Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi

Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi
BAB 28 Mengkhayal


__ADS_3

"Hahhh~" Untuk kesekian kalinya, Zelisia menghela nafas. Sejak tadi, pikirannya masih melayang layang kedunia asalnya. "Gw berharap, masuknya gw kedunia novel ini cuma ujian sementara dari Tuhan. Suatu saat gw bakal balik kedunia asal gw, dan bisa hidup jadi diri gw sendiri." Gumam Zelisia sambil menutup matanya dengan lengannya.


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu itu mengganggu konsentrasi Zelisia yang sedang sibuk mengkhayal. Zelisia langsung bangkit dari posisi tidurnya, "Ada apa?" Tanya Zelisia menanggapi ketukan pintu itu.


"Non, waktunya makan malam, tuan besar dan yang lain sudah menunggu dibawah." Suara wanita paruh baya yang begitu familiar ditelinga Zelisia.


"Iya Bi, bentar lagi Sia turun." Sahut Zelisia.


"Ahh, menyebalkan." Ucap Zelisia sambil akhirnya berjalan keluar dari kamarnya.


Zelisia keluar dari dalam lift, dan langsung pergi ke dapur tanpa memedulikan orang orang yang sedang duduk di meja makan itu.


"Bibi, apa yang sedang kau masak?" Tanya Zelisia saat berada di dekat wanita paruh baya yang sedang sibuk membolak balik isi wajan itu.


"Eh, non Sia ngapain kesini? Non tunggu di meja makan aja. Ini udah mau selesai kok non." Ucap Bibi sekilas melirik Zelisia yang kemudian kembali fokus ke pekerjaannya.


"Gapapa Bi, Sia disini aja nemenin Bibi masak."


"Yaudah, terserah non aja deh." Ucap Bibi pasrah, dia tidak ingin membuat Nonanya itu berakhir mogok makan karena memaksanya untuk duduk di meja makan.


"Hei hei cucuku tersayang, apa begini caramu memperlakukan orang tua sepertiku ini? Kejam sekali dia ini." Ucap Louise dengan nada sok sedih.

__ADS_1


"Kamu nanya?" Gumam Zelisia yang masih bisa di dengar oleh mereka.


"Dasar gadis tidak punya sopan santun. Lihat saja kau nanti, hump." Ucap Louise dengan nada kesal.


"Diamlah orang tua. Jika kamu bicara lagi, gigimu akan lepas semua." Ucap Zelisia.


"Si... Sia, kamu gak boleh ngomong gitu sama Opa." Ucap Alesa berusaha mencairkan suasana.


"Huaa, kamu memang cucu paling pengertian. Tidak seperti seseorang." Ucap Louise mengejek.


"Hanya kau yang mengklaim ku sebagai cucumu, tapi kau bukan kakekku." Ucap Zelisia dengan nada dingin.


Mereka tertegun mendengar penuturan dingin Zelisia barusan. Akan wajar bagi mereka jika orangtua Zelisia yang Zelisia perlakukan seperti itu, tapi jika Louise yang diperlakukan seperti itu, jelas sesuatu yang tidak dapat di terima.


"Ya ya ya, kamu bukan cucuku, aku juga tidak ingin jadi kakekmu. Dasar manusia kejam." Celoteh Louise berusaha bersikap seperti biasa.


Zelisia keluar dari dapur sambil membawa makanannya, dan berjalan menuju ruang TV.


"Hei, mau kemana kau bocah tengik. Jangan kotori sofa lagi dengan sisa makananmu itu, siapa yang akan membersihkannya nanti, hah?" Ucap Louise.


"Kamu nanya." Ucap Zelisia sambil terus melangkah ke meja TV.


"Udah kek, jangan marah marah lagi. Biarin aja Sia nya makan disana." Ucap Alesa lembut.

__ADS_1


"Em, aku udah kenyang. Mau kekamar dulu, nyelesain tugas kuliah." Ucap Alvaro berjalan pergi dari meja makan.


"Ada apa dengannya?" Ucap Louise bingung, lantaran makanan Alvaro belum di sentuh sama sekali.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Baiklah, untuk tugas ini, kita akan bentuk kelompok, satu kelompok terdiri dari 4 orang. Kelompok 1, ada Aldi, Sintia, Yanto, dan Friska. Kelompok 2, Amanda, Arya, Clara, dan Riko. Kelompok 3 ada Mustika, Zelisia, Gerald, Bara, dan Lucas, kelompok 4, Erlangga, Andrean, Hendra, dan Satria, kelompok 5, bla bla bla bla bla..." Ucap guru membagi kelompok tugas.


"Yess, satu kelompok sama Gerald." Ucap Zelisia sok girang.


"Zel, diem?! Itu gurunya masih ngomong di depan." Tegur Mustika yang terusik dengan cicitan makhluk di sebelahnya, alias Zelisia yang bertingkah seperti biasanya.


"Buat apa di denger sih tuh guru? Gw aja udah capek, pegal nih ****** dari tadi duduk di bangku besi kayak gini. Aduh duh, bisa bisa gw encok ini, mana masih muda lagi. Gak lucu kalau gw tiba tiba jalan pake tokat." Ucap Zelisia dengan nada pelan sambil menggerak gerakan tubuhnya tidak tenang.


Bayangin aja tuh, lo duduk berjam jam, gak ngapa ngapain, kecuali tontonin guru yang gak tau lagi ngomong apa, terus jalan bolak balik kayak strika rusak, mana kursinya keras kayak duduk diatas batu. Siksaan paket lengkap uyyy.


Mustika hanya menggeleng gelengkan kepalanya, dia sudah mulai terbiasa dengan sifat Zelisia yang berubah ubah tidak karuan.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


Seperti biasa, mereka berkumpul di kantin, dan bertambah satu manusia lagi di antara mereka, yaitu, Lucas. Berikan tepuk tangan yang meriah bagi Lucas, yang akhirnya mulai berkumpul dengan kelompok orang gila di kantin itu.


"Cieee, yang di buntuti ayang~" Goda Ray di iringi siulan kecil.

__ADS_1


__ADS_2