Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Perjanjian


__ADS_3

"Heh kok bengong? Haha". Sambung Diandra memerhatikan Reno yang sedang melamun.


Reno menjawab


"Eh maaf, iya gue janji. Bikin perjanjian yuk!".


"Astaga, udah kayak janji nikah aja, perjanjian segala". Timpal Diandra kepada Reno. Namun Diandra menyetujui pendapat Reno. Mereka pun membuat perjanjian lagi dan lagi.


"Hari ini tanggal 14 April 2014, saya Diandra Putri berjanji ditempat ini, mulai dari sekarang hingga seterusnya akan bersahabat dengan Reno Adhitama sampai selama selamanya. Saya juga berjanji akan ke tempat ini, dalam 4 tahun ke depan. Promise." Katanya menatap Reno.


...


"Dan saya Reno Adhitama berjanji ditempat ini, mulai dari sekarang hingga seterusnya akan bersahabat dengan Diandra Putri sampai selama selamanya. Saya juga berjanji akan ke tempat ini, dalam 4 tahun ke depan." Sambung Reno.


Seketika air hujan turun membasahi bumi dengan derasnya. Sudah menjadi kebiasaan, bagi Reno dan Diandra, saat hujan turun mereka tidak berteduh, melainkan main hujan hujanan. Kebetulan momen yang pas.


Saat itu juga, Reno dan Diandra main hujan hujanan. Banyak yang mereka lakukan, salah satu yang mencuri perhatian adalah mereka berdoa ditengah hujan. Lalu mereka bermain becek becekan air.



Reno POV


*******Hari ini gue ngerasa bahagia banget. Akhirnya gue bisa ke taman ini bersama dengan cewek yang gue cinta yaitu Diandra.


"meskipun lo ke nantinya bakal ke Australia, walaupun lo pergi tapi hati gue tetep buat lo dan ga akan pernah berubah, gue suka sama lo, Diandra."


Gue harap, kita bisa bertemu lagi disini. Cukup itu. Gue mau lo tau perasaan gue yang sebenarnya**.


(Tuhan, tolong engkau jagakan Diandra untukku. Biarlah suatu saat nanti dia bisa menjadi milikku. Kalau kami memang berjodoh sekiranya ada hati dalam diri Diandra sehingga ia bisa merasakan perasaan yang dirasakan Reno saat ini juga. Tetapi kalau memang tidak berjodoh, sekiranya Engkau Tuhan yang baik yang menyediakan pria setia bertanggungjawab untuk Diandra, aku bahagia apabila Dian juga bahagia Tuhan. Amin***)


Mata coklat yang indah bersinar, rambut terurai panjang, dan kulit putih bersih. Membuat Reno tak bisa berhenti menatap Diandra.


Gadis itu menari nari dibawah rintik hujan dengan sepasang kakinya. Tentu perasaannya bahagia. Ia mengikuti irama air langit yang sejak tadi menyentuh kulit tubuhnya. Mereka tak peduli, tentang lumpur yang mengotori dan juga cipratan noda di seragam mereka.


***Diandra POV

__ADS_1


****Hari ini adalah hari yang terbahagia buat Dian. Akhirnya Dian bisa bermain main hujan lagi sama sahabat Dian yaitu Reno. Meskipun nanti pada akhirnya Dian akan pergi ke Australia tapi Dian akan menghabiskan sisa waktu bersama Reno.


"Ren, gue seneng banget bisa sahabatan sama lo. Ga ada sahabat yang sebaik lo. Ntah kalau gue udah di Australia pun apakah gue bakal nemu orang yang baik seperti lo. Makasih Ren, udah ngisi ngisi hari gue**".


(Tuhan, bila nanti Dian akan pergi ke Australia, tolong jaga Reno selalu disini. Walaupun kami berbeda tempat, biarlah kami bisa tetap selalu besahabat sampai selama lamanya. Oh iya, Dian juga mau berdoa supaya pendidikan Dian bisa lancar di Australia nanti dan bisa menemukan sosok lelaki yang suatu saat akan mendampingi Diandra. Amin***..)


Diandra menatap Reno tertawa. Ini adalah hari terbahagia mereka sebelum akhirnya gadis itu akan pergi menempuh pendidikan di Australia.


....


Puas bermain hujan, Reno dan Diandra pulang ke rumahnya masing masing.


"Loh kok hujan hujanan pulangnya? Habis main hujan sama Dian? Tanya Bu Sumi penasaran.


"Iya Bu hehehe asyik soalnya" jawab Reno tersenyum malu.


"Dasar kamu, makin lengket ya sama Laura. Seneng gak".. ledek Bu Sumi menatapi anaknya sesekali.


Wajah Reno merah merona, ia tampak malu-malu.


Sementara itu, sama hal nya dengan Diandra...


"Yaampun Dian, kamu kok basah kuyup gitu". Tanya Bu Laura pada Anak semata wayangnya.


Diandra menggaruk garukan kepalanya yang tidak gatal itu dan berkata


"Hehehe, habis main hujan mah pah". Kata Diandra malu malu kucing.


"Yasudah, mandi dulu, biar tidak masuk angin nanti". Perintah pak Wandy kepada Diandra.


Tanpa berkata kata, Diandra segera pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Dimalam harinya, mereka saling bercengkrama lewat telepon. Menanyakan apa reaksi orang tua mereka sesaat setelah pulang dalam kondisi kehujanan.


"Dian, gimana orangtua tadi? Marah ga? Haha". Ungkap Reno tertawa.

__ADS_1


"Hmm engga sih, orangtua gak marah cuma disuruh mandi aja. Kalau lo gimana? Gue yakin, sepertinya ngga deh. Bu Sumi penyabar soalnya haha". Jawab Diandra pada Reno.


"Benar sekali 100 untuk anda. " Jawab Reno kembali.


"by the way, thanks ya buat hari ini, seru banget, gue ga akan bisa lupain sampai kapan pun". Sambung Diandra di telepon.


Reno mulai menunjukkan senyumnya, ia menelfon Diandra sambil menatapi foto kebersamaan mereka.


"Iya sama gue juga ga akan bisa lupain momen ini haha".


"Kalo gue ke Australia, apa lo akan kesepian, Ren" Tanya Diandra, sambil memandangi setitik bulan kecil di langit malam.



"Iya kesepian banget. Tapi kan kita bisa telfon di handphone haha". Ungkap Reno. Tentu saja bila Diandra pergi, ia akan kesepian. Tetapi Reno menutupi itu dengan tegar dan kuat menerima sahabatnya pergi demi pendidikan yang lebih baik.


"Kalau seandainya nih, seandainya.. Hmm.. gue ga ada kabar gimana?". Gumam Diandra ragu-ragu. Ia hanya iseng bertanya pertanyaan itu.


Reno terdiam seketika, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Diandra yang ini. Membayangkan Diandra tidak ada disisinya satu hari pun rasanya ia tak mampu, Apalagi di tinggal tanpa kabar selama 4 tahun. Tapi biarpun begitu, Reno tetap akan setia menunggu sampai Diandra pulang ke Indonesia.


"Kenapa nih kok pertanyaannya begini? Haha" ungkap Reno, tertawa kecil di telefon.


Gadis itu tidak bermaksud apa apa. Ia hanya bertanya pertanyaan seandainya. Karena ia memang suka bertanya perihal mengenai "seandainya".


"ga ada apa-apa, gue cuma tanya, kan (seandainya) . Seandainya, Ren.. ya semoga nggak lah, gue kan ga mau pisah sama sahabat kesayangan gue haha". Timpal Diandra pada Reno.


"Iya, ya gue tetep akan nunggu lo di Indonesia, dan di taman kita. 4 tahun dari sekarang, setia kan gue". . Jawab pria itu.


...


"Dian, ayuk turun! Makan!" (Terdengar suara panggilan Bu Laura yang menyuruh Diandra untuk turun santap malam bersama).


"Asik dah, setia haha. By the way udah dulu ya, dipanggil buat makan malam sama mama papa". Ujar Diandra.


"Oke, titip salam ya buat orang tua lu bye" kata penutup Reno kepada Diandra.

__ADS_1


Tanpa membalas perkataan Reno, Diandra menutup perbincangan nya dengan pria itu. Reno pun mendaratkan senyum di bibir sambil menatapi ponsel blackberry miliknya.


__ADS_2