
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
"Udah 3 bulan sejak gw tinggal di sini. Dan, sekarang juga cerita mereka di mulai. Kalau sesuai cerita, karakter gw, Delia sama Riska udah gak ada, alias metok. Tapi karena gw yang ubah beberapa adegan karakter kita, kita masih hidup sampai sekarang. Tapi ini belum bisa di katakan kalau kita gak bakal mati. Gw harus terus waspada, dan awasi beberapa tokoh, yang lebih penting keselamatan Riska sama Delia juga. Tapi dengan sifat mereka, aisshhh." Zelisia mendesah pelan saat menghadapi sifat Delia dan Riska, tidak mungkin sifat Delia yang lebih... Apa yah? Sulit di katakan.
"Kalau gak salah, hari ini ada murid baru 'kan? Mubar yang nantinya ngejer ngejer Protagonis Cewek, yang lama lama jadi benci sama si Protagonis. Jangan lupa, ada antek anteknya, yang ujung ujungnya si cowok ini di kucilkan sama antek anteknya, karena menurut mereka, nih cowok jahat. Namanya apa lagi yah, gw lupa." Gumam Zelisia yang mengingat ingat tokoh tokoh penting yang ada di novel itu.
"Ok, sekarang misi gw, gw harus gabung sama orang orang yang kemungkinan besar bakal jadi korban para shikopat ini. Buat profokatornya, nanti kalau kekuatan gw udah cukup, gw bisa bongkar profokatornya." Ucap Zelisia sambil menatap pantulannya di cermin.
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
"AYANG GERALD?!" Teriak Zelisia dari ambang pintu membuat semua mata melihatnya yang sedang cengar cengir tidak jelas di depan kelas. Sedangkan Gerald yang namanya di soraki dengan begitu merdu hanya mendelik tajam kearah Zelisia.
"Kebiasaan lo Zel. Jadian aja kagak, lah lo udah klaim?!" Ucap salah satu siswa yang ada di sana.
"Yah, lo pada gak bantuin sih. Mana bisa lancar, ya ga?!" Ucap Zelisia sambil menaik turunkan alisnya menatap siswa tadi.
"Hilihhh, kalau seorang Zelisia di campur sama seorang Gerald, nih kelas ancor, gak ada bentuk. Pernah 'kan, nonton Tom and Jerry?! Nohhh, kalian berdua Tom and Jerry versi dua kaki dua tangan." Ucap Riska yang langsung mendapat gelak tawa dari seisi kelas (Kata si Riska gak salah sih).
"Dihhh, enak aja lu samain gw, cewek yang super cantik ini sama kartun hewan itu. Cuih cuih, mana pantas. Hiks, kalian berdusta." Ucap Zelisia yang mulai berdrama, dan membuat ekspresi seolah olah tersakiti.
BUKKHHHH
"Diem nying. Muka lo udah kayak monyet, malah makin mirip. Gak enak liatnya?!" Ucap Gerald setelah melempar sebuah buku, yang mendarat dengan sempurna di wajah Zelisia.
"Anj*m!" Umpat Zelisia ketika merasakan wajahnya sedikit kebas karena pukulan buku yang di lempar oleh Gerard. "Jahat bener lo ama calon." Ucap Zelisia dengan wajah memelas.
"Calon, calon?! Iya, lo calon, calon b*bi?!" Ucap Gerald menatap Zelisia dengan kesal.
"Ya 'kan, lo b*bi gw yank." Ucap Zelisia sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"BWAHAHA, KENA PUKUL KATA KATA SENDIRI SI GERALD?!" Sorak siswa-siswi di kelas ketika Zelisia berbalik mengatainya b*bi.
"Gw bukan b*bi, anj*rrr?!" Ucap Gerald yang semakin kesal "DIEM LO?!" Kesal Gerald menatap semua siswa-siswi di kelas itu bak predator.
"Udah Zel, mending lo ma gw aja. Tuh ketua kelas gak mau sama lo, gw mau?!" Ucap Lucas dengan percaya dirinya.
"Gak?!" Ucap Zelisia dengan wajah datar, dan langsung berjalan ketempat duduknya.
"G*la, si Zeli songong bet. Tuh ada cogan yang mau, malah di tolak?!"
"Ye, si Zeli 'kan punya otak. Mana mau Zeli ma buaya?!"
"Iya juga. Tapi 'kan buaya, tetap bisa di porotin?!"
"Si Zeli 'kan udah kaya, kaya monyet maksudnya?!"
"Heh, kuyang acem?! Orang cantik gini di samain sama onyet?!" Ucap Zelisia tidak terima.
__ADS_1
"BWAHAHAHA."
"Udah Zel, mending lo mau ma gw aja. Gw udah gans, kaya, baek. Banding ma si Gerald, gw lebih baek, ya gak Ka?!" Ucap Lucas dengan percaya dirinya, sambil menatap Mustika meminta pendapat.
'Baik apaan? Mana ada shikopat baik?! Palingan lo baik cuma di mata penulis novel ini, penggemarnya, and temen temen lo itu.' Batin Zelisia memutar matanya malas.
"Zeli sukanya sama Gerald, bukan kamu Lucas." Ucap Mustika membuat senyum Lucas seketika pudar.
"Wkwk, tertampar kenyataan yah." Ledek Andrean menatap Lucas yang langsung menatapnya kesal "Haha, Tika juga, kata katanya bagus bet." Ucap Andrean yang di iringi gelak tawa.
"Oh iya, Erlangga mana? Kok gak keliatan?" Ucap Mustika saat tidak menemukan seseorang yang super dingin.
"Oh, itu. Dia lagi nemuin pujaan hati, wkwk. Taulah, yang lagi bucinan, yah gitu. Teman di lupakan, wkwk." Ucap Andrean.
"Lahh, sejak kapan mereka pacaran?" Tanya Lucas.
"Gak pacaran sih. Emng ngomong pujaan hati harus pacaran?" Tanya balik Andrean.
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
"Ahhh, akhirnya bisa pulang." Ucap Zelisia senang, karena bel pulang baru saja berbunyi.
Mereka langsung membereskan barang barang mereka kedalam tas, dan seperti biasa Zelisia, Mustika, dan Gerald berjalan beriringan keparkiran. Erlangga dkk, pastinya menjemput MC mereka dari kelasnya.
"WOIII, KASARRR?!"
Sampai di parkiran, Zelisia memanggil seseorang, yang baru saja dia kenal tadi.
"Gapapa kali. Ini tuh lagi pendekatan tau. Hubungan kecil itu tercipta dari sebuah panggilan istimewa, kau pintar, harusnya taukan?!" Ucap Zelisia sambil menyugar rambut pendeknya.
"Cihh, katanya suka sama gwlah, apalah, segala macam." Cercah Gerald meliuk liukan tubuhnya mengikuti gaya Zelisia saat menempelinya, atau menggodanya. 'Gw aja gak ada nama istimewa tuh?! Mana katanya suka ma gw?!' Batin Gerald kesal.
"Acieee, yang cemburu ayangnya lirik yang lain~" Ucap Zelisia melirik Gerald sambil tersenyum usil.
"Gw, cemburu sama lo?! Noh, b*bi yang cemburu sama lo?!" Ucap Gerald mendorong kepala Zelisia hinggal Zelisia maju beberapa langkah. 'Ini anak suka ngehalu gak bener.' Batin Gerald.
"Ya ya ya. Gerald 'kan b*bi kesayangan Zelisia." Ucap Zelisia yang semakin senang menggoda Gerald.
"Lo manggil gw?" Tanya seorang pria yang sudah berdiri di depan mereka.
"Oh iya, gw manggil lo tadi. Temen temen lo mana Sar?" Ucap Zelisia sambil melihat kearah belakang pria itu, tapi tidak menemukan mereka.
"Lagi ngambil motor." Ucap pria itu sambil menunjuk teman temannya yang sedang menyalakan motor mereka.
"Oh iya. Nanti kita ketemu di caffe ***. Ntar gw yang traktir, gak bakal rugi." Ucap Zelisia sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
"Ok, nanti gw ngomong ma mereka. Btw, nama gw Alaskar, bukan Kasar." Ucap pria itu yang membenarkan panggilannya.
__ADS_1
"Gw tau, gw tau. Anggap aja itu panggilan sayang dari gw." Ucap Zelisia menatap Alaskar genit.
"Heh, mata lo?!" Ucap Gerald memukul kepala Zelisia 'Apa apaan? Lirik cowok lain depan gw?! Bener bener, cuih?!' Batin Gerald kesal.
"Yeee, nih mata gw masih di tempat. Gak usah di pukul gitu juga nih pala gw?!" Ucap Zelisia mengusap kepala.
'Oh, hm, sepertinya seseorang benar benar terjebak sesuatu.' Batin Mustika menatap ketiga orang itu secara bergantian. 'yaudahlah, ini bukan urusanku juga.' Batinnya lagi.
"Ehh, Zel, Ger, Al, aku duluan yah, jemputanku udah datang." Ucap Mustika.
"Oh, bye Ka. Tiati yah." Ucap Zelisia yang di balas anggukan ringan dari Mustika.
"Lo gak pulang juga?" Tanya Zelisia menatap Gerald.
"Gw di usir?" Tanya Gerald sambil menaikkan sebelah alisnya. 'Berani bet ngusir gw? Apa itu bualan dia kemarin? Gw langsung di lupain kalau udah liat cowok baru, gitu?!' Batin Gerald seolah olah ingin menelan Zelisia hidup hidup.
"Ya, lo 'kan kerja gitu. Gw cuma nanya tadi, gak ngusir kok. Mana tega ngusir ayang sendiri." Ucap Zelisia menatap Gerald manja.
"Ekhem, gw masih orang ye." Deheman seseorang langsung mengalihkan atensi kedua orang itu.
"Ohhh, gini aja, biar adil. Lo berdua jadi pacar gw aja sekaligus." Ucap Zelisia sambil menggandeng kedua pria itu 'Wow, rejeki anak yetem. Lagian sama sama ganteng 'kan, mending dua duanya jadi ayang gw, dari pada ngejar yang gak pasti, wkwk. Pastinya yang onoh udah milik orang laen.' Batin Zelisia dengan senyum penuh kemenangan.
"Gak?!" Ucap kedua pria itu dengan kompak menjauh dari Zelisia 'Dasar Buaya betina?!' Batin keduanya menatap Zelisia horor.
Nama : Alaskar Mahesa (Antagonis/Mubar)
Umur : 17 Tahun
Nama : Farelio Anendra
Umur : 17 Tahun
Nama : Arelio Anendra
Umur : 18 Tahun
Nama : Rayansha Hardika
Umur : 18 Tahun
__ADS_1
(Nih, bonus senyuman Gerald🏃)