Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Pertemuan dua rival semasa SMP


__ADS_3

*Hello all readers! Apa kabar semua? Semoga sehat selalu ya. Maafkan mimin yang gak on selama beberapa bulan kebelakangan karna sibuk dikehidupan nyata hehe.


Selamat membaca* -~


Rio kembali memikirkan topik pembicaraan apa yang akan ditanyakan. Ia punya 1001 pertanyaan untuk Diandra karena memang pria itu sungguh penasaran dengan gadis itu.


"Kamu... Gak ada niatan buat balik ke Jakarta?"


Tanya Rio, awalnya ia berniat untuk mengajak Diandra bertatap muka.


"Iya nih lagi mau ke Jakarta, besok penerbangannya".


Ungkap Diandra, kini ia hanya berbaring di kasurnya, karena barang barangnya sudah siap dikemas.


"Sebenarnya kakak ingin ngajak kamu ketemuan kalau kamu udah di Jakarta. Kita kan udah lama nih kenalan, telfon, yaa dimall aja".


Ungkap Rio dengan memberanikan diri ia mengajak Diandra untuk bertemu.


Tentu, gadis itu dengan senang hati menerima ajakan Rio untuk bertemu.


"Boleh, mall mana ya?" Tanya Diandra.


"xxxxx mall, hehe. Tau kan?" Tanya Rio kepada Diandra.


"Tau kok tau, mall yang gede banget itu kan". Sambung Diandra. xxxxx mall memang terkenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Mall itu sangatlah luas. Berbagai macam merk baju, makanan, bioskop, permainan, lengkap.



"Okai, kamu pulang besok pagi kan ya? Kakak tunggu di mall jam setengah 6 sore hehe". Jawab Rio senang, akhirnya juga ia bisa bertemu dengan Diandra. Banyak hal yang ingin ditanyakan kepada Diandra, oleh karena itu lebih enak bisa bertemu langsung.


Diandra menyetujuinya dan menutup telepon dari Rio. Diam diam, ibu Laura menguntit dan mendengar pembicaraan anaknya dengan Rio. Ia melihat putrinya seperti tersenyum kegirangan seperti kaum budak cinta atau dikenal istilah (bucin).


Makan malam itu, untuk menghilangkan rasa penasarannya, bu Laura bertanya ke Diandra.


"Dian, tadi yang telepon kamu itu siapa sih, Rio ya, kamu kenal darimana?". Tanya nya penasaran, mereka sedang menonton acara malam di tv bersama.


Diandra tampak tersenyum sendiri dan malu.


"Ini, hmm anu kenal dari online. Hehe, iya mah, namanya Rio. Orangnya baik kok diajak ngobrol asyik".


Pak Wandy menunjukkan wajah yang tidak senang.

__ADS_1


"Hati- hati kamu kalau kenal sama cowok gitu di aplikasi, jangan sembarang, dan jangan aneh-aneh.".


Perempuan itu sangat yakin, Rio bukanlah sosok pria yang ingin bermacam-macam, aneh atau sebagainya.


"Enggak kok pah, dia orangnya ga gitu, baik kok". Jawab Diandra sambil mengunyah cemilan biskuit ditangannya.


"Apa yang dibilang papamu itu ada benarnya juga, kita kan ga tau dia orangnya gimana. Belum kenal lama kan. Dan lagipula kalau ga salah tadi mama denger dia ngajak kamu buat ketemu?". Sambung Bu Laura.


Diandra pun mengakui bahwa ia memang diajak Rio untuk bertemu besok sore. Gadis itu mencoba membujuk dan meminta ijin orang tuanya.


"Boleh ya ma? Boleh ya pah?" Tanya Diandra dengan nada manja kepada kedua orang tuanya.


Sepasang suami istri itu akhirnya hanya pasrah dengan keinginan putri semata wayangnya. Mereka menuruti keinginan Diandra, asal bisa menjaga batasan yang ada. Mereka pikir, Diandra juga sudah besar, bisa menjaga diri dengan baik.


....



Keesokan pagi di bandara, Diandra dan keluarganya akan berangkat kembali ke indonesia. Sebelum pulang ke Jakarta, Diandra pamit dengan teman-teman semasa SMA nya. Salah satunya Dominique, gadis bule yang lahir di kota Melbourne dan sudah lama tumbuh besar di Australia.


"Dyandra, I hope you will success in your country, Indonesia. I will Miss you so much huhu". Jawab Dominique memeluk Dian sebagai tanda perpisahan.


Diandra tampak terharu dan memeluk kembali Dominique.


"Safe flight Dyandra, safe flight sir and ma'am". Tutup Dominique kepada Diandra dan kedua orang tuanya.


"Thanks, bye sis". Kata Diandra meninggalkan Dominique sambil melambaikan tangannya.


Seketika Diandra teringat akan Reno, ini adalah hal yang sama, terjadi 4 tahun lalu. Dimana ia berpamitan dengan Reno di bandara, seperti ini.


Sementara itu, Reno sama sekali tidak mengetahui bahwa Diandra akan kembali ke Jakarta. Tak disangka, yang menemui Diandra terlebih dahulu setelah ia pulang nanti adalah Rio, bukan Reno.


(Saat dikantor)..



Rio tengah fokus memeriksa hitungan uang komputernya.


Tanpa sadar, Rio memandangi monitor komputer dengan tersenyum sendiri. Ia membayangkan wajah Diandra didepannya, semenjak kemarin, pria itu memandangi foto Diandra di kontak whatsapp handphonenya. Ivan, teman kantornya melihat Rio dan bertanya.


"Bro, ngapa lu senyam senyum senyam senyum sendiri?" Tanya Ivan menepuk pundaknya dan tertawa melihat tingkah konyol Rio.

__ADS_1


"Enggak, ngga papa". Jawab Rio tersenyum, ia mencoba untuk menghilangkan senyuman di wajahnya ketika membayangkan Diandra.


Ivan mencoba mendekati telinga Rio dan berbisik.


"Lagi jatuh cinta ya bro? hahaha. Jujur aja".


Rio hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya,


"Stttt.. udah udah kerja-kerja!" Jawabnya kepada Ivan.


....


Hari ini adalah hari pertama Reno masuk bekerja. Ia memakai kemeja luaran kuning kotak-kotak dan kaos berwarna abu.



Siapa sangka, ternyata ada sosok wanita yang jatuh hati saat Reno pertama kali menginjakkan kakinya di perusahaan besar itu. Yang tak lain perempuan itu bernama Putri Adela (Putri) . Karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan PT xxxx xxxx tersebut, kota kelahiran gadis itu sama dengan Reno.


Wanita berkulit hitam manis, tubuh tinggi semampai itu menatap Reno dengan terpesona dan mengajak Reno untuk berkenalan.


"Hai, kamu baru ya disini?". Tanya putri kepada Reno yang baru saja duduk di tempatnya bekerja.


Reno menatap putri sekilas. Dan memberikan senyuman.


"Iyah saya baru disini. Perkenalkan saya Reno".


Lalu, putri dan Reno banyak bercakap cakap , mengobrol selama bekerja. Selagi pak Ronald tidak mengawasi, mereka masih bisa melanjutkan berbagai topik pembicaraan mereka. Karena jika pak Ronald sudah muncul, mereka tidak bisa berbicara lebih lama.


Ternyata pembicaraan mereka tak sengaja didengar oleh salah satu karyawan di sana, yang tak lain adalah Zayn, ia baru menyeduh kopi dan kembali ke tempat ia bekerja sambil memegangi secangkir kopi hangatnya, Zayn berniat untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.



Langkahnya terhenti saat ia melihat sosok Reno. Zayn pun menghampiri Reno,


"Eh, lu Reno kan ya?" Ucap Zayn seraya menepuk pundak sebelah kiri Reno.


Lantas, Reno terkejut dan melihat wajah Zayn. Mencoba mengingat-ngingat dan tertawa.


"Zayn? Kok bisa disini, jangan jangan lu juga.... Kata Reno terhenti, tidak menyangka, ia bisa bertemu dengan Zayn di kantor ini..


Zayn mengangguk. Tanpa Reno melanjutkan kata katanya itu, Zayn sudah paham maksud Reno bahwa ia juga bekerja di kantor itu.

__ADS_1


Cast Putri Adela (Putri)



__ADS_2