Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi

Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi
BAB 16 Di Caffe


__ADS_3

✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Gerald ganteng bet. Apa lagi kalau lagi kesal, imut imut gitu." Ucap Zelisia yang menggoda Gerald.


"Buaya betina sedang beraksi gess." Ucap Ray yang langsung di tanggapi gelak tawa oleh teman-temannya.


"Iri? Bilang kawan, jangan nusuk." Ucap Zelisia sambil menunjukkan jari tengah kepada Ray.


"Dihh, siapa yang nusuk?! Pitnah beliau ini." Ucap Ray.


"Bro, ikhlas bet sih lo, jadi bahan tetawaan?!" Bisik Farel yang posisinya ada di samping Gerald, pada Gerald.


"Maksud lo apaan?"


"Maksud gw gini. Lo 'kan cowok, dan dimana mana, cowok itu lebih dominan dari cewek. Paham 'kan maksud gw?" Ucap Farel memberi isyarat.


"Ya, terus?"


"Kalau gw jadi lo yah, gw gak mau di godain ama cewek. Malu coy. Masa cowok yang tersipu gara gara cewek?! 'Kan gak lucu bre." Ucap Farel.


'Hm, iya juga yah?! Masa gw di godain, harusnya 'kan sebaliknya?!' Batin Gerald sambil menganggukkan kepalanya.


'Anj*m, nih anak polos bet. Wkwk.' Batin Farel.


"Ehh, kalian bahas apa nih? Wahh, lo jangan ngegay sama calon gw oiii?!"


"Mon maap ye, gw masih suka gunung kembar." Ucap Farel sambil menjauhkan tubuhnya dari Gerald.


"Bagus deh kalau gitu. Gw kasian sama lo ntar, kalau kalah saing sama gw." Ucap Zelisia sambil memeluk lengan Gerald.


"Anj*rrrr, lepasi oii." Ucap Gerald sambil menepis tangan Zelisia dari lengannya.


"Ya ya ya." Ucap Zelisia yang beralih memainkan ponselnya.


Saat sedang memainkan ponselnya, tiba tiba ada chat yang masuk, dari `Dirga Beban Keluarga`.

__ADS_1


'Ngapapin nih beban keluarga chat gw? Aulah, diemin aja?!' Batin Zelisia memilih mengabaikan chat itu. Tapi Dirga mengiriminya pesan terus menerus, hingga akhirnya Dirga menelponnya.


'Ini orang maunya apaan sih?!' Batin Zelisia kesal, langsung menolak panggilan Dirga.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Haishh, malah di tolak?!" Gumam Dirga, yang berusaha menghubungi Zelisia.


"Gimana bang?" Tanya Herson dengan raut wajah panik.


"Em, kayaknya koneksi jaringannya gak bagus pa. Bentar, aku coba keluar dulu." Ucap Dirga bohong, kemudian keluar dari kamar orang tuanya.


"Angkat Sia. Haishh." Ucap Dirga yang kembali menelpon Zelisia, namun lagi lagi, ditolak.


Tak menyerah, Dirga terus menelpon Zelisia, hingga akhirnya Zelisia mengangkat telponnya.


"Akhirnya kamu mau angkat juga." Ucap Dirga lega. Namun tidak mendapat tanggapan apapun dari Zelisia.


"Kamu dimana Sia? Ini bentar lagi udah malam, pulang?!" Ucap Dirga tidak tenang.


"Mama sakit, jadi kamu pulang yah dek." Ucap Dirga membujuk Zelisia.


"Oh, makasih infonya. Ada kalian yang urus 'kan? Gw bakal pulang, kalau gw mau pulang." Ucap Zelisia.


"Tapi..." Belum selesai Dirga berbicara, Zelisia sudah memutuskan sambungan telponnya.


"Astaga Sia, kamu udah beneran gak peduli lagi? Ini mama lagi sakit lohh?! hahh." Ucap Dirga sambil menatap layar ponselnya, kemudian menghela nafas lelah.


"Pa, katanya Sia belum bisa pulang dulu, masih latihan katanya." Ucap Dirga mencoba memberi alasan yang mungkin bisa di terima.


"Ini udah malam. Emangnya adikmu itu ada kegiatan apa lagi sampai belum bisa pulang, padahal udah mau jam makan malam." Ucap Herson.


"Udah pa, gak ada gunanya kamu marah marah. Yang salah itu anak kita, bukan Dirga. Kamu jangan bikin kepalaku tambah sakit." Ucap Chelsea dengan nada lemas.


"Hahh, iya ma. Yaudah abang, kamu balik aja ke kamarmu. Biar papa yang jaga mama." Ucap Herson.

__ADS_1


"Yaudah pa. Mama istirahat yah, papa juga. Abang kekamar dulu." Ucap Dirga sopan.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Udah malem nih. Kalian gak pada pulang?" Tanya Alaskar.


"Ehh, udah malem aja. Dah yok, bubar ae, ntar ortu pada nyariin lagi." Sambar Lio yang langsung menyambar tas ranselnya, di ikuti oleh yang lain.


"Yaudah, kalian hati hati pulangnya." Ucap Zelisia pada Alaskar, Farel, Lio, Ray dan Gerald yang sudah menentang tasnya masing masing.


"Lo belum balik Zel?" Tanya Gerald saat melihat Zelisia masih duduk tenang di tempatnya.


"Belum, gw pulang sampai caffenya tutup." Ucap Zelisia sambil melihat seluruh penjuru caffe yang masih ada pengunjungnya.


"Yaudah. Kalau gitu gw main sini dulu deh. Palingan gw pulang, rumah masih kosong." Ucap Alaskar yang kembali duduk ditempatnya di ikuti Gerald.


"Hm, terserah. Tapi sisa sejam lagi caffenya tutup sih. Kalau mau kopi tinggal pesan ae, tapi bayar sendiri. Gak ada gratisan." Ucap Zelisia. "Ehh, kalau buat Gerald gratis kok." Ucap Zelisia lagi.


"Yaudah Zel, Kar, Ger, kita pulang dulu yah." Ucap mereka, kemudian pergi dari sana.


"Pilih kasih lo Zel. Si Gerald boleh gratis, masa gw gak?!" Ucap Alaskar tidak terima.


"Dihhh, lo 'kan anak sultan Kasar. Masa minta gratisan?!" Ucap Zelisia sinis.


"Hilihh, dasar pelit lo Zel. Gerald aja lo kasih VIP?!" Ucap Alaskar.


"Udah, lo berdua gak usah ribut woi." Ucap Gerald jengah dengan kedua orang itu.


(Btw, si Zelisia lagi nyamar jadi Shaka yah. Soalnya mereka lagi ngumpul di caffe tempat kerja Zelisia. Si Gerald juga udah tau kalau Zelisia nyamar jadi cowok di sana).


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Sia kemana sih? Kok gak pulang pulang?!" Gumam Dirga khawatir, sambil berjalan di depan TV seperti setrika rusak.


"Bang, lagi ngapain?" Tanya Alesa saat melihat abangnya itu mondar mandir di depan TV.

__ADS_1


"Ini Sa, Sia masih belum pulang dari tadi. Abang kahwatir kalau dia kenapa kenapa di luar sana." Ucap Dirga.


__ADS_2