
YOW GESS, HAMPIR 3 MINGGU UDAH GAK UP, PASTI UDAH PADA NGAPUS DARI FAV π
TAPI GAPAPA LAH, SEKALIPUN ADA YANG UNFAV, TAPI PASTI ADA JUGA YANG BIARIN TENGGAR DI FAV. MONGGO DI BACA, SEMOGA SUKA. GAK SUKANYA, MA AUTHOR AJA, UDAH PALING BENER π
ββββββββββββββββ
"Zeli?!" Panggil Lucas sambil terus mengejar Zeli. Sejak pagi, pria itu terus mengintili Zeli, padahal sudah di teriaki sejak tadi. Zeli benar benar kesal dibuatnya.
"BISA GAK, LO GAK IKUTIN GW MULU?!" Teriak Zelisia marah. Zelisia langsung pergi dengan langkah cepat dari depan Lucas. Itu kalau di komik komik, pasti kepala Zelisia udah keluar uap asap, kayak gunung merapi, BUMM BUMMM.
"Lo ngapain si Cas?" Tanya Rean yang sejak tadi menonton drama kedua orang itu.
"Menurut lo?" Ucap Lucas dengan kesal menanggapi pertanyaan Andrean, yang menurutnya tidak lucu sama sekali.
"Wkwk, nyerah aja, gapapa. Dendanya ringan kok." Ucap Rean sambil tertawa ringan, yang langsung mendapat pelototan dari Lucas.
"Uyyy, santai brother. Gak usah gitu ekspresinya, gw tau, gw ganteng kok, gak usah gitu liatnya. Gw masih normal, masih suka gunung kembar." Ucap Rean ketika Lucas memelototinya.
Lucas semakin melotot mendengar ucapan absrud Rean.
"Kalian ngapain?" Suara lembut seorang gadis mengalihkan perhatian mereka. Keduanya langsung mengubah ekspresinya, dan tersenyum manis.
"Gak ngapa ngapain kok El." Ucap mereka kompak.
"Yaudah, ayo ngantin." Ucap Elisa mengajak kedua orang itu.
"Ehh, gw di sini. Lo disana." Ucap Rean pada Lucas, sambil menunjuk Erlangga.
"Gak, gw udah di sini. Lo yang disana." Ucap Lucas sambil mendorong tubuh Rean.
"Gak, gw yang di sini pokoknya."
"Gak bisa, gw duluan yang ada di sini."
"Ehh, lu harus ngalah sama yang lebih tua. Jadi harus gw yang di sini."
"Gak, gw yang di sini. Justru karena lo yang lebih tua, lo harus lebih pengertian sama yang lebih muda."
"Hehh, gak bisa gitu. Pokoknya gw yang di sini."
"Gak gak, orang gw yang duluan berdiri di sini kok."
"Tapi lo harus ngalah ma gw."
"STOPP, STOPP?!" Teriak Elisa yang pusing karena kelakuan kedua sahabatnya itu.
Kedua orang itu sejak tadi berebut posisi, siapa yang akan berjalan di samping kanannya, karena di samping kirinya sudah ada Erlangga, dan kedua orang itu tidak berani mengganggu Erlangga.
"Kalian di belakang saja." Ucap Elisa final, dan keduanya hanya diam dan patuh.
"Gara gara lo nih, El jadi marah 'kan?" Ucap Rean dengan suara kecil.
"Kok jadi salah gw?! Ini 'kan gara gara lo. Udah bagus gw udah anteng, lo malah seenaknya dorong gw."
"Ye, 'kan gw yang lebih tua, jadi harusnya gw yang di situ."
__ADS_1
"Gak bisa gitulah. Orang gw yang duluan ada di situ kok?!"
Dan keduanya kembali melanjutkan aksi salah menyalahkan lagi.
Kita abaikan dulu drama para tokoh tokoh novel asli. Kita kembali pada MC kita yang absrudnya tidak ada obat.
Entah salah makan obat apa, atau keracunan sesuatu, Zelisia tidak seperti biasanya, yang akan menggoda teman temannya itu. Hari ini, dia malah ingin menceritakan sebuah dongen yang menarik menurutnya, pada teman temannya itu.
"Nah, kita mulai dari perkenalan latar sama tokohnya dulu ye gess yah." Ucap Zelisia dengan nada yang lebih kalem, dan semuanya mulai menyimak dengan baik setiap ucapan Zelisia. Mereka terlihat cukup tertarik dengan dongeng Zelisia, terlebih hal ini, sangat jarang terjadi.
"Di sebuah taman, yang tidak jauh dari jalan besar, ada tiga bocil yang lagi main petak umpet." Ucap Zelisia memulai ceritanya.
"Ehh, itu udah Maghrib belum Zel? Katanya kalau udah Maghrib 'kan gak boleh main petak umpat." Ucap Ray.
"Nama mereka bocil?" Sambar Alaskar dengan pertanyaan juga.
"Kasar, lo ngelawak? Lucu sih, ekspresi lo emang kayak v*lak. Ya, gw gak tau itu udah Maghrib apa belum, gw 'kan nonis." Ucap Zelisia.
"Ohh, iya yah, kita 'kan nonis yah?"
"Iya juga. Nonis, gw lupa."
"Astaga, anak siapa sih, beg*nya bikin greget." Ucap Zelisia kesal sendiri saat teman temannya itu malah baru menyadari bahwa mereka nonis.
"Emang Maghrib cuma buat Muslim?" Tanya Mustika, dan merekapun mulai berpikir.
"Bentar, gw mau metok dulu, siapa tau gw ketemu Tuhan, terus dapat jawaban yang pasti." Ucap Zelisia karena tidak mendapat jawaban yang pasti.
"Pembahasan lo pada, astaga." Ucap Gerald hanya bisa geleng geleng kepala. "ini jadi ngedongeng gak sih?!" Ucap Gerald lagi.
"Di sebuah taman, yang tidak jauh dari jalan besar, ada tiga bocil lagi main petak umpet." Ucap Zelisia memulai lagi ceritanya.
"Bagian itu udah tadi Zel." Ucap Farel.
"Astaga, ini 'kan masih replay Rel." Ucap Zelisia greget.
"Ohh, lanjut lanjut." Ucap Farel paham sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Namanya Otak, G*la, sama Mati." Ucap Zelisia yang lagi lagi mendapat pertanyaan.
"Itu nama, apa profesi Zel? Haha" Tanya Lio di iringi tawa kecil.
"Anj*rrr, namanya kocak. Hahaha"
"Ini dongeng buatan lo sendiri Zel, namanya gak kreatif bet, hahaha"
"Itu profesi kali Zel."
"Atau maksud lo, ada satu anak, dia itu punya gangguan jiwa, jadinya G*la, dan dia gak punya Otak, terus Mati di taman, gitu yah. Hahaha"
"Ealah, dengerin dulu napa?! Masih di perkenalan tokoh aja kalian udah bengek gini, gimana kalau tau ending ceritanya coba." Ucap Zelisia dengan bangga.
"Hilihhh"
"Okay, gw lanjut." Ucap Zelisia, yang mulai melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Karena lagi main petak umpat, sekarang giliran G*la yang jaga, jadi Otak dan Mati sembunyi. 'Satu, dua, tiga, ..., Sembilan, sepuluh.' Terus si Gila mulai deh cari si Otak sama Mati."
"Gak lama, cuma beberapa menit, si G*la nemuin si Otak lagi sembunyi di WC umum. Tinggal si Mati yang belum ketemu. Emang udah dia yang paling jago soal sembunyi."
"Itu, si Otak ngapain sembunyi di WC umum? Berak kah?!" Tanya Alaskar.
"Yah mana gw tau ngab. Lo praktek aja, biar tau." Ucap Zelisia agak kesal.
"Ye, santai bro. Lanjut lanjut." Ucap Alaskar sambil cengar-cengir.
"Ehh, sampai mana tadi?" Tanya Zelisia.
"Si Mati paling jago sembunyi."
"Nah, karena si Mati paling jago sembunyi, dan sembunyi nya gak bakal ada di sekitar situ, si Gila coba cari di rumahnya deh. Nahh, berhubung rumahnya si Mati ada di sebrang jalan, si Gila mau nyebrang tuhh, terus... Terus apa hayo..."
"Terus selamatlah, masa terbang." Ucap Farel.
"Kayaknya gak deh. Kayaknya dia bakal mati ketabrak truk, terus ada drama, dan berakhir sad ending karena si G*la mati." Ucap Ray.
"Masuk akal. Lanjut Zel." Ucap mereka kompak, terus natap Zelisia.
"Wkwk, ok. Nah, si G*la kan nyebrang tuh, pas nyebrang, ada pengendara bermotor hampir nabrak si G*la, tapi gak jadi kok. Si G*la selamat dan gak kenapa kenapa."
"Lah, berti gw salah dong." Ucap Ray gak terima.
"Terus si pengendara itu kesal 'kan, sama si G*la yang nyebrang semberangan. 'EHH, LO G*LA YAH?' Marah si pengendara, sampai ngegas."
"Terus si Gila jawab 'Iya pak, saya G*la'. Gw pause dulu, siapa tau ada yang mau berkomentar." Ucap Zelisia gantung.
"Ntar, G*la, lo g*la. Ya nama dia 'kan G*la, jadi, hahaha, anjerrr. Kocak." Tawa Lio tak tertahan.
"Di balik nama, ada alasan ngakak. Hahaha, si pengendara auto stresss." Ucap Ray.
"Hahaha, yang ini lebih g*la lagi." Ucap Zelisia yang siap melanjutkan ceritanya.
"Si pengendara itu lagi lagi ngegas 'Lo NYARI MATI YAH?!' Terus si G*la nyaut lagi tuh 'Iya pak, saya cari Mati.' Ya dia 'kan emang lagi cari si Mati, temannya."
"Lagi lagi si pengedara itu ngegas coy 'OTAK LO DIMANA HAH?!' Ucap kesal bet tuh pengendara gegara si G*la. 'Otak lagi di WC pak' Ucap G*la lagi, dan si pengendara itu langsung tobat. Dia langsung gas, dan out dari sana." Ucap Zelisia mengakhiri ceritanya.
"Okay, gw yang jadi pengendara langsung bunuh diri." Ucap Alaskar membayang seberapa kesalnya si pengendara.
"Otaknya di WC, anj*err, berti gak punya otak. Hahaha"
"Lagi nyari mat, Mati 'kan teman saya. Wkwk, gw mau nangis, tapi malah ketawa, hiks."
"Masih ada lanjutan gak?"
"Ohhh, lanjutannya belum di susun lagi. Untuk sementara, sampai situ dulu." Jawab Zelisia.
"Dongeng apaan nih anj*rrr, gak masuk akal bet."
"Kenapa selalu yang abnormal? Apa kadar normalnya emang udah musnah yah? Selalu aja, apa yang di lakuin, pokoknya semuanya abnormal, gak ada yang normal."
(Kalian juga pasti pernah denger cerita itu 'kan? Gw pertama kali denger nih cerita pas masih ikut pramuka di jaman SMP dulu, belum ada Corona, jadi masih aktif)
__ADS_1