Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi

Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi
Bab 2 Tewas Dengan Mengenaskan (2)


__ADS_3

"Kak, Kak! Kumohon, jangan sakiti anakku! Bagaimanapun juga, dia adalah putra Kaisar! Meski Kaisar tidak mencintaiku, bayi ini tetap anaknya. Dia tidak akan mengacuhkannya." Saking kalutnya, Su Yue hampir menangis. Tapi sekarang dirinya tidak memiliki bola mata, mana bisa dia mengalirkan air mata?


Su Yue ketakutan. Suara tangisan bayinya menggetarkan hatinya. Bisa-bisanya Su Xin bilang bayi ini mati. Sebodoh apa pun Su Yue, dirinya tetap mengetahui apa rencana Su Xin.


"Kamu benar. Kaisar tidak akan mengacuhkan anak ini. Tapi dia hanyalah bayi yang mati dalam kandungan, jadi Kaisar hanya akan merasa sedih selama beberapa hari."


Niat membunuh Su Xin sudah terpampang jelas dalam setiap kalimatnya. Entah tenaga dari mana, Su Yue tiba-tiba menyeret dirinya hingga terjatuh dari ranjang dengan perutnya yang sudah terbelah, lalu menyeret tubuhnya sedikit demi sedikit ke arah suara Su Xin.


"Kak, jangan, jangan ..." Sejumlah besar darah segar mengalir seiring dengan gerakannya. Bahkan usus dalam perutnya juga keluar dari luka itu dan menyisakan jejak darah yang panjang di lantai.


"Hahaha..." Melihat kondisi Su Yue yang setragis ini, hati Su Xin puas sekali. Namun, kepuasan ini masih belum cukup untuknya.


Su Xin menyambut bayi yang tengah menangis itu dari sang pengawal, lalu dia mengangkat tinggi bayi ini.


Tak lama kemudian, terdengar suara "bang". Lalu, Su Yue merasakan cairan panas terciprat ke wajahnya. Suara teriakan bayi itu pun lenyap dari telinganya. Rasanya, arwah Su Yue juga sudah lenyap seiring suara tusukan itu.


"Kenapa? Kenapa? Anakku.... anakku...." Su Yue menangis histeris, seolah-olah energi kehidupannya sudah tidak bersisa. Rasanya, dirinya ingin menenggelamkan dunia ini dan menghancurkan ibu kota yang busuk ini dengan kesedihannya.


Melihat kondisi Permaisuri yang begitu tragis, bahkan kedua pengawal yang sudah sering membunuh orang sebelumnya juga jadi tidak tega.


"Kenapa? Jelas-jelas aku lebih tua darimu. Tapi hanya karena kamu ini putri yang sah, semua hal-hal baik harus diberikan padamu!" Su Xin tahu Su Yue sudah tidak bisa bertahan lama. Sekarang, dia mengatakan semua kebencian yang dipendamnya di dalam hati.


"Padahal kamu dan ibumu hidup baik-baik di desa. Tapi kenapa kalian harus kembali? Kenapa kamu merenggut semua milikku?"

__ADS_1


"Kamu pasti bingung, padahal saat masih kecil dirimu cantik sekali dan sering mendapat pujian dari orang-orang, tapi kenapa sekarang dirimu gemuk sekali?"


"Semua ini karena setelah aku menjadi murid Raja Pengobatan, aku memasukkan obat penambah nafsu makan di setiap makananmu selama bertahun-tahun."


Apa sekarang kamu merasa Kaisar masih mencintaimu?


"Sebaiknya simpan pemikiranmu yang menyedihkan ini. Saat Kaisar tidur bersamaku, dia selalu bilang bahwa dirimu yang segemuk babi itu membuatnya jijik."


"Kalau identitasmu ini bukanlah seorang putri sah Perdana Menteri, Kaisar pun tidak bersedia menikah denganmu. Kaisar bilang, rasa sukamu hanya membuatnya jijik."


"Tidak mungkin. Kamu bohong, Kaisar bilang dia cinta padaku." Su Yue menggelengkan kepalanya dengan kuat, seolah-olah dirinya berusaha mengeluarkan perkataan Su Xin yang begitu menusuk dari telinganya.


"Hmm, mencintaimu? Dia mencintaimu karena dirimu itu putri sahnya Perdana Menteri, juga mencintai kekuasaan keluarga ibumu. Kamu tahu jelas ini semua melebihi siapa pun, hanya saja kamu tidak bersedia mengakuinya." Su Xin menghancurkan semua harapan Su Yue dengan kejam, lalu setiap katanya menyayat hati Su Yue.


"Dia juga baik sekali pada ibumu. Saking baiknya, dia memasakkan sirip ikan dan sarang burung walet untuk menambah energi ibumu. Tapi pada akhirnya, ibumu meninggal beserta bayi dalam kandungannya yang terlalu besar, bukan?" Su Yue sudah nyaris tidak sadarkan diri. Semakin tragis kondisi Su Yue saat meninggal, semakin puas pula Su Xin. Tentu saja dia tidak ingin pelit-pelit berbagi semua informasi ini lagi pada Su Yue.


"Apa hanya karena ini? Tapi, aku sudah mengalah dan menyerahkan posisiku sebagai murid Raja Pengobatan untukmu ..." Su Yue jadi teringat akan senyum ibunya yang lembut. Dulu, Su Yue pernah mengeluhkan ibunya yang lemah.


"Diam. Kamu hanya tidak berguna, bukan sengaja mengalah untukku. Siapa suruh kamu berbuat baik diam-diam, sehingga aku bisa memanen hasil atas usahamu? Lalu, posisimu sebagai Permaisuri ini juga akan menjadi milikku!" Wajah Su Xin penuh dengan amarah.


"Tapi, kita ini saudara! Kita sama-sama anak dari satu ayah!"


"Sama-sama anak dari satu ayah? Oh, Perdana Menteri itu? Saudara? Kamu?" Su Xin berjongkok. Dia menghindari darah Su Yue, lalu mengangkat dagu Su Yue dengan jarinya yang mengenakan perhiasan.

__ADS_1


"Menurutmu, kita ini mirip? Perdana Menteri hanyalah papan pijakan ibu dan aku untuk merangkak naik. Ayahmu bukanlah ayahku."


"Selain itu, ayahmu yang berupa Perdana Menteri itu seharusnya sekarang juga sudah pergi ke neraka lebih dahulu dibanding dirimu, karena sekarang keberadaannya sudah tidak ada gunanya lagi."


"Hehe... pantas saja ... pantas saja...." Ternyata mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah. Sepasang ibu dan anak itu memang licik.


"Oh ya, kuberitahu sebuah kabar lagi. Pangeran Ketiga yang mengundurkan diri dari perebutan takhta Kaisar demi dirimu juga sudah meninggal karena sakit. Jadi, semua orang yang kamu pedulikan sudah meninggal duluan. Untuk apa kamu masih melawan?"


Memikirkan sosok Pangeran Ketiga yang ganteng itu, yaitu Shangguan Nanxing, hati Su Xin jadi kecewa. Pria sebaik itu malah suka pada wanita rendahan ini. Kenapa semua hal-hal baik malah jatuh ke tangan Suyue?


Kemudian Su Yue tersenyum, menertawakan dirinya sendiri. Dirinya sudah hidup selama ini, tapi bisa-bisanya dia tidak sadar bahwa dirinya dijadikan baju pijakan orang lain. Su Yue menyalahkan dirinya tidak mengenali niat asli orang, sehingga dirinya bisa berakhir dengan begitu tragis di hadapan orang yang begitu dipercayainya.


"Su Xin, aku mengutukmu dan Shangguan Nanfeng. Seumur hidup ini, kalian tidak akan mati dengan tenang!" Suaranya yang tragis bagaikan suara setan, bergema di Paviliun Yinfeng yang hening ini.


Su Yue juga ingin berkata jika dirinya bisa mengulang semua ini dari awal, dia akan membuat mereka tidak bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan. Apa pun yang mereka inginkan, akan dihancurkannya!


Namun, Su Yue tidak berkesempatan menyelesaikan kalimatnya. Saat napasnya terputus, rasanya dirinya melihat sebuah senyuman lembut dari orang yang dikenalnya.


Tangannya mengelus kaki bayinya. Kebencian telah memenuhi dirinya, tapi sekaligus dirinya juga tidak rela. Dia mengelus kaki itu perlahan, takut menyakiti bayi yang sudah tidak bernyawa itu.


"Dia ini kuat juga. Padahal perutnya sudah dibelah lama sekali, tapi baru mati sekarang." Su Xin menatapi Su Yue yang sudah nyaris tidak menyerupai manusia. Su Xin masih bisa merasakan tatapan Su Yue dari sepasang lubang matanya yang berdarah-darah dan sudah tidak ada bola matanya itu. Karenanya, Su Xin melempar sapu tangannya yang penuh darah ke wajah Su Yue.


Begitu teringat akan kalimat Su Yue sebelumnya, mendadak Su Xin ketakutan tanpa sebab. Akan tetapi, Su Yue sudah mati. Memangnya dia masih balas dendam padanya?

__ADS_1


Tak lama kemudian, sebuah kobaran api besar membakari Paviliun Yinfeng. Saking besarnya kobaran api itu, seolah-olah tengah membakar semua kejahatan yang ada di dalamnya.


__ADS_2