Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi

Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi
Bab 10 Bunga Kecubung


__ADS_3

Begitu Su Yue memasuki pintu, sebuah tongkat terbang melalui wajahnya dan terbanting ke pintu diiringi dengan suara keras. Kemudian dia mendengar umpatan Ibu Pelayan Yun.


"Ibu Pelayan Yun, aku tidak bermalas-malas. Dari tadi aku mengumpulkan kayu bakar di gunung." Su Yue menyeret seikat kayu bakar dari luar pintu untuk membuktikan apa yang dia katakan itu benar.


"Cuih, untuk apa kamu mengumpulkan kayu bakar setiap hari? Gara-gara kamu, dapur jadi penuh. Apa kamu mau bakar satu rumah ini?" Alasan mengumpulkan kayu bakar jelas tidak bisa dipakai lagi.


Alhasil Su Yue merentangkan tangan kanannya dan memperlihatkan dua koin tembaga. Begitu wanita tua itu melihat uang, matanya sontak berbinar. Dia buru-buru merebutnya dari tangan Su Yue.


"Dari mana kamu mendapatkan uang ini?"


"Tadi ketika aku mengumpulkan kayu bakar di gunung, aku menemukan beberapa rumput yang terlihat berbeda, aku pun mengambilnya dan bertanya pada Tabib Wang tentang rumput-rumput itu. Pada akhirnya, Tabib Wang mengatakan itu adalah obat herbal. Dia pun membelinya dari aku dengan harga dua sen ini." Su Yue telah lama mempersiapkan alasan ini.


"Kamu cukup beruntung, apa obat herbal itu masih ada? Kalau ada, bawa semuanya ke Tabib Wang." Ibu Pelayan Yun menyimpan kedua koin itu ke dalam sakunya seolah-olah itu adalah harta karun. Kemudian dia seperti teringat sesuatu, lalu bertanya dengan galak, "Apa kamu ada simpan untuk dirimu sendiri?"


Su Yue telah menduga hal ini.


Mulutnya berkedut dan tampangnya terlihat seolah-olah dia sangat ketakutan, "Ibu Pelayan Yun, aku tidak menyisakan sepeser pun. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya pada Tabib Wang."


Ibu Pelayan Yun mengangguk puas atas reaksinya, "Aku rasa kamu juga tidak berani. Beberapa hari nanti aku akan bertanya pada Tabib Wang. Kalau kedapatan kamu berbohong, aku bakal mematahkan kakimu."


Selesai berbicara, dia mengabaikan Su Yue lalu menoleh untuk memarahi Nyonya Gu, "Apa kamu buta? Kamu tidak lihat kalau langit sudah gelap? Baju tidak diangkat?"


Melihat sang ibu dimarahi, seketika mata Su Yue menunjukkan tatapan kejam. Setelah dia menemukan bunga kecubung, mereka bertiga harus mati!


Sekarang mereka semua pindah ke kamar Zhang Dong untuk makan, karena sebelumnya ketika Su Yue mengantarkan makanan, Zhang Dong telah memecahkan dua mangkuk. Ibu Pelayan Yun tidak tahan lagi, makanya dia memutuskan untuk makan bersama.


Setelah mereka selesai makan, seperti biasanya meja masih tersisa sedikit sup dan hidangan yang sudah sangat sering terlihat. Su Yue tiba-tiba memegang Ibu Pelayan Yun dan berkata, "Ibu Pelayan Yun, Ibu kenal obat-obatan herbal, sedangkan aku sama sekali tidak tahu."


"Lalu apa hubungannya denganku?" Wanita tua itu jelas tidak mengerti maksud dalam kata-kata Su Yue.


"Apa kamu lupa dengan dua sen siang tadi? Ke depannya aku dan Ibu bisa berbarengan naik gunung. Ibu kenal obat-obatan herbal, sementara aku gesit dan bisa mengumpulkan obat-obatan untuk dijual ke Tabib Wang. Dengan begitu, kita pun bisa menghasilkan lebih banyak uang!" Setelah mendengar ini, mata ketiga orang lainnya seketika berkilau.

__ADS_1


"Ibu, ****** kecil ini benar." Zhang Dong memang mata duitan. Begitu dia mendengar Su Yue bisa menghasilkan uang, dia langsung memiliki pemikiran agar Su Yue dan ibunya bisa naik gunung setiap hari.


Sementara Nyonya Gu mengangkat kepala dan ingin mengatakan sesuatu. Namun, dia kebetulan bertatapan dengan putrinya, serta melihat putrinya menggelengkan kepala untuk memberi isyarat padanya agar tidak usah mengatakan apa-apa.


Su Yue tahu ibunya tidak kenal obat-obatan herbal. Namun, setiap hari setelah dia keluar, ibunya harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Bukan hanya itu, ibunya juga sering dipukul dan dimarahi.


Selain itu, Su Yue melihat kesehatan Zhang Dong semakin membaik. Setiap hari dia selalu melirik ibu dengan tatapan mesumnya. Alhasil Su Yue merasa dia harus selalu berada di sisi ibu.


"Kalau begitu besok pagi aku dan Ibu akan naik gunung untuk mengumpulkan lebih banyak obat-obatan herbal." Setelah berbicara dengan mereka, Su Yue dan ibunya mengerjakan sedikit pekerjaan lagi sebelum akhirnya kembali ke kamar. Saat itu, kamar sebelah bahkan sudah mengeluarkan suara dengkuran yang akrab.


"Ibu, lihat apa ini?" Su Yue mengeluarkan kue kembang sepatu yang dia beli siang tadi. Gerakannya itu seolah-olah sedang mempersembahkan sebuah harta karun.


Sayangnya karena dari tadi tidak berani dikeluarkan, ditambah dia mengerjakan pekerjaan rumah, sehingga begitu dibuka kue-kue itu ternyata sudah hancur.


"Apakah ini kue kembang sepatu? Yue'er perhatian sekali, Ibu sangat suka." Ketika Nyonya Gu melihat kekecewaan di wajah putrinya, dia langsung mengambil remah-remah kue dan memasukkannya ke dalam mulut.


"Ini kue kembang sepatu terenak yang pernah Ibu makan." Kue kembang sepatu di sini jelas tidak sebanding dengan yang dijual di Kota Kekaisaran.


"Benar, Ibu tidak pernah membohongi Yue'er." Nyonya Gu membelai rambut putrinya dengan penuh kasih sayang.


"Ayo, kita makan bersama."


Pasangan ibu dan anak itu membagi kue sembari meminum air dengan menggunakan satu-satunya cangkir teh cacat yang ada. Meski serba kekurangan, mereka berdua merasa sangat puas dan bahagia.


"Ngomong-ngomong, Yue'er, tadi kamu bilang ibu kenal obat herbal ...." Nyonya Gu agak khawatir saat terpikir masalah saat makan malam tadi.


"Tidak apa-apa, Bu. Aku tidak mau meninggalkanmu sendirian di rumah ini, makanya aku mencari alasan agar Ibu bisa ikut denganku." Alih-alih merahasiakan pemikirannya, Su Yue langsung menyampaikannya secara terang-terangan.


"Ibu tahu Yue'er sayang ibu, tapi ibu benar-benar tidak kenal satu pun obat-obatan herbal." Kalau sampai Ibu Pelayan Yun mendapati putrinya berbohong, mereka bakal dipukuli lagi.


"Ibu, aku kenal."

__ADS_1


"Kamu ...." Nyonya Gu terkejut ketika dia melihat sorot mata Su Yue tampak serius dan sama sekali tidak terlihat seperti sedang berbohong. Sejak kecil putrinya selalu tinggal di sisinya, jadi dia tahu betul apa saja yang dikuasai putrinya ini. Sejak kapan putrinya kenal obat-obatan herbal?


"Ibu, ada banyak hal yang tidak bisa kujelaskan padamu. Intinya, Ibu cukup tahu kalau aku akan selalu menjadi putrimu." Su Yue meraih tangan Nyonya Gu dan menatapnya dengan tatapan meyakinkan.


Memandang putrinya yang akhir-akhir ini telah berubah banyak, Nyonya Gu cukup senang. Kini putrinya menjadi lebih dewasa, perhatian dan bersedia belajar mengenal huruf dengannya. Semua ini adalah perubahan yang sangat bagus.


Jadi, untuk apa dia mencurigai putrinya lagi? Setiap orang memiliki rahasianya sendiri. Dia merasa mungkin saja putrinya mengalami sesuatu yang unik.


Pasangan ibu dan anak berbaring di ranjang kecil yang usang. Walau begitu, mereka tidur dengan sangat nyenyak.


Pagi-pagi keesokan harinya sebelum langit sepenuhnya cerah, Su Yue memanggil ibunya bangun lalu mereka meninggalkan rumah dan naik gunung. Dalam perjalanan mendaki gunung, Su Yue menghabiskan satu sen untuk membeli dua roti hangat. Setelah roti hangat mengisi perut kosong, barulah mereka punya tenaga untuk berjalan.


Mereka sudah sepakat dengan Ibu Pelayan Yun. Supaya tidak menunda pengumpulan obat-obat herbal untuk menghasilkan uang, mereka tidak perlu mengumpulkan kayu bakar lagi, mereka hanya perlu fokus mengumpulkan obat-obat herbal.


Bunga kecubung hidup di tempat yang hangat, lembab dan cerah. Makanya beberapa hari ini Su Yue selalu berkeliaran di sekitar lereng gunung.


Setibanya di tempat tujuan, dia membiarkan ibunya duduk dan beristirahat, sedangkan dia mencari sendirian di sekitar lereng.


Rumput kipas dipetiknya di dekat sini dan masih ada banyak lagi yang tersisa, jadi dia sama sekali tidak khawatir dengan obat-obatan herbal yang harus dikumpulkannya hari ini.


Hal terpenting saat ini adalah menemukan bunga kecubung.


"Yue'er, apa yang kamu cari? Ibu bisa bantu cari." Nyonya Gu duduk di batu besar di samping. Dia agak kasihan melihat putrinya berjalan bolak-balik untuk mencari obat.


"Kecubung." Su Yue tidak ingin merahasiakan hal ini dari ibunya.


Nyonya Gu jelas terkejut.


Meskipun dia tidak mengerti ilmu pengobatan, dia tetap tahu bahwa kecubung sangat beracun.


"Ibu, apa yang sedang Ibu pikirkan itu benar. Aku mau menggunakan bunga kecubung untuk meracuni keluarga Ibu Pelayan Yun yang pantas mati itu!" Su Yue mengangkat kepalanya. Matanya penuh kebencian yang sama sekali tak disembunyikannya.

__ADS_1


__ADS_2