Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Hilang kabar


__ADS_3

Bertahun-tahun lamanya Diandra dan keluarga menetap di Sydney. Hari ini, tepat tanggal 31 Desember, pergantian tahun baru akan segera dimulai.


Pukul 00.00, kembang api mulai di luncurkan dan tampak sangat indah, merekah dengan pemandangan cantik, diatas langit dan lampu- lampu menghiasi Gedung Opera, ikon kota Sydney.



Diandra dan keluarganya, menyaksikan pertunjukkan kembang api itu dan memotretnya menggunakan kamera agar terlihat lebih indah. Tak lupa ia mengucapkan selamat tahun baru kepada Reno.


"Selamat tahun baru, Ren!." Diandra mengirim pesan kepada Reno.


Sementara itu, di Indonesia, tepatnya di Jakarta, waktu baru saja menunjukkan pukul 9 malam. Namun para warga sudah meriah, dengan menyambut tahun baru dengan meniup trompet dan ada pula yang merayakan pesta barbeque dirumahnya.


Reno menyambut tahun baru kali ini, berdua dengan ibunya memandangi kembang api dirumah.


"disini belum tahun baru, masih 3 jam lagi haha. Tapi udah banyak kembang apinya, selamat tahun baru buat lo ya! "


Balas Reno sambil mengirimkan foto kembang api di rumahnya.



Diandra POV


Ditahun yang baru ini, aku berharap agar semua harapan Dian terkabul ya Tuhan. Dian ingin mencapai pendidikan tinggi di sekolah, Dian pengen menemukan seseorang pendamping hidup suatu saat dan Dian ingin menemui Reno di Indonesia.


Begitulah perayaan singkat tahun baru di Sydney. Reno pun juga berharap. Harapannya adalah tentu bisa bertemu dengan Diandra nanti, juga tentang perasaannya yang terbalaskan.


Tahun 2015, sudah datang. Ditahun ini Diandra banyak menghabiskan waktu liburannya. Musim dingin akhirnya muncul. Salju es berjatuhan indah dikota Sydney.



Author pov


Gadis mungil itu tampak sangat antusias menyambut musim dingin. Karena untuk pertama kalinya, ia bisa merasakan dan menyaksikan salju turun dari atas langit Sydney.


Karena saking senangnya, Diandra pun bermandi diatas tumpukan salju dan berpose.


Selesai itu, Diandra kembali menuju apartemennya. Namun kejadian nahas menimpanya. Ponselnya di curi dan diambil oleh seseorang tidak dikenal.


Saat itu, tak ada Pak Wandy dan Bu Laura yang menemani anaknya. Karena jarak antara apartemen dan tempat Diandra bermain salju tidaklah jauh.


....

__ADS_1


"Anyone help!!!".


Teriak gadis itu seraya menyaksikan ponselnya sudah tidak ada lagi digenggamannya dan di sergap oleh seorang pencuri.


Seketika warga disekitar, menghampiri Diandra dan bertanya.


"What's wrong with you?".


"Do you need a help?".


Tanya warga asing tersebut.


"Yeah, My cellphone was stolen by someone unknown. And he's already ran away."


Ujar Diandra. Wajahnya panik sambil menunjuk arah pelaku pencuri ponselnya itu. Sebenarnya ia sudah berlari jauh dari apartemen.


"Calm down, little girl. We will ran to chase the thief, okay?".


Balas salah satu warga yang mencoba menenangkan Diandra. Untung saja warga disana bersikap baik dan ingin menolong.


Saat itu, mereka mencoba mengejar si pencuri. Namun mereka tidak berhasil menemukan pencuri tersebut. Dan pada akhirnya, ponsel Diandra hilang dicuri.


Seminggu berlalu, tak ada kabar dari Diandra. Reno cemas. Ia sudah mengirimi pesan dan bahkan juga sudah mencoba menelfon Diandra berkali kali namun tetap saja nomor ponselnya tidak aktif.


....


Hal ini membuat Reno terpukul. Mungkinkah Diandra sudah bahagia disana tanpa adanya dirinya? Mungkinkah dirinya tak berarti lagi? Mungkinkah memang Diandra sudah menemukan cintanya disana? Pria itu menangis setiap hari.


Bu Sumi selalu menghibur anak semata wayangnya itu. Maka dari itu, untuk melupakan Diandra dan kesedihannya, Reno mengganti nomor ponselnya. Ia melupakan semua pesan yang ada disitu. Pesan dari gadis yang dicintainya.


Tak berapa lama kemudian, Pak Wandy membelikan anaknya sebuah handphone keluaran terbaru yaitu iPhone 7. Diandra sangat senang. Saat ia mencoba mengingat nomor ponsel Reno dan menelpon, tidak dapat terhubung.



Akhirnya mereka tidak saling mengabari , karena orang tua mereka juga tidak mempunyai kontak, seketika semua itu musnah, Reno dan Diandra menjadi sosok sahabat yang kini sudah terlupakan.


Diandra sibuk dengan pendidikan dan pertemanannya di Sydney, sementara Reno pun sibuk dengan sekolah kejurusannya.


4 tahun berlalu sudah, kini kedua sahabat itu tumbuh besar dan dewasa. Tak banyak yang berubah dari Reno.


__ADS_1


Sementara, Diandra tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, dan anggun.



.....


Disuatu pagi yang cerah, di kota Sydney, Australia.



"4 tahun sudah berlalu, bagaimana dengan kabarmu di sana Ren? Aku selalu merindukanmu..." Gumam Diandra menulis buku hariannya.


Gadis itu menatap ke arah jendela, dekat meja belajarnya, matahari bersinar memancarkan kehangatan. Ini mengingatkannya tentang Reno yang membawa aura penuh hangat. Diandra begitu merindukan sosok Reno, dan ia menyesali perkataan nya saat itu, yang pernah bertanya, bagaimana semisalnya jika mereka saling tidak ada kabar.


Namun Diandra tetap mengingat, bahwa Reno selalu menunggunya di Jakarta, di taman yang indah itu.


Cerita karangan gadis itu yang berjudul "my sunshine on you" sudah selesai. Diakhir cerita, pria yang kesepian itu telah menemukan tambatan hatinya. Karena bantuan Reno, Diandra bisa menyelesaikan cerita ini, meski akhirnya Diandra yang melanjutkan cerita itu sendiri.


Untuk mengenang Reno, ia menggunggah cerita nya di aplikasi "xxxxx" Semacam aplikasi, untuk meng-upload cerita, dan menarik minat pembaca.


Harapannya, semoga pria itu bisa melihat ceritanya dan menghubungi ia lewat aplikasi itu.


"Semoga lo baca cerita ini Ren, gue rindu". Gumamnya dalam hati.


Hari ini, tepat adalah 4 tahun setelah perjanjian Diandra dan Reno bersahabat. Diandra baru mengingat itu, ia pun mencoba mengajukan kepada kedua orangtuanya untuk melanjutkan kuliah di Jakarta.


"Pah, mah.. Dian boleh kuliah di Jakarta gak?" Tanya Diandra kepada papa mamanya saat makan malam.


Tentu, kedua orang tuanya tidak menyetujui nya. Hidup mereka sudah enak, bahagia di Australia. Fasilitas memadai, pendidikan tinggi. Tak ada alasan bagi mereka untuk pindah lagi ke Jakarta. Kecuali, Diandra yang meninggalkan banyak kenangan di sana.


"Dian, buat apa kamu kuliah di Jakarta, lebih baik kamu kuliah disini. Pendidikan dan fasilitasnya lebih bagus. Kamu bisa S2 loh, apa kamu gak kepengen?" Tanya kembali Bu Laura.


Diandra mencoba mengajukan kepada orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Jakarta, ia teringat akan janjinya pada Reno 4 tahun lalu. Janji haruslah ditepati, tak boleh di ingkar.


"Dian... Rindu sama Reno, mah pah. hehe kami ada janji, kalau 4 tahun kemudian, Dian akan balik lagi ke Jakarta dan ini udah 4 tahun itu". Sahut Diandra kepada kedua orangtuanya.


Untuk itu, mereka memahami perasaan Diandra. Dan setuju untuk pindah kembali ke Jakarta.


"Maaf ya Dian, mama papa tahu kok kamu merindukan Reno. Kamu boleh kuliah di Jakarta kok, dan nanti papa yang urus tiket penerbangan pesawatnya ya".


Ujar Pak Wandy, mereka mengabulkan keinginan anak tunggalnya itu untuk kembali ke Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2