Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Awalan di sekolah


__ADS_3

Di perjalanan menuju ke sekolah baik Reno maupun Diandra berbincang bincang..


"Hmmm, Jadi cerita lo udah sampe mana nih?" Tanya Reno penasaran.


"Yaa gitu deh Ren, baru sampe si gadis itu memendam perasaan sama pria keren itu". Jawab Diandra.


"Gue punya ide, nanti gue bantu lanjutin sampai selesai ya? Disekolah Kita buat, oke?" Lanjut Reno sembari mengayuh.


"Wah ide bagus tuh, seneng banget deh gue haha makasih banyak ya Ren! Lo sahabat terbaik gw!". Diandra tersenyum, sambil mengoes sepedanya, ia sesekali melihat ke arah Reno disebelahnya.


"Sama sama.." Reno menatap. Hatinya berdegup kencang.


"Semua akan gue lakuin buat lo, andaikan lo juga suka sama gue. Betapa senangnya gue..." Ucap batinnya.


Sesampainya disekolah...


"Anak anak jadi hari ini Kita mau mengulang materi Dari kelas 7 ya, Karena sebentar lagi kalian akan ujian nasional. Pertama Kita bahas nomor 1, ini kan soal nya ada persamaan linear..."


Bu Melly, sedang menjelaskan materi dipapan sambil menulis contoh soal matematika.


Reno tampak bosan sekali, ia menopangkan dagunya, sebagai tanda bahwa ia memang tidak senang dengan pelajaran matematika. Sedangkan Diandra mendengarkan Bu Melly yang menjelaskan dengan seksama. Reno pun mencolek pundak Diandra yang duduk disebelahnya.


"Eh bahas cerita tadi dong, cerita lo, bosen banget nih gue". Bujuk Reno pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tapi kan Bu Melly lagi jelasin, dengerin aja". Jawab Diandra pelan.


Wajah Reno tampak kusut. "Gapapa, bete gue soalnya, ga ngerti yang dijelasin".


Bu Melly mendengarkan suara Reno Karna tadi Reno berbicara dengan volume agak kencang. Maklum, ia adalah seorang anak laki laki.


"Reno! bukannya mendengarkan malah bicara. Sini coba kerjain soal no 1 dipapan!".


Reno terdiam, tidak menjawab.


Suasana kelas seketika hening dan tak ada yang berani mengeluarkan sepatah katapun saat tadi Bu Melly membentak Reno dikelas.


"Ayo maju!".


"Nih spidolnya, kerjakan soal no 1."


Ujar bu Melly tegas seraya menyodorkan spidol hitam kepada Reno.


"Aduhhh gimana ini gue ga ngerti lagi". Reno memandangi soal itu. Ia tidak menggoreskan setitik tinta pun pada papan tulis sedari tadi.


Disisi lain, Diandra menundukkan kepalanya. Ia merasa bersalah karena hanya Reno yang dimarahi sedangkan dirinya tidak, padahal mereka sama sama berbicara.


"Kenapa? Kamu tidak mengerti? Tidak nyimak kan? Yasudah, sekarang karena kamu tak bisa kerjakan soal, ibu perintahkan kamu, kamu berdiri di pojok pintu situ, sampai pulang sekolah!!!" Bentak Bu Melly pada Reno dengan nada volum yang kencang.

__ADS_1


Reno mencoba mengelak "tapi bu....."


"engga ada tapi tapi... Cepat!".


Ujar Bu Melly yang sudah emosi dan naik darah, marah dibuatnya.


"Huuu dasar cupu gitu aja ga bisa!"


"Gak nyimak si lo".


Terdengar suara murid mengolok ngolok Reno.


Atas rasa bersalah, Diandra bangkit berdiri dari bangkunya, dan memberikan pembelaan.


"Eh kalian semua, diem deh, kalian gatau apa apa soal Reno. Lagian dia cuma lemah di matematika kenapa dibully? Harusnya kita sebagai satu keluarga dikelas itu saling mengingatkan, bukan ngebully".


Kali ini, Diandra tidak bisa bersikap lugu seperti biasa. Ia harus membela sahabat yang di sayanginya itu. Diandra memang gadis yang feminim, tetapi sekali ada orang terdekat dia yang di olok olok, Diandra tidak tinggal diam. Ia maju terdepan untuk membela.


Mendengar pernyataan Diandra, satu kelas terdiam hening seketika. Tak ada yg berani buka suara sekalipun, Reno merasa terkejut sekaligus terharu karena ia di bela oleh Diandra. Bu Melly terkejut mendengar pernyataan dari Diandra. Bu Melly berpikir apa yg dikatakan ada benarnya juga. Bukan berarti kan seorang murid itu harus menguasai semua pelajaran? Akhirnya dengan keikhlasan hati, Bu Melly melepas hukuman kepada Reno.


Cast Bu Melly


__ADS_1


__ADS_2