selamat.
"Selamat ya, Ren dan lo juga Dian, atas kelulusan kalian hehe". Kata Zayn dengan antusias dan tulus.
Wajah Diandra masih tidak menghiraukan perkataan pria itu. Ia masih membenci Zayn semenjak mengingat apa saja tingkah lakunya selama di angkatan ini.
"Ya ya ya makasih, selamat juga". Jawab Diandra singkat dan malas.
Berbeda dengan Reno, ia tampak senang dan membalas perkataan Zayn. Remaja itu memanglah polos.
__ADS_1
"Makasih, selamat juga ya hehe".