Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi

Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi
BAB 22 Bukan Bawang, Cuma Fresh Care


__ADS_3

Dokter langsung memeriksa kondisi Zelisia, sedangkan teman temannya tengah berdiskusi di depan ruangan itu.


"Kalian gak ada gitu, yang tau keluarga Zeli? Atau rumahnya dimana? Takutnya si Zeli bakal dirawat inap." Ucap Alaskar, dan mendapat gelengan dari Mustika dan Gerald.


"Aku taunya, dia bermarga Winston. Tapi aku gak tau mereka tingga dimana, dan juga gak punya kontak salah satu keluarganya." Ucap Mustika.


"Keluarga Winston? Gw tau keluarga Winton yang ada di London doang, gak tau yang di Indo." Ucap Farel. Kemudian mereka pun diam, dan bergelud dengan pikiran masing-masing.


CEKLEK


Deritan pintu yang di buka oleh dokter itu terdengar nyaring karena kondisi yang hening itu. Mereka langsung menatap dokter yang baru keluar dari ruangan itu. "Dok, gimana kondisi teman saya dok?" Tanya Mustika.


"Teman nona hanya demam biasa. Istirahat sebentar juga sudah membaik. Tapi sebaiknya jangan beraktivitas yang berat dulu untuk beberapa hari kedepan." Ucap dokter membuat mereka bernafas lega.


"Terimakasih dok." Ucap mereka berterimakasih.


Setelah itu, Zelisia di pindahkan ke ruang rawat, kemudian mereka semua kembali ke sekolah.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Uhhh, napa gw bisa ada di sini?" Gumam Zelisia samar samar melihat atap rumah sakit, dan mencium aroma rumah sakit, yang cukup menyengat dan tidak sedap.


"Ukh, pala gw, astaga?!" Gumam Zelisia meremas kuat rambutnya akibat rasa sakit yang menjalar di kepalanya. "Aaaaaa, jangan bilang nih pemilik tubuh penyakitan?! Ukhhh." Desah Zelisia.

__ADS_1


"Hahhh hahhh haahhhh." Zelisia mengatur nafas ketika rasa sakit di kepalanya perlahan menghilang. "Nih anak, gak punya riwayat penyakit 'kan? Kalau iya, astaga, apa apaan?! Mending gw langsung di lempar ke neraka, dari pada gw harus tanggung beban orang. Udah masalah keluarga yang rumit, hidup mati juga gak jelas, di tambah penyakitan. Kelebihannya cuma lebih kaya doang, anj*rrrr, gw mau mati aja woiii?!" Keluh Zelisia meratapi nasibnya.


"Hidup gw kok gini amat yah? Gak jadi diri sendiri, gak jadi orang lain, semuanya gak ada yang bener. GW PUNYA SALAH APA SIH?! AAAAA BIARIN GW MATI DENGAN TENANG KENAPA SIH?! KENAPA GW HARUS DI HUKUM KAYAK GINI?!" Teriak Zelisia frustasi, dia sangat tidak memahami, apa yang Tuhan ingin lakukan padanya. (Hidup rumit, tapi mati tak di berikan).


Zelisia mencabut infus dari tangannya dengan perlahan dan cukup hati hati, kemudian berjalan keluar dari area rumah sakit. Dia butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikirannya.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


Hari sudah sore, teman teman Zelisia mendatangi rumah sakit dimana Zelisia di rawat. Mereka sudah berjanji saat pulang sekolah, mereka akan menjenguk Zelisia di rumah sakit.


Satu gerombolan, yang terdiri dari empat lelaki dan satu gadis remaja itu berjalan beriringan di koridor rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang rawat Zelisia.


"HAI ZEL?!"


Kriikkk Kriikkk Kriikkk


Sangat sunyi, begitu sunyi, hingga suara jangkrik terdengar lebih nyaring di sana. Suara Mustika memecah keheningan. "Zelinya kemana? Kok gak ada?"


"Kita semua sama kayak lo Ka. Kita baru sampai, dan bukan Tuhan juga, jadi gak tau kemana si Zeli terbang." Ucap Ray sedikit jengah dengan sifat Mustika yang sedikit lebay, itu menurut Rey yah. Siapapun BERHAK MENILAI orang, tapi TIDAK ada yang BERHAK MENGHAKIMI seseorang. Paham yah...


"Tanya suster aja." Ucap Gerald, kemudian mereka bertanya pada salah satu suster yang mereka temui.


"Sus, pasien yang di rawat di ruangan ini, kemana yah? Apa udah pulang?" Tanya Alaskar pada salah satu suster.

__ADS_1


"Sepertinya sedang keluar mencari angin. Harusnya tidak jauh jauh dari area taman." Ucap suster itu.


"Oh, terimakasih sus." Merekapun langsung mencari Zelisia di taman rumah sakit.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Zel, kok lo bisa ada di sini? Lo sakit yah?" Untuk kesekian kalinya, pertanyaan itu keluar dari bibir tipis seorang pria, yang sejak tadi, tidak dianggap keberadaannya oleh Zelisia.


"Hahh~" Pria itu menghela nafas, setelah untuk kesekian kalian tidak mendapat tanggapan dari gadis yang sedang duduk termenung di sampingnya itu.


"Gw kurang ganteng kah? Atau badan gw kurang tinggi? Perasaan tinggi gw lumayan buat jadi model internasional." Gumam pria itu menilai dirinya sendiri. Dia cukup heran dengan sikap Zelisia yang begitu dingin padanya, padahal dia tidak merasa pernah melakukan kesalahan pada gadis itu.


Zelisia saat ini sedang berusaha menenangkan pikirannya. Setelah melewati mimpi yang begitu lama, padahal hanya beberapa jam dia tertidur, dia merasa sangat tertekan dengan apa yang telah dia alami. Ini adalah pertama kalinya, setelah hidup di dua kehidupan bagi seorang Zelisia.


Kita yang hanya menyaksikan potongan potongan masalah Zelisia akan merasa bahwa, Zelisia berlebihan, dan dia membuat drama yang tidak penting. Tapi bagi Zelisia yang mengalami keseluruhan kejadian itu, merasa bahwa, lebih baik dia mati saja. Apa gunanya dia hidup begitu lama, jika sejak awal, tidak ada yang menginginkan kehadirannya. Setidaknya dibakar begitu lama di neraka akan lebih baik, dari pada selalu di tolak, dimanapun dia berada.


Zelisia menatap orang orang yang berlalu lalang di depannya, dengan beberapa drama kecil yang mereka buat. Seperti garam yang tumpah keatas luka, luka lama di hati Zelisia, kembali terbuka lebar. Dia sudah berusaha untuk membuang semua keinginan itu, tapi ada suara dari pikirannya 'Dasar Bod*h?! Semua orang berhak untuk merasakan hal itu. Kamu berhak, mereka berhak, semua orang berhak. Kamu jangan menyiksa dirimu sendiri dengan terus menggunakan topeng mengerikan itu?!'


Siapa bilang Zelisia 'tidak ingin'? Itu hanya keegoisan Zelisia yang selalu berkoar 'Tidak ingin', tapi hati kecilnya selalu berkata 'Aku juga berhak 'kan?'


Dalam sepersekian detik, air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya jatuh tanpa diminta. Dia langsung menyembunyikan wajahnya diantara lututnya yang dia tekuk.


GW SARANIN KALIAN BACA "BAB 6 MURID BARU" DEH. ADA YANG GW RUBAHH, POKOKNYA KOCAK. DARI PADA KALIAN MEWEK 😂😂

__ADS_1


__ADS_2