Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi

Mengubah Hidupnya Setelah Rainkarnasi
Bad 24 Bertaruh Dengan Kaisar


__ADS_3

"Oh? Mimpi apa? Apa mimpi itu berhubungan dengan hujan ini?" Su Yan baru menampakkan ketertarikannya akan topik ini. Hanya saja, dia masih menggambar dengan asyik.


Su Yue sama sekali tidak kesal. Dia merendahkan suaranya seperti sedang bergumam, tapi di suaranya masih terdapat kepanikan seolah-olah dia memang mengalaminya sendiri, "Yue'er memimpikan bahwa hujan ini turun selama tiga bulan berturut-turut, lalu Sungai Wei meluap dan semua orang dievakuasi. Beberapa bulan kemudian, ladang yang tergenang air gagal panen sehingga banyak korban yang mati kelaparan.”


Kuas Perdana Menteri Su akhirnya terbanting keras. Tinta hitam segera berceceran dan menodai Lukisan Selamat Datang di Musim Semi yang bagus.


Dia menatap untuk waktu yang lama. Dia jelas sedikit terkejut dengan mimpi Su Yue, tetapi pada akhirnya dia hanya menghela nafas, "Yue'er, mungkin sudah terlalu lama hujan sehingga kamu mengalami mimpi buruk seperti itu. Nanti aku akan menyuruh bawahanku menyalakan dupa yang menenangkan untukmu."


Perdana Menteri masih saja tidak percaya. Benar juga! Tidak mungkin seseorang yang telah duduk lama di jabatan tinggi bisa dengan mudahnya percaya bahwa mimpi akan menjadi kenyataan.


Su Yue menggigit bibirnya dan mengernyit, "Ayah, apa Ayah tahu akhir-akhir ini kondisi Paman sudah membaik?"


Bagaimana pun caranya, dia harrus meyakinkan ayahnya.


"Aku sudah mendengar kabar baik ini dari tantemu. Untuk apa kamu menanyakan ini?" Perdana Menteri sangat menyesal melihat Lukisan Menyambut Musim Semi setengah jadi itu telah ternodai tinta.


"Alasan kenapa kondisi Paman bisa membaik adalah karena seorang dewa memberi saya sebuah resep melalui mimpi. Lalu saya menuliskannya dan memberikannya pada Tante. Makanya Paman yang tidak bisa disembuhkan para tabib bisa terselamatkan dari ambang kematian."


"Itulah mengapa saya menduga bahwa mimpi kali ini juga merupakan sebuah peringatan dari dewa. Apa yang saya lihat dalam mimpi benar-benar terasa sangat nyata."


"Benarkah?" Perdana Menteri sontak bangkit. Meskipun dia tidak percaya pada hantu dan dewa, dia amat kaget ketika mengetahui adik iparnya ternyata diselamatkan oleh dewa melalui tangan Yue'er.


Dia tahu betapa seriusnya kondisi adik iparnya. Adiknya telah mendatangkan semua tabib yang bisa dihubungi dan dia sendiri bahkan juga telah mengundang tabib istana untuk memeriksa kondisi adik ipar, tapi semua tabib pada angkat tangan.


Dia juga tahu bahwa kondisi adik iparnya telah membaik, tapi sebelumnya dia hanya mengira adiknya mungkin telah menemukan dokter jenius. Siapa tahu, sekarang dia tiba-tiba diberi tahu Yue'er bahwa dewa-lah yang memberinya resep untuk menyembuhkan adik ipar. Terlebih lagi, hal ini terjadi dalam mimpi!


"Benar, Ayah! Ayah boleh mendatangkan Tante untuk mengonfirmasi hal ini." Su Yue menghadapi interogasi ayahnya dengan tenang. Dia tahu di saat seperti ini dirinya tidak boleh menampakkan sedikit pun kegelisahan.


Beberapa saat kemudian, Perdana Menteri perlahan duduk, "Aku percaya pada Yue'er."


Tampaknya Su Yue telah memenangkan pertempuran mental kali ini.


"Ayah, bendungan sungai harus diperkuat. Ini adalah bimbingan para dewa. Kalau hujan ini benar-benar berlangsung hingga tiga bulan dan usulan Anda berhasil menghindari bencana besar, jangankan imbalan dari Kaisar, bahkan rakyat pun akan memuji Anda. Kalau Anda tidak bisa meyakinkan kaisar, saya yang akan membujuk Kaisar!"


Su Yan mengernyit. Otaknya terus memikirkan apa yang baru saja dikatakan Su Yue.

__ADS_1


"Besok ikutlah denganku ke istana bersama Tante." Perdana Menteri akhirnya berkompromi setelah mendengar 'pujian rakyat' yang disebut Su Yue. Namun, dia merasa dia tidak boleh memberi usulan tanpa bukti. Pengakuan langsung dari Su Yue diperlukan supaya terkesan lebih meyakinkan.


"Baik!" Su Yue mengangguk sambil tersenyum. Dia berhasil meyakinkan ayahnya!


Sebenarnya Perdana Menteri mempunyai niat sendiri. Begitu ramalan putrinya ini benar, maka masa depannya pun akan terbantu.


Bahkan adik iparnya sekalipun sudah disembuhkan oleh resep yang didapatkan putrinya dari mimpi.


Keesokan paginya, Su Yue dan tantenya memasuki istana bersama ayahnya dengan kereta. Di sepanjang jalan, tante sangat gugup. Dia bahkan keringatan di musim dingin ini.


Su Yue menepuk tangan bibinya beberapa kali.


Setibanya di gerbang istana, Perdana Menteri menyuruh mereka untuk menunggu di kereta sebelum dipanggil Kaisar. Anggota keluarga pejabat memang tidak boleh mengunjungi Kaisar semaunya tanpa panggilan langsung dari Kaisar.


Selama mereka menunggu, tante gemetaran karena terlampau takut dan gugup, Su Yue mencoba untuk menenangkannya.


"Jangan gugup, Tante. Tante hanya perlu mengikuti kata-kata saya. Kalau mimpi saya benar, maka penguatan bendungan akan menjadi berkah besar bagi Paman."


Su Yue tahu bahwa titik lemah tantenya adalah paman. Makanya dia sengaja menyebut paman.


Benar saja! Begitu tantenya mendengar bahwa hal ini dapat membantu suaminya, dia menjadi lebih tegas, "Yue'er benar, ini adalah berkah besar! Aku tidak boleh mengacaukannya."


Su Yue membawa tantenya turun dari kereta. Mereka berjalan selangkah demi selangkah menuju Paviliun Jinluan dengan penuh keyakinan.


Tak lama kemudian, mereka berdiri di tengah aula utama sembari dipandangi semua pejabat.


"Hamba, Su Yue." "Hamba, Su Xiaoxiao."


"Hormat pada Yang Mulia. Semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat walafiat." Usai berkata, mereka berdua berlutut di aula Paviliun Jinluan sambil menunggu respons dari kaisar.


"Bangunlah."


"Terima kasih, Yang Mulia." Su Yue dan tantenya bangkit. Mereka menunduk melihat lantai. Tanpa izin dari Kaisar, orang-orang tidak boleh bertatapan langsung dengan Kaisar. Kalau tidak, mereka bisa saja dihukum mati.


"Su Yue, angkat kepalamu." Suara yang sangat tegas datang dari arah depan. Dalam suara tersebut juga terdapat tekanan yang kuat.

__ADS_1


"Baik." Su Yue bersikap santai, tidak rendah diri maupun tinggi hati. Dia mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan Kaisar yang duduk di kursi naga emas.


Kaisar memiliki fitur wajah yang bagus, kontur wajah jelas, alis yang terkesan tegas, serta sepasang mata yang seolah-olah bisa menembus pikiran semua orang.


Paviliun Jinluan dikelilingi suasana penuh kewibawaan. Sebagai seorang gadis berusia 14 tahun, Su Yue malah bisa bersikap anggun tanpa membawa sifat kekanak-kanakan. Hal ini membuatnya dipuji banyak orang, termasuk Kaisar.


"Su Yue, apakah yang dikatakan ayahmu Perdana Menteri Su benar?" tanya Kaisar.


"Benar, Yang Mulia. Mimpi itu rasanya seperti pengalaman nyata." Meskipun hatinya sangat tegang, Su Yue berusaha bersikap setenang mungkin sembari bertatapan dengan Kaisar. Dia mencoba menggunakan tatapannya yang tenang ini untuk membuktikan bahwa apa yang dia katakan itu benar.


Dia tidak boleh menundukkan kepalanya. Jika dia tidak berani menatap kaisar, itu artinya dia gelisah. Lalu bagaimana dia bisa meyakinkan kaisar?


Jawabannya sontak menimbulkan desas-desus antara para pejabat yang hadir.


Sejak dia memasuki Paviliun Jinluan, ada tatapan yang terus menatapnya dengan keras. Banyak sekali hal rumit dalam tatapan itu.


Tatapan itu berasal dari Pangeran Ketiga.


Sejak Perdana Menteri mengatakan bahwa putrinya memimpikan tiga bulan hujan lebat di Kerajaan Dongyou yang kemudian menyebabkan Sungai Wei meluap sehingga rakyat hidup menderita, dia pun mulai curiga apakah Su Yue juga terlahir kembali seperti dirinya.


Karena banjir itu memang terjadi di kehidupan sebelumnya.


Dia kegirangan hingga merasa sedikit gugup. Jika Yue'er benar-benar terlahir kembali sebagai dirinya sendiri, apakah itu berarti bahwa dalam kehidupan ini Yue'er akan memilihnya?


Ketika dia melihat seorang gadis kurus dengan rambut kering muncul di depan gerbang tinggi Paviliun Jinluan, dia langsung tahu bahwa gadis ini pasti kekurangan gizi.


Tangannya terkepal dan kukunya menusuk daging. Dalam pertemuan pertama mereka di kehidupan sebelumnya, Yue'er menjadi gemuk dan kembung karena tindakan kakaknya. Dia bertanya-tanya mengapa setiap pertemuan pertama di antara mereka, Yue'er selalu muncul dalam keadaan tidak baik.


Satu-satunya hal yang tidak berubah adalah matanya yang murni dan polos.


"Nyonya Su, Perdana Menteri mengatakan bahwa Su Yue diberi resep oleh dewa melalui mimpi. Resep tersebut telah menyelamatkan suami Anda yang mengidap penyakit tak tersembuhkan. Apa hal ini benar adanya?"


"Lapor... lapor pada Kaisar, hal ini benar terjadi." Su Xiaoxiao ketakutan hingga gemetar. Namun, dia tetap bertahan demi suaminya.


"Su Yue, penguatan bendungan bukan masalah sepele. Hal ini akan menghabiskan banyak energi dan sumber daya keuangan. Bagaimana jika hujan tidak berlangsung selama tiga bulan?" Kaisar jelas masih ragu. Namun, setiap keputusan yang berkaitan dengan urusan pemerintahan harus dipertimbangkan dengan hati-hati, bukan hanya berdasarkan mimpi.

__ADS_1


"Apakah Kaisar tertarik untuk bertaruh dengan budak itu? Kami bertaruh apakah akan turun hujan selama tiga bulan!" Su Yue mempresentasikan proposal taruhan yang telah dia pikirkan sejak lama.


Semua pejabat terkejut!


__ADS_2