
...
"Ayooo kak! Sedikit lagi dapet itu".
Seru Diandra menyemangati Rio yang tengah berusaha mencapit boneka dari mesin permainan.
Dan sebuah boneka kelinci yang berwarna pink berhasil didapatkan. Pria itu memberikannya kepada Diandra dan ia berterimakasih.
"Balap motor yuk, pengen tahu nih anak motor jago gak kalau disuruh main haha".
Ajaknya kepada Rio untuk bermain motor-motoran.
Mereka berdua bermain motor-motoran. Dan setelah itu permainan lainnya, hingga waktu berlalu cepat. Sekitar pukul 22.00.
Diandra yang sudah tampak riang gembira, lupa mengabari kedua orang tua. Baterai ponselnya juga lowbat sehingga telepon dari orang tuanya tidak diangkat.
...
*Nomor yg anda tuju tdk dpt dihubungi, cobalah sesaat lagi*
"Kemana sih anak itu? Udah malem kok belom juga pulang".
Keluh Bu Laura, mendesahkan nafasnya dengan raut wajah kesal.
"Sabar mah, paling bentar lagi juga pulang".
Jawab pak Wandy santai dan menenangkan istrinya supaya emosi tidak meledak-ledak.
"Ya tapi kan pah, mama udah bilang jangan larut malam pulangnya, ini juga gak ada kabar. Jadi khawatir mama. Nyesel izinin dia ketemuan sama cowok itu, kalau Dian di apa-apain gimana pah?". Ungkap beliau menatap suaminya.
"Jangan negative thinking dulu, belum tentu bener mah".
Ujar pak Wandy mengelus pundak Bu Laura.
...
Pria berkaki jenjang melihat ke arah smartwatch dipergelangan tangan kanannya dan terkejut. Seketika ia membelalakkan mata.
"Dian, ini udah jam 10 lewat. Kamu ngga dicariin kedua orang tuamu?".
Tanya Rio panik, tetapi berusaha untuk tenang.
"Oh iya, astagaaa aku lupa! sebentar ya".
Diandra mengambil ponselnya dari dalam tas dengan tergesa gesa, dan ternyata baterai lowbat.
Tanpa berbasa-basi, Rio menyodorkan ponselnya ke hadapan gadis itu.
"Nih, pake hp kakak saja".
Diandra segera mengambil ponsel itu dan menekan nomor telefon Bu Laura.
....
*Incoming call
+62 xxx xxx (nomor tidak diketahui).
"Nomor siapa ini?".
__ADS_1
Ungkap Bu Laura dengan nada tinggi menatap layar ponsel yang di hubungi oleh nomor tidak dikenal, yang tak lain itu adalah nomor ponsel Rio.
"Coba aja angkat ma".
Sambung Pak Wandy.
Beliau menggeser tombol hijau dan menerima panggilan.
"Halo ini siapa ya?".
"Mah, ini Dian udah mau pulang kok".
Jawab Diandra terburu-buru mengatakan bahwa ia akan segera pulang ke rumah.
"Iya, mama panik tadi kamu ngga ada kabar, kirain kamu di apa-apain".
Rio hanya bisa melihat dengan ketakutan. Penyesalan tampak pada dirinya karena sudah memulangkan anak gadis larut malam hingga kedua orang tuanya panik dan mencari.
"Haduh. Rio, Rio... Bisa-bisanya pulangin anak orang malem-malem. Hadeh.. kena marah nggak ya gue sama ortunya, ****** deh".
Imbuhnya dalam hati.
"Iya mah, bye".
Jawab Diandra sambil menutup panggilan telepon.
"Ini kak makasih hp nya".
Pungkas gadis itu mengembalikan ponsel milik Rio.
"Eh tunggu-tunggu, aku pinjem lagi. Mau pesen gojek, aku mau pulang".
Sambung Diandra plin-plan.
Diandra menggelengkan kepalanya, ia tak ingin merepotkan lelaki itu.
"Nggak kak, kontrakan kak Rio sama rumahku jauh. Aku pesen gojek, mana hp nya?".
Tanya nya sambil mengulurkan tangan supaya Rio menyerahkan hp.
Namun Rio menolak dan bersikeras tidak memberikan hp miliknya.
"Nggak! Pokoknya kamu, aku anter. Gapapa jauh, asal kamu pulang dengan aman. Daerah sini tuh kadang gak aman. Daripada kamu kenapa-kenapa, kakak anter kamu. Sejauh apapun rumah kamu, kakak akan antar".
Kali ini, Diandra tidak bisa menolak tawaran Rio yang tetap bersikukuh ingin mengantar pulang. Disisi lain, Rio juga ingin menebus kesalahan dengan mengantar Diandra akibat mengajaknya pulang hingga larut malam.
...
Mereka pulang dengan keadaan terburu-buru dan terdesak. Diandra diantar dengan menaiki motor hitam Yamaha xxx milik Rio yang bermodel klasik dan ala vintage. Tanpa berkata-kata, Rio melajukan kecepatan motornya dengan kecepatan tinggi. Bahkan menyalip cepat beberapa kendaraan didepan jalan.
Jantung Diandra berdegup kencang. Ia sangat takut karena motor nya melaju cepat. Ditambah berboncengan dengan Rio. Membuat gadis itu tak dapat mengontrol diri dan hanya bisa pasrah dalam hati.
Yap, Rio memang sudah biasa mengendarai motor dengan kecepatan tinggi layaknya seorang pembalap. Baginya, ini sangat memacu adrenalin dan juga seru.
"Seru gak? Ngebut lagi?"
Tanya Rio sedikit menoleh kebelakang.
Diandra hanya memejamkan matanya dan menjawab dengan hembusan angin kencang.
"Seru bikin deg-degan".
__ADS_1
Malam yang indah untuk dikenang, dari kedua sejoli ini. Dan tentu, mereka takkan bisa melupakan kenangan saat kini. Saat mereka pertama kali kencan berdua.
....
30 menit berlalu, jalan raya tampak tak ada hambatan apapun karena memang sudah cukup larut malam.
Akhirnya mereka sudah dekat dengan rumah Diandra.
"Kak, aku berhenti disini aja ya? Kan udah deket nih tinggal jalan kaki".
Tanya Diandra, ia ingin turun dari motor lalu berjalan kaki sendiri ke rumahnya.
Tetapi, Rio tidak mendengarkan perkataan Diandra dan terus melajukan motor.
"Nggak, pokoknya sampai depan rumah. Supaya kamu aman. Jangan ngeyel!".
Gadis itu pun menuruti semua perkataan Rio bahkan dari awal ia ingin mengantarnya pulang sampai didepan rumah.
....
Akhirnya, mereka sampai didepan rumah Diandra.
Dan ia memencet bel disebelah kanan pagar rumah.
Sembari menunggu, Diandra heran melihat Rio yang tak kunjung juga pulang ke tempat asalnya.
"Kak, pulang aja. Kok nunggu aku?".
Tanya Diandra tepat berada didepan Rio yg sedang duduk dimotor.
Pria itu menggelengkan kepala.
"No, aku tunggu sampai orangtuamu buka pintu ya".
...
Tak lama kemudian, Bu Laura dan Pak Wandy muncul.
"Astaga, mamah panik tau kamu baru pulang".
Kata Bu Laura menghampiri putrinya ditemani Pak Wandy.
"Iya mah, maaf ya tadi lupa kabarin. "
Jawab Diandra.
Kedua orangtua Diandra mengalihkan pandangan mereka ke hadapan Rio, alhasil pria itu sangat malu dan memanggil orangtua Diandra.
"Om, tante!".
Sahut Rio tersenyum menyapa kedua orang tuanya.
"Kamu.. Pria yang sering telefon Diandra kan ya?" Ketus pak Wandy dengan nada agak tinggi.
Rio mengangguk dan memberikan senyuman lebarnya yang manis seperti gula.
"Hehe iya, itu saya om.. tante..."
Bu Laura memberikan senyuman nya kepada Rio. Ia tidak memarahi pria itu karena sudah memulangkan Diandra pada malam hari. Mungkin karena, paras Rio yang terlihat good looking, dan juga senyum yang ramah.
"Makasih ya udah antar Diandra sampai rumah. Oh ya rumahmu dimana? Jauh-jauh antar Diandra. Mau masuk dulu nak?".
Ucap beliau mempersilahkan Rio masuk ke dalam rumah.
__ADS_1