Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi

Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi
Bab 25 Pangeran Ketiga Muntah Darah


__ADS_3

Berani sekali bocah ini bertaruh melawan Kaisar. Meski ayahnya adalah Perdana Menteri Su, semua orang tetap menatapinya dengan terkejut.


Namun, Kaisar malah sangat tertarik. Selama ini, semua menteri di istana dan para selir di harem selalu menuruti perkataannya. Tapi, bocah di hadapannya ini malah berani bertaruh melawannya.


"Hehe. Menarik sekali. Kamu berani bertaruh melawanku. Apa yang kamu pertaruhkan?"


"Saya ingin bertaruh untuk diberi kesempatan memilih pasangan dengan bebas! Kalau hujan ini bisa turun selama tiga bulan, harap Kaisar mengeluarkan dekrit kekaisaran agar saya diberi kebebasan memilih pasangan." Gadis ini mengatakan setiap patah katanya dengan jelas.


"Saya mempertaruhkan kebebasan saya untuk menikah!" Suaranya bergema di Paviliun Jinluan, bergetar di telinga setiap orang yang ada di dalamnya.


Shangguan Nanxing menatapi gadis di depannya ini dengan wajah tidak percaya. Jelas-jelas gadis itu tahu ayahnya hendak menikahkan mereka berdua, tapi kenapa dia berbuat begitu? Jangan-jangan di kehidupan ini, dia masih akan memilih Shangguan Nanfeng yang selalu membohonginya itu? Sebegitu cintakah dia pada Shangguan Nanfeng?


Apa mungkin gadis itu tidak merelakan posisinya sebagai Permaisuri? Seingat Shangguan Nanxing, saat dirinya meninggal di kehidupan masa lalu, Su Yue sedang hamil dengan statusnya sebagai Permaisuri.


Namun, di kehidupan ini Nanxing juga bisa memberinya posisi permaisuri itu. Jadi, sebenarnya kenapa? Tatapan Nanxing pada Su Yue yang hangat berubah jadi penuh curiga dan amarah.


"Lancang. Apa kamu tahu kenapa dirimu dijemput kembali ke sini oleh Perdana Menteri?" Begitu Kaisar mendengar Su Yue yang minta diberi kebebasan menikah itu, dia langsung paham bahwa gadis ini tidak ingin menikah dengan Pangeran Ketiga. Kalau begitu, bukankah ini artinya anaknya tidak akan bisa bertahan hidup?


Apa Su Yue tidak takut mati?


Apa mungkin Su Yue merasa karena hanya dirinya yang bisa menyembuhkan penyakit Nanxing, sehingga dia mempertaruhkan nyawanya untuk mengatakan hal ini?


"Saya tahu Kaisar memerintahkan Ayah untuk menjemput saya dan Ibu pulang untuk ..." Su Yue mengumpulkan keberaniannya untuk bertatapan dengan Pangeran Ketiga.


Semenjak Su Yue masuk ke Paviliun Jinluan, dia sudah merasakan tatapan hangatnya Nanxing. Tapi, dia tidak berani menoleh menatapinya. Su Yue khawatir begitu dirinya menatapinya, dia tidak mampu meneguhkan hati untuk menolak perjodohan ini.


Menghadapi tatapan Shangguan Nanxing yang bertanya-tanya, Su Yue jadi merasa bersalah.


'Maaf, Kak Nanxing. Di kehidupan ini, tujuanku adalah membalas dendam.'


'Kak Nanxing, aku tidak akan menyeretmu dalam perjalanan balas dendamku. Semua ini adalah pembalasan dendam pribadiku. Aku sudah berhutang padamu di kehidupan sebelumnya. Aku mana tega mengulanginya di kehidupan ini?'


'Kak Nanxing, di kehidupan ini semestinya kamu memilih wanita yang lemah lembut untuk dijadikan istri dan beranak cucu bersamanya. Sementara itu, aku tidak pantas menjadi wanita itu.'

__ADS_1


Memikirkan hal ini, tatapan Su Yue jadi penuh dengan keyakinan.


"Menikah dengan Pangeran Ketiga agar penyakit Beliau bisa sembuh." Begitu menyelesaikan kalimat ini, Su Yue memaksa dirinya untuk mengubah tatapannya ke arah Kaisar.


Sementara itu, Su Yue sama sekali tidak berani melihat tatapan Shangguan Nanfeng yang penuh dengan rasa ingin tahu.


Su Yue takut dirinya tidak bisa menahan diri untuk membelah jantung Nanfeng dan melihat sebenarnya apa warna jantung itu, kenapa Nanfeng tega sekali? Di kehidupan lalu selain tidak mempedulikan Su Yue, Nanfeng juga tidak memedulikan anaknya sendiri.


"Kalau kamu tahu, kenapa masih mengatakan kalimat yang tidak senonoh ini? Apa kamu merasa aku tidak akan membunuhmu karena Nanxing membutuhkanmu?" Kaisar murka, langsung memukul kursi takhtanya.


"Harap Kaisar jangan marah!" Begitu melihat sang Kaisar murka, para Menteri langsung berlutut dan memohon agar Kaisar tidak emosi lagi.


Saat ini, sang Perdana Menteri sudah gugup setengah mati. Dia sama sekali tidak menyangka putrinya akan mengatakan kata-kata yang tidak senonoh di hadapan Kaisar!


Sang Perdana Menteri langsung berlutut di lantai. Seluruh tubuhnya berkeringat dingin, saking banyaknya butir-butir keringat di keningnya pun mulai menetes sedikit demi sedikit.


"Kaisar, saat saya berada di desa, saya bertemu dengan seorang tabib hebat dan belajar sedikit ilmu darinya. Tadi saya sempat melihat raut wajah Pangeran Ketiga, saya yakin bisa mengobati penyakit Beliau untuk sementara waktu.


Saat Raja Pengobatan datang ke Ibu Kota, Beliau pasti bisa mengobati Pangeran Ketiga."


"Sembarangan! Raja Pengobatan selalu mengembara dan tujuan perjalanannya tidak jelas. Bagaimana kamu bisa tahu dia akan datang ke Ibu Kota? Jangan bilang kamu memimpikannya lagi?"


Saat ini, emosi Kaisar sudah nyaris meledak. Memasangkan Pangeran Ketiga dengan putri Perdana Menteri adalah berkah bagi mereka. Tapi, mungkin saja anak ini cuek dengan dirinya sendiri. Jika Su Yue tidak diperlukan untuk pemulihan putra ketiganya, dia akan dipenggal di depan umum sejak awal!


"Aku bisa menjamin ini dengan nyawaku! Sudah turun hujan selama setengah bulan berturut-turut, dalam dua setengah bulan saat hujan berhenti, Raja Obat akan muncul!" Di kehidupan sebelumnya, dua setengah bulan kemudian di tengah musim semi adalah hari pertunangan Su Xin dengan Pangeran Ketiga. Pada saat itu, Raja Pengobatan akan datang sebuah desa terpencil di dekat Ibu Kota.


Begitu Raja Pengobatan mengetahui Su Xin yang merupakan murid kesayangannya bertunangan, dia langsung menghela napas panjang memikirkan ternyata tempatnya sangat dekat dirinya dengan Su Xin.


Saat itu, Su Yue mendengar percakapan Raja Pengobatan dan Su Xin. Mengenai kenapa Su Yue bisa mengingat desa yang terpencil itu, alasannya karena desa itu memiliki nama yang sama dengan tempat tinggalnya, yaitu


Desa Pingyue!


Dua setengah bulan lagi, Raja Pengobatan akan muncul di Desa Pingyue!

__ADS_1


Raja Pengobatan! Raja Pengobatan! Su Yue yakin sekali dengan keberadaan Raja Pengobatan!


Kalau sebelumnya Nanxing hanya menebak Yue'er terlahir kembali sama seperti dirinya, maka sekarang dia yakin sekali bahwa Yue'er memang terlahir kembali!


Memikirkan bagaimana Su Yue yang menolak perjodohan ini dengan mempertaruhkan nyawanya, Shangguan Nanxing langsung emosi. Mendadak, dirinya langsung memuntahkan darah dan tumbang di lantai.


Dalam sekejap, Paviliun Jinluan yang sedang dalam kondisi serius jadi kacau balau.


"Xing'er, Xing'er! Ada apa denganmu?" Sebenarnya Kaisar ingin memberi hukuman berat pada Su Yue agar dia membuang pemikirannya yang tidak berdasar itu. Menjamin hal itu dengan nyawanya sendiri? Nyawa gadis ini tidak sebanding dengan nyawa putra seorang Kaisar!


Daripada menunggu waktu tiga bulan yang masih lama, langsung menikahkan mereka adalah cara yang terbaik. Kaisar berpikir dirinya pasti sudah nyaris gila, bisa-bisanya mendengarkan bualan gadis ini di Paviliun Jinluan. Pada akhirnya, Xing'er malah muntah darah karenanya.


"Ayah, setujui dia." Shangguan Nanxing merasa tatapannya semakin buram dan gelap. Dirinya berusaha keras untuk tetap tenang sambil memohon pada Kaisar.


"Xing'er, bocah sialan itu membual hanya karena dia tidak ingin menikah denganmu, dia ..." Melihat wajah putranya yang pucat pasi dan terus memuntahkan darah, rasanya Kaisar ingin sekali memenggal kepala bocah sialan itu.


"Ayah, aku... mohon ... mohon padamu, setujuilah dia." Tangan kanan Shangguan Nanxing yang dingin menarik Kaisar erat-erat, seolah-olah dia tidak akan melepaskannya kalau Kaisar tidak menyetujuinya. Dia memuntahkan darah segar setiap mengatakan sepatah kata.


Sang Kaisar tertegun. Sejak kecil, anaknya ini tidak pernah meminta apa pun padanya. Tidak disangka, sekarang dirinya malah akan memohon-mohon padanya demi bocah yang terlihat biasa-biasa saja ini.


Dulu ibu kandung Xing'er meninggal karena kehilangan banyak darah saat melahirkan putranya ini. Sebelum meninggal, dia juga pernah menarik Kaisar erat-erat seperti ini. Tatapan mereka sama. Dulu, ibunya juga memohon pada Kaisar untuk bersikap baik pada Xing'er.


Untuk sesaat, Kaisar tertegun. Melihat putranya yang sekarang, rasanya Kaisar melihat kembali adegan saat ibu kandungnya Xing'er terbaring di pelukannya sebelum meninggal.


Kaisar sayang pada Shangguan Nanxing karena wajahnya mirip sekali dengan ibunya, yaitu Selir Xian, selir kesayangannya.


"Baik, Ayah menyetujuimu. Kamu jangan... jangan berbicara lagi." Tidak disangka, seorang pemimpin kerajaan malah jadi terisak.


Begitu mendengar jawaban Kaisar, barulah Shangguan Nanxing tenang dan langsung pingsan.


"Xing'er? Xing'er? Su Yue! Bukankah kamu bilang dirimu bisa mengobati Xing'er? Obati dia sekarang juga! Jika ada sesuatu yang terjadi pada Xing'er, seluruh Keluarga Su akan dibunuh!" Kaisar memelototinya dengan sepasang mata semerah darah, lalu menatapi wajah Shangguan Nanxing yang pucat pasi.


Kali ini, Kaisar benar-benar murka. Dia bahkan tidak memikirkan posisi dan kekuasaan Perdana Menteri lagi.

__ADS_1


Sementara itu, Su Yue malah tertegun melihat kondisi Shangguan Nanxing. Begitu melihat pemuda itu memuntahkan darah, hatinya ikut mendingin. Sekarang, kaki dan tangan Su Yue juga sudah mendingin.


Saat Su Yue melihatnya memohon pada Kaisar demi dirinya, dia langsung berpikir, apakah dirinya yang ingin balas dendam ini salah?


__ADS_2