
Ray, coba ngomong lagi," Ucap Zelisia dengan senyuman mengerikan.
"Ehhh, gak ada kok Zel, gak ngomong apa apa tadi." Elak Ray dengan ekspresi panik.
BUGHH
BUGHH
BUGHH
"Lo pikir gw budeg apa?!" Ucap Zelisia setelah melayangkan beberapa tinju di rahang Ray.
"Any*ng, kadar ketampanan gw bisa berkurang kalau bergaul ma lo lama lama. Dimana mana tuh, cewek lemah lembut, gak kasar kayak Lo ini?! Lagian, gw gak ada ngatain Lo budeg tadi?!" Ucap Ray kesal sambil mengelus ngelus rahangnya yang berdenyut akibat tinjuan dari tangan mungil Zelisia.
"Kalau kurang bilang aja Ray, dengan senang hati gw kasih tambah. Gak usah bayar, gratis pasti." Ucap Zelisia dengan senyum mengerikan sambil memperlihatkan kepalan tangannya di depan wajah Ray.
GLUGGG
'Anj*rrrr, bisa bonyok beneran gw?!' Batin Ray menelan salivanya susah payah saat melihat tampang Zelisia yang begitu mengerikan.
"Udah woi, lo berdua gak bisa akur dikit apa?!" Kesal Alaskar.
"Gw gak ngajak ribut tadi, dianya aja yang sensian." Ujar Ray setelah menjauhkan posisinya dari Zelisia.
"Lo beneran minta di hajar ye Ray?!" Ucap Zelisia dengan senyum menyeramkan berjalan mendekati Ray.
"Mati gw?!" Gumam Ray.
"Zeli, Ray, lo berdua kalau masih ribut juga, gw iket lo berdua di tiang bendera tengah lapangan?!" Ancam Alaskar menatap kedua orang itu bak predator. Sedangkan mereka sudah menjadi pusat perhatian seisi kantin, eh biasanya juga emang gitu sih.
"Ayo Kar, gw dukung lo. Hukum aja tuh dua bocah tengik!!! Bosen gw liat mereka KDRT mulu. Pas bet, cuacanya lagi cerah, yang super super cerah (Panas bet)." Ucap Farel menyemangati Alaskar.
"Ya Tuhan," Gumam Mustika tak berdaya. 'Bisa bisanya aku berkumpul dengan sekelompok manusia seperti ini?' Batin Mustika menangis.
"Sorry nih Kar, bukannya gw mo ribut atau apa. Tapi ini cewek gak bisa diajak damai. Padahal gw cuma berjanda dikit, tapi sensian mulu." Ucap Ray membela diri.
"Heh, bukannya lo dari tadi, nyari ribut yah?!" Ucap Zelisia tak terima.
__ADS_1
"Nah 'kan, lo liat ndiri 'kan? Nih cewek emang sensian, gak bisa diajak damai orangnya."
"Apa apaan?!"
"Bisa stress gw lama lama." Gumam Alaskar lemah tak berdaya.
"Kalian mau makan apa gak? Kalau gak, biar gw abisin makanannya?" Ucap Lio yang sudah bosan dengan drama di depannya.
'Nj*rrr, dari tadi gw duduk di sini, tapi gak dianggap sama sekali.' Batin Lucas kesal, ketika Zelisia dkk malah sibuk sendiri. 'Sia sia gw repot repot gabung ma mereka, ujung ujung gw malah jadi transparan. Mendingan gw tadi sama El aja, seenggaknya gw gak sepenuhnya di kacangin.' Batin Lucas lagi.
"Awas aja kalau nasi goreng gw kurang sebiji?!" Ucap Zelisia menatap makanannya dan Lio secara bergantian.
"Gw gak serakus itu Zel." Ucap Lio. 'Untung lo cewek Zel, kalau gak, gw tendang lo.' Batin Lio kesal. (Seolah olah, Dimata Zelisia, Lio serakus itu, sampai rebutan makanan sama dia).
"Ya, siapa tau Yo. Lo 'kan, kalau didepan makanan, gak ada sopan santun." Ucap Ray dengan nada mengejek. (Fiks, si Ray ketularan penyakit jahilnya Zelisia).
'Sabar, sabar. Gw gak marah, gw gak kesel. Gw sabar, awas aja lo berdua?!' Batin Lio sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.
"Gerald sayang, dari tadi kok diem doang?" Ucap Zelisia sok manja.
"Najis anj-, sana lo sama pacar lo aja tuh?!" Ucap Gerald kesal sambil menjitak kepala Zelisia.
"Ya 'kan gw lagi ngomong sama pacar gw, ehh, calon pacar maksudnya." Ucap Zelisia sambil menaik turunkan alisnya.
"EMANG LAGI TRENDINGNYA GITU GESS, YANG BUAYA TUH CEWEK, BUKAN COWOK. COWOK YANG BUAYA MA UDAH GAK JAMAN LAGI?!" Ucap Ray sedikit mengeraskan suaranya.
BWAHAHAHA
Seisi kantin sontak tertawa mendengar penuturan Ray. Sepertinya yang di katakan Ray itu cukup masuk akal.
"Cukup SD (Sadar Diri) bro." Ucap Zelisia sambil menepuk bahu Ray dengan nada cool ala ala cowok.
BWAHAHAHA
Lagi lagi penghuni kantin itu tertawa begitu keras. Kedua orang itu memang kompaknya, bukan kompak kaleng kaleng.
'Gapapa, gw diem aja. Dari tadi gw gak paham mereka bahas apa cok?! Tiba tiba mereka ngobrol akur, terus tengkar, tiba tiba ketawa lagi. Yang jadi pertanyaan, yang lucu itu apa sebenernya?' Batin Lucas tidak mengerti lagi. Berada di kumpulan orang tidak waras ini, bisa membuatnya stres dalam sekejab.
__ADS_1
"Gini yah Zelisia Winston, gw tuh gak ada niat mau jadi pacar lo, atau apapun itu?! Udah lo mending jauh jauh dari gw, najis tau gak?!" Ucap Gerald sambil memijat pelipisnya. 'Ini cewek, emang otaknya udah gak beres?!' Batin Gerald.
"Kok jahat gitu sih? Aku 'kan sakit ati," Ucap Zelisia dramatis.
"Najis anj*rrr!! Jauh jauh lo Zel?!" Ucap Gerald dengan segala rasa jijik. (Aneh 'kan, jijik tapi masih gabung).
"Ini nih, calon pacar, yang kalau nanti udah pacaran, super romantis." Ucap Zelisia sambil mengedipkan sebelah matanya genit.
"Anj*rrrr, gw mo muntah?!" Ucap Ray sambil berlari ke arah toilet.
BWAHAHAHA
Mereka tertawa saat melihat reaksi Ray yang terlihat begitu jijik setelah mendengar penuturan Zelisia tadi.
"Zel, yang bener, pacar lo tuh, Lucas apa Gerald?" Tanya Alaskar, karena seingatnya, yang pernah nembak Zelisia itu 'kan, Lucas.
"Lucas siapa? Gw gak kenal." Ucap Zelisia tanpa rasa beban.
"Uhuk uhuk" Lucas tersedak setelah mendengar penuturan Zelisia barusan. 'Lucas siapa katanya? Gak kenal? WOIII, KITA SEKELAS WOIII?! UDAH PERNAH NGOBROL MALAH?!' Teriak Lucas dalam hati.
"Jahat amat Zel." Ucap Lio pelan pelan.
'Baru kemaren jadian, udah nyangkal.' Batin Gerald tidak habis pikir.
"Apanya, emang gw gak kenal kok?!" Ucap Zelisia. "yakali gw punya pacar, sedangkan gw aja gak kenal tuh orang siapa?!"
Masih di tempat yang sama, hanya kelompok yang berbeda.
"Bwahaha, anj*rrr. Kasian bet si Lucas. Beneran kagak di pandang cuy, bwahahaha" Tawa Rean saat melihat sahabatnya itu di tolak mentah mentah. (Anggap aja di tolak, orang keberadaannya aja gak dianggap sama sekali kok).
"Hahahaha, moment langkah seorang Lucas di tolak cewek." Sambung Elisa tak kuasa menahan tawanya. Ini benar benar sesuatu yang sangat jarang ditemukan.
"Kan. Lebih lucunya lagi, yang jadi saingan tuh cowok kutu buku, kalau dibanding ma si Lucas, jelas beda jauh. Bwahaha, karma tuh dia, kebanyakan mainin cewek, makanya ada moment seorang Lucas di tolak." Ucap Rean tak bisa menahan tawanya.
"Puft, kasian sih. Tapi siapa suruh suka mainin cewek. Hahaha, biar dia rasain tuh." Ucap Elisa.
Sejak tadi mereka sedang menonton Zelisia and the genk, dimana Lucas terjebak di sana, dan jadi pajangan.
__ADS_1