Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi

Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi
Bab 13 Kejam


__ADS_3

Setelah Festival Titik Balik Matahari Musim Dingin, hari jadi lebih cepat menggelap. Sambil memotong kayu bakar, Su Yue sambil menghitung dalam hati berapa lama waktu yang dibutuhkan agar racunnya bereaksi. Setelah Nyonya Gu menyelesaikan pekerjaan di dapur, dia menatapi Su Yue yang ada di sampingnya dengan gugup.


Si hidung belang itu merasa Nyonya Gu tenggelam dalam daya pikatnya. Setiap selang waktu beberapa lama, dia akan melemparkan tatapan yang menjijikkan pada mereka.


"Bu, suruh perempuan ****** itu pergi tidur, tidak usah memotong kayu bakar lagi." Begitu gadis itu tertidur, barulah dia punya kesempatan untuk berduaan dengannya!


"Kayu bakarnya tidak perlu dipotong lagi. Cepatlah pergi mandi dan tidur." Ibu Pelayan Yun tahu niat putranya, sehingga dia meneriakkan kalimat ini pada Su Yue.


Su Yue tidak menolak. Dia segera melepaskan kapak di tangannya dan menarik tangan ibunya memasuki pintu kamar.


Ibu dan anak yang selesai mandi itu langsung berbaring di atas kasur. Nyonya Gu ketakutan sekali, dia menggeserkan tubuhnya bolak-balik di atas kasur.


"Bu, jangan takut. Percayalah padaku." Dia menepuk-nepuk punggung Nyonya Gu dengan lembut. Tidak lama kemudian, barulah napas Nyonya Gu jadi stabil.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara "Gedebuk!" Benda jatuh dari kamar sebelah. Sepertinya, benda itu juga menabrak meja hingga tumbang, kamar sebelah jadi ribut karena benda yang berjatuhan.


Akhirnya, racun itu bereaksi!


Su Yue yang berpura-pura tidur langsung membuka sepasang matanya yang jernih. Tatapannya terlihat garang. Su Yue bangun dengan tergesa-gesa, mengeluarkan jarum tipis yang dibelinya tadi siang dan hendak keluar.


"Yue'er." Keributan di kamar sebelah membangunkan Nyonya Gu. Begitu melihat putrinya hendak keluar, dia memanggil Su Yue dengan nada yang terdengar khawatir.


"Bu, tidurlah yang nyenyak. Sisanya serahkan saja padaku." Su Yue tidak tega membiarkan ibunya melihat kondisi yang berdarah-darah itu. Apalagi hal yang akan dia lakukan sangat sadis. Dia tidak ingin mengejutkan ibunya.


"Baik." Nyonya Gu menurutinya, dia tidak mengatakan apa pun lagi. Entah kenapa, begitu mendengar nada suara putrinya, Nyonya Gu jadi tenang sekali.


Su Yue keluar dan menutup pintu. Dia mendekati pintu kamar Zhang Dong yang ada di samping selangkah demi selangkah. Cahaya bulan menyinari setengah wajah Su Yue, dirinya bagaikan arwah yang merangkak keluar dari neraka.


"Ah!" Zhang Dong dan Cui Cui yang sudah mengalirkan darah dari kelima indra mereka langsung menoleh bersamaan ke arah pintu. Mereka melihat seorang wanita yang rambutnya terurai berdiri di pintu. Sementara itu, karena cahaya bulan memancar di belakang, tubuhnya pun terkesan dingin.


Setelah dilihat dengan teliti, ternyata sosok itu adalah Su Yue, si wanita ******. Hanya saja, tatapannya saat ini sangat mengerikan.

__ADS_1


"Wanita ******, kamu..." Suara Zhang Dong serak, dia masih terus memaki Su Yue.


Su Yue mendekati kedua orang yang sudah lumpuh dan terbaring di atas lantai setelah menabrak meja itu selangkah demi selangkah.


Su Yue memungut serpihan porselen di lantai, lalu mengarahkannya ke dagu Zhang Dong. Si berengsek yang kotor ini membuat Su Yue merasa jijik saat menyentuhnya.


Darah segar menetes menuruni serpihan porselen itu.


"Bagaimana rasa bunga kecubung itu?" Su Yue menatapi darah segar yang terus mengalir, kemudian menyeringai dingin.


"Kamu ... wanita licik.


Berani-beraninya kamu meracuni kami!" Sebodoh apa pun Zhang Dong, dirinya tetap memahami maksud perkataan Su Yue.


Begitu Cui Cui yang ada di samping mendengar suaminya berkata bahwa Su Yue meracuni mereka, saking kesalnya dia sampai mulai memaki-maki lagi. Tapi karena dirinya terlalu emosional, jadinya Cui Cui malah memuntahkan darah.


"Jangan terburu-buru, belum giliranmu. Tapi tidak lama lagi, setelah aku menghabisi bajingan ini, maka berikutnya giliranmu." Saat ini, Zhang Dong dan istrinya bagaikan ikan di atas talenan yang bisa dipotong Su Yue sesukanya.


Tidak lama kemudian, Su Yue menyeret Ibu Pelayan Yun datang. Demi berjaga-jaga, dia mengikat mereka bertiga sembari memegang pisau tajam dari dapur.


"Kamu ... wanita ******! Cepat lepaskan kami, coba saja jika kamu berani menyentuh kami!" Ibu Pelayan Yun masih terus memarahinya, dia tidak percaya bahwa seorang anak yang berumur 14 tahun berani melakukan pembunuhan.


"Kalau disuruh coba ya coba.


Kalau aku tidak salah ingat, kamu sering memukul ibuku dengan tangan kananmu ini, 'kan?" Su Yue menatapi Ibu Pelayan Yun. Tatapannya garang sekali.


Detik berikutnya, terdengar suara teriakan yang tragis. Su Yue langsung menusuk tangan Ibu Pelayan Yun dengan pisaunya hingga tembus. Lalu, Su Yue menarik pisau itu untuk memotong lengan Ibu Pelayan Yun hingga putus. Darah segar langsung menyembur keluar, beberapa tetes di antaranya terciprat ke wajah Su Yue. Di bawah sinar bulan, pemandangan ini terlihat sangat mengerikan.


Tangan kanan Ibu Pelayan Yun sekarang sudah cacat sepenuhnya.


"Wanita ******, berani-beraninya kamu melukai ibuku!" Mendengar teriakan tragis Ibunya, Zhang Dong langsung memarahinya. "Berisik!" Dalam sekejap, sebuah jarum tipis langsung menancap di leher Zhang Dong. Setelahnya, Zhang Dong tidak bisa bersuara lagi.

__ADS_1


"Sekarang ruangan ini sudah jauh lebih tenang. Menurutmu bagaimana?" Su Yue menoleh sambil tersenyum dingin pada Cui Cui. Dengan darah yang sedang menetes menuruni wajahnya, Su Yue terlihat bagai setan pencabut nyawa.


"Ah... setan!" Cui Cui langsung tidak sadarkan diri setelah berteriak.


"Heh. Seingatku, kamu juga sering memukul ibuku, 'kan?" Begitu Su Yue menyelesaikan kalimatnya, Cui Cui yang pingsan langsung sadarkan diri.


"Jangan, jangan potong tanganku." Cui Cui bergetar, memohon pengampunan dengan nada suaranya yang terdengar menyedihkan.


"Tenang saja, sekarang aku tidak akan menyakitimu, tapi jangan berpura-pura pingsan lagi. Buka matamu lebar-lebar, lihat baik-baik bagaimana aku menyiksa suami tercintamu ini. Kalau kamu berani memejamkan mata, maka berikutnya giliranmu." Su Yue sengaja mendekati Cui Cui. Setiap patah katanya membuat Cui Cui bergetar tanpa henti.


"Ibu Pelayan Yun, sebenarnya siapa orang di Kediaman Perdana Menteri yang memerintahkan kalian untuk menyiksa kami?"


Saat ini, Ibu Pelayan Yun yang kesakitan sedang menangis meraung-raung, dia sama sekali tidak memedulikan pertanyaan Su Yue.


"Bagus sekali. Sekarang kamu mengacuhkanku?" Lalu dalam satu tebasan, pergelangan tangan dan telapak tangan kanan Zhang Dong langsung ditebas sampai putus. Karena Zhang Dong tidak bisa bersuara, jadi rasa sakit yang luar biasa ini hanya membuat Zhang Dong mengeluarkan suara napas yang kasar dari tenggorokannya.


"Anakku... anakku... berani-beraninya kamu!" Ibu Pelayan Yun sudah gugup sepenuhnya. Saat ini, Su Yue mirip sekali dengan petugas yang menjalankan eksekusi.


"Kenapa aku bisa tidak berani? Jangan lupa, aku ini putri sah Perdana Menteri. Aku hanya sedang memberi hukuman pada pelayan jahat." Dia menarik jubah Ibu Pelayan Yun untuk mengelap darah segar di pisaunya.


"Kamu masih belum menjawab pertanyaanku, atau mungkin kamu ingin tangan putramu yang satunya lagi juga dipotong?" Su Yue mengarahkan pisau yang sudah dilapnya sampai bersih ke tangan kiri Zhang Dong, berpura-pura hendak memotongnya.


"Jangan, jangan! Akan kukatakan, akan kukatakan! Orangnya Nyonya Liu. Setiap tahun, Nyonya Liu akan memberikanku dua tahil perak dan memerintahkanku untuk menyiksa kalian sesukanya, lebih baik lagi jika kalian disiksa sampai mati. Selamanya tidak kembali ke Kediaman Perdana Menteri." Sekarang Ibu Pelayan Yun benar-benar ketakutan. Su Yue yang ada di hadapannya sama sekali bukan manusia, tapi setan!


"Benarkah? Apakah ada yang kamu sembunyikan? Apakah Perdana Menteri juga ikut serta dalam memberi perintah ini?" Su Yue sama sekali tidak peduli pada perilaku Nyonya Liu. Dia hanya ingin tahu apakah ayahnya juga ikut serta untuk menindas mereka atau tidak.


"Tidak, tidak. Perdana Menteri tidak pernah menanyai kondisi kalian." Ibu Pelayan Yun menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"Tidak pernah bertanya?" Heh, anak dan istrinya sedang menderita. Naumn dia malah sama sekali tidak peduli. Benar-benar seorang 'ayah yang baik'!


Begitu mendapatkan jawaban yang diinginkannya, Su Yue langsung menusukkan sebuah jarum ke pangkal paha Zhang Dong. Kemudian, Su Yue menusukkan beberapa jarum lagi ke punggungnya, membuat Zhang Dong langsung melemas.

__ADS_1


Jangan harap dia bisa bangkit lagi dari ranjang. Selain itu, jangan harap juga organ reproduksinya itu bisa digunakan lagi.


__ADS_2