Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi

Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi
Bad 21 Resep Dari Dewa Dalam Mimpi


__ADS_3

Karena Nyonya Gu bilang dia mengkhawatirkan Su Yue, jadi dia mengikuti Su Yue ke Paviliun Pingyue. Sebelum mereka berdua sempat duduk, Xiaoxiao datang dengan sekelompok pelayan.


Saat melihat mereka, Xiaoxiao pun tersenyum, "Kakak Ipar Kedua, Yue'er, aku membawa beberapa pelayan ke sini. Yue'er lihatlah mereka, kalau menyukainya, mereka akan tinggal. Kalau tidak menyukainya, aku akan membawa mereka pergi."


Su Yue tidak terburu-buru untuk memilih orang, tetapi menoleh dan tampak khawatir, "Oh ya, Bibi, tadi malam aku bermimpi pamanku sakit. Aku ingin tahu apa pamanku sehat?" Setelah memikirkannya sangat lama Su Yue memutuskan untuk memberi tahu Xiaoxiao.


"Yue'er, bagaimana mungkin Pamanmu sakit? Jangan membuat Bibi marah dengan omong kosongmu. Oh ya, tadi sepertinya aku tidak melihat adik ipar di Aula Zhiqing."


Mendengar perkataan putrinya, Nyonya Gu takut Su Xiaoxiao marah. Lagi pula, jika suaminya baik-baik saja, dia pasti tidak akan mau mendengar pernyataan seperti itu. Bukankah ini seperti kutukan.


Mendengar kata-kata Su Yue, wajah Su Xiaoxiao menjadi masam. Dia melangkah mundur dan meraih tangan Nyonya Gu. Dia menangis di bawah tekanan dan keluhan selama ini, "Kakak ipar kedua, mimpi Yue'er benar, kata dokter suamiku hanya bisa bertahan beberapa bulan lagi."


"Hah? Kok bisa sakit? Kak, cepat cari dokter yang terbaik!" Nyonya Gu menjadi cemas ketika mendengar bahwa adik iparnya benar-benar sakit.


"Tidak ada gunanya. Saudari Kedua sudah memanggil dokter kerajaan, mereka juga tidak berdaya." Selama ini, dia selalu menangis.


"Bibi, dalam mimpiku, aku melihat dewa tua dengan janggut putih, dia memberitahuku resep yang bisa menyembuhkan penyakit Paman. Hal ini memang sedikit aneh. Biasanya Yue'er selalu melupakan apa yang dimimpikan setelah bangun. Tapi, kali ini, aku masih mengingat resepnya dengan jelas."


Bibinya terlihat putus asa, dia mengingat bibinya yang tidak pernah keluar sejak kematian Pamannya di kehidupan sebelumnya. Dia menangis terlalu banyak sampai kehilangan penglihatannya. Tidak lama kemudian, dia juga meninggal menyusul Pamannya, dia sangat mencintai Paman!


"Yue'er tidak bohong?" Perkataan Su Yue seperti air yang dilihat orang kehausan di padang pasir atau darat yang dilihat oleh nelayan yang tersesat di laut.


Su Xiaoxiao memancarkan harapan yang berbeda. Bagaimanapun, beberapa tahun ini dia sudah mencari banyak tabib dan mencoba semua metode. Sekarang suaminya berbaring di tempat tidur, tergantung dengan tiga mangkuk obatnya setiap hari.


Jika masih ada cara lain, dia tidak akan percaya omong kosong tentang dewa dan mimpi.

__ADS_1


Namun, dia tidak memberi tahu Yue'er kalau pamannya sakit.


"Bagaimana mungkin Yue'er berani berbohong tentang penyakit Paman? Aku akan menuliskan resepnya untuk Bibi." Setelah berbicara, Su Yue berlari ke ruangannya untuk mengambil pena dan kertas, lalu menuliskan resepnya.


Isinya adalah apa yang selalu Bibinya bicarakan di kehidupan sebelumnya.


"Bibi, lihat...." Setelah menulis resep, dia mengambilnya dan menyerahkannya pada Su Xiaoxiao. Su Xiaoxiao mengambil resep itu dan membacanya untuk waktu yang lama, tetapi tidak menemukan keanehan.


"Bibi, bagaimana kalau Bibi panggil beberapa tabib dan biarkan mereka melihatnya saat kembali. Kalau tidak ada masalah, baru berikan pada Paman untuk dicoba." Su Yue berpikir resepnya memang asli, tetapi alasannya mendapatkan resep itu dari mimpi terlalu tidak logis. Lebih baik biarkan tabib melihatnya dulu agar bibinya bisa merasa lega.


"Baik, Yue'er, Bibi sudah menerima kebaikanmu. Setelah kembali, Bibi akan membiarkan beberapa tabib melihat resep ini benar-benar berguna atau tidak. Yue'er, kamu adalah penyelamat Bibi dan Pamanmu!" Su Xiaoxiao menyeka air matanya dan dengan hati-hati menyimpan resep itu di lengan bajunya.


"Bibi, kita adalah keluarga, jangan terlalu sungkan." Su Yue juga sedikit terpengaruh oleh suasana hati bibinya, hidungnya juga mulai gatal.


Su Yue mengangguk penuh terima kasih kepada bibinya. Tadi, dia melihat gadis kecil yang penakut di kerumunan. Wajahnya familier hanya terlihat sedikit lebih muda.


Di kehidupan sebelumnya, Xiao He sudah mempertaruhkan hidupnya untuk Su Yue.


Di kehidupan ini, aku pasti akan melindungimu seperti adikku sendiri.


"Bibi, aku hanya membutuhkan seorang pelayan. Pelayan lainnya, Bibi yang atur saja, Yue'er benar-benar lelah." Setelah itu, dia memberi tahu Su Xiaoxiao tempat di mana Xiao He berdiri tadi.


Setelah percakapan singkat dengan Su Yue, Xiaoxiao keluar. Dia membiarkan Xiao He tinggal di sini dan membawa pelayan lainnya pergi.


Su Xiaoxiao mengabaikan semua pekerjaannya dan segera kembali ke rumahnya. Dia meminta pelayan untuk memanggil semua tabib yang bisa dipanggil.

__ADS_1


Dia menunjukkan resep ini kepada semua tabib satu per satu. Selama proses ini, dia sangat gugup dan selalu melihat ke depan dengan takut.


"Wah, Nyonya, dari mana Anda mendapatkan resep ini? Benar-benar luar biasa, kami bahkan tak memikirkannya. Kondisi Tuan membutuhkan obat kuat seperti ginseng dan astragalus, tapi tubuh Tuan lemah dan mudah panas dalam. Kalau panas dalam menyerang sampai jantung, maka itu tak akan bisa diobat lagi."


"Jadi, kami tidak berani memakainya sama sekali. Di resep ini, tidak hanya menggunakan semuanya, tapi dosisnya juga sangat cocok. Yang lebih bagus lagi, dia menambahkan obat untuk menurunkan panas dalam. Pencampuran obat herbal ini sangat seimbang dan bisa mencapai efek penyembuhan. Benar-benar luar biasa. Saat ini, hanya Raja Pengobatan yang bisa menuliskan resep seperti ini." Salah satu pria tua berambut abu-abu memuji dan merasa malu pada saat yang sama. Pada akhirnya, ilmu pengobatan miliknya-lah yang kurang bagus.


Namun, matanya sangat tajam, resep ini memang seperti Raja Pengobatan.


Saat Su Xiaoxiao mendengar para tabib ini menilai resep ini sangat tinggi, dia sangat senang sampai jantungnya terasa ingin melompat keluar.


"Pelayan, cepat, cepat ambil obatnya dan masak untuk Tuan."


Malam itu, setelah suami Su Xiaoxiao, Zhang Pingzhi selesai minum obat, batuk sepanjang malamnya selama beberapa bulan mereda.


Melihat obat itu benar-benar berkhasiat, keesokan harinya Su Xiaoxiao langsung pergi ke Paviliun Pingyue, dia bahkan tidak sempat untuk mandi. Dia berlutut dan terisak di hadapan Su Yue.


"Bibi sedang apa, Yue'er akan dibunuh kalau Bibi begini!" Su Yue sangat ketakutan, jadi dia juga segera berlutut di hadapan bibinya. Dia tahu resepnya pasti berhasil, sehingga bibinya sangat senang sampai tak bisa berkata-kata.


Namun, Su Yue tak berani berdiri kalau Xiaoxiao tidak berdiri.


"Yue'er, Bibi berterima kasih padamu! Terima kasih karena Dewa sudah memberimu mimpi... Kamu tidak tahu, beberapa tahun ini, bagaimana aku bertahan dengan harapan dan keputusasaan selama bertahun-tahun. Saat aku mendengar sisa hidup Pamanmu hanya tersisa beberapa bulan, aku berpikir untuk pergi bersama Pamanmu," ucap Su Xiaoxiao, lalu terisak dan tidak bisa mengeluarkan suara.


"Bibi, aku tahu Bibi bahagia, tapiberdirilah dulu. Kita berdua tidak bisa terus-terusan berlutut seperti ini, 'kan?" Su Yue menyeka air matanya dan berkata dengan nada bercanda.


"Pfft." Su Xiaoxiao juga merasa ini seidikit lucu jika mereka berdua terus berlutut satu sama lain. Dia tertawa terbahak-bahak, ini adalah saat dia benar-benar tertawa selama bertahun-tahun.

__ADS_1


__ADS_2