Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi

Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi
BAB 8 Pulang Lebih Awal


__ADS_3

Setelah Zelisia menyelesaikan tugasnya, dia langsung memberikannya pada guru. "Baiklah, karena waktu saya mengajar di sini juga sudah habis. Jangan lupa, tugas yang saya berikan tadi di kerjakan, minggu depan akan saya periksa!" Ucap guru itu, kemudian pergi dari sana.


T*l*l?!" Ucap Zelisia sambil menjulurkan lidah kearah Gerald dan lanjut melangkah ketempat duduknya semula.


"Zeli anj-" Ucap Gerald sambil melempar kertas yang sudah dia remas hingga berbentuk bola.


"Hehhh, sama cewek, gak boleh gitu." Ucap Zelisia mengambil kertas itu, dan melemparnya kembali ke arah Gerald dan langsung duduk di tempatnya.


"Cewek kayak lo, mana pantas di lembutin?!" Ucap Gerald dengan pulpen yang sudah ia layangkan ke kepala Zelisia.


"Astaga, nih kelas jadi ada Tom and Jerry." Ucap salah satu siswi melihat kedua orang itu yang tidak bisa berdamai.


"Hooh, paling besok besok udah ada yang jadian." Sahut salah satu sok tau.


"Setuju. Nih dua orang kita langsung jodohin aja." Dan jadilah siswa-siswi di kelas itu berunding, sampai tidak mempedulikan ketua OSIS yang sudah berdiri di depan.


"Ehhh, ada cogan." Ucap Zelisia sambil memperlihatkan deret giginya sambil menatap ketua OSIS yang berdiri di depan kelas mereka.


Semua siswa-siswi langsung menatap kearah Zelisia, kemudian beralih menatap ketua OSIS yang berdiri disana. Sontak semua langsung duduk diam, dan menantikan apa yang akan di katakan oleh ketua OSIS.


"Gw kesini cuma mau umumin, kalau hari ini kalian di pulangin lebih cepat. Kalian udah boleh pulang sekarang." Ucap ketua OSIS yang langsung keluar dari kelas mereka.


"Ini dipulangin lebih cepat, apa nyuruh kita pulang sekarang ege?" Tanya Lucas bingung.


"Gak. Khusus lo, tinggal aja di sekolah. Kalau gw sama anak-anak yang lain mau pulang sekarang." Ucap Andrean sambil memasukan buku-bukunya kedalam tas.


"As*, gw bukan penjaga sekolah." Ucap Lucas yang ikut memasukan bukunya kedalam tas.


Zelisia langsung bangun dari duduknya setelah mengenakan jacketnya, dan langsung menenteng tasnya. Zelisia langsung berjalan kearah Gerald. Gerald yang baru saja berdiri dikagetkan dengan Zelisia yang tiba tiba menendang kakinya dengan kekuatan yang gak main main. Gerald sampai terduduk karena rasa ngilu di tulang kakinya.


"ZELI, ANJ- LO. ASW*, LO GAK TENANG APA, GAK GANGGU GW SEHARI AJA?!" Teriak Gerald memegangi kakinya.


"Kamu gapapa 'kan?" Tanya Mustika pada Gerald.


"Temen lo tuh Ka?!" Ucap Gerald menatap Zelisia sinis.

__ADS_1


"MAMPUS!! HAHAHA." Tawa Zelisia sambil berlari keluar dari kelas, karena tidak memperhatilan, dia malah menabrak Lucas, dan berakhir dengan tubuhnya terhuyung ke belakang dan terjatuh.


"Karma lo Zel." Ucap Gerald yang berbalik menertawakan Zelisia. padahal kakinya udah ada bekas ungu gara gara Zelisia, sempat sempatnya ngatain si Zeli.


"Ehh, lo gapapa 'kan?" Tanya Lucas sambil mengulurkan tangan untuk membantu Zelisia bangun.


"Gak butuh, makasih." Ucap Zelisia dengan nada dingin, menatap mereka tidak suka. Dia beralih menatap Gerald. "Gerald v*ngke." Ucap Zelisia sambil mengacungkan jari tengah, dan pergi begitu saja.


"Tuh anak pernah kita singgung kah?" Tanya Lucas berbisik pada Andrean.


"Gak tau. Tapi tadi juga dia tatap gw kayak gitu, pas gw tawarin buat bantuin dia." Jawab Andrean.


"Aneh." Gumam Lucas heran.


"Udahlah. Mungkin aja karena kita masih mubar. gak usah di pikirin." Ucap Andrean yang berjalan lebih dulu, kemudian di ikuti oleh Lucas.


"S*alan tuh anak?!" Umpat Gerald menatap punggung Zelisia.


"Kamu masih bisa jalan 'kan?" Tanya Mustika khawatir.


"Gw gapapa kok. Udah gak kerasa sakit lagi, masih bisa di gerakin." Ucap Gerald sambil senyum senyum. "Mending lo susul temen lo yang s*alan itu tuh. Keyaknya tangan dia luka." Ucap Gerald yang membuat Mustika panik bukan main.


Sampai di parkiran, Mustika tidak menemukan batang hidung Zelisia, apakah mungkin sudah pulang? Tapi motornya masih disana. Mustika berpikir keras dan menebak di mana keberadaan Zelisia.


"Apa mungkin, Zeli sadar tangannya terluka, jadi dia pergi ke UKS? Hm, aku langsung kesana saja. Siapa tau Zeli memang ada disana." Mustika bermonolog, dan kembali memasuki gedung sekolah.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Tuh, obatin sendiri?!" Ucap Zelisia setelah melepar kotak P3K kesamping dua gadis yang saat ini kondisinya tidak bisa di bilang baik baik saja.


"Gak ikhlas bet lo nolongnya Zel?!" Cerca Delia sambil membuka kotak P3K itu.


"Gw gak nolong lo, gw tolong si Riska." Ucap Zelisia yang bersandar di tembok dengan tangan terlipat kedepan.


"Cih." Delia hanya berdecih medapat tanggapan seperti itu dari Zelisia. Dia memilih untuk mengobati luka lukanya.

__ADS_1


CEKLEK


Pintu itu terbuka, dan nampaklah Mustika di ambang pintu. Langsung saja dia masuk, dan menanyakan Zelisia pada kedua gadis itu. "Zel, ada di sini 'kan?" Tanya Mustika yang tidak menemukan keberadaan Zelisia.


Delia dan Riska hanya menatap Mustika datar. "Kenapa?" Tanya Zelisia berjalan mendekati Mustika.


"Kata Gerald, tangan kamu luka. Mana, coba liat." Ucap Mustika melihat kedua tangan Zelisia, dan membolak baliknya seperti tangan boneka.


"Udah di perban tadi sama si Riska." Ucap Zelisia membuat Mustika hanya tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"O... Ohh ok." Ucap Mustika gagap.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


BRUKHH


Zelisia melepas kasar tubuhnya kekasur empuk itu, dia menatap langit langit kamarnya dengan datar.


"Hahhh, rasanya gw kayak pengecut yang terus lari dari masalah." Ucap Zelisia yang meletakan lengannya di keningnya.


"Kayaknya pepatah itu benar. Semakin kita lari dari sesuatu, sesuatu itu akan semakin dekat dengan kita." Ucap Zelisia mengangkat tangannya memegang udara.


"Oh yah, kok gw baru kepikiran." Ucap Zelisia yang seketika bangun dari posisi telentangnya menjadi duduk.


"Kalau gw di sini sekarang, terus kemana si Zelisia asli? Ini 'kan masalah dia, napa jadi gw yang tanggung?!" Ucap Zelisia bermonolog.


"Apa mungkin, si Zelisia masuk ke tubuh gw di dunia nyata, terus dia hidup enak, gitu?! Wahhh, gak bisa di terima nih?!" Ujarnya lagi.


"Gak gak. Gw harus cari jalan supaya gw bisa balik ke dunia gw. Gw yakin, gw belum mati. Gak mungkin cuma karena keselek coklat. Iya, gw pasti masih hidup, dan si Zelisia asli yang hidup di tubuh gw sekarang." Ucap Zelisia yang berjalan bolak balik seperti setrika rusak.


Mata Zelisia jatuh pada gunting yang terletak di meja belajarnya. Dia langsung berjalan ke meja belajar, dan meraih gunting itu.


"Kali aja, kalau gw mati, gw bisa balik ke dunia gw." Gumam Zelisia sambil mengangkat gunting itu dengan tangan bergetar.


"Semoga gw balik kedunia gw lagi. Semoga gw balik ke dunia gw lagi." Ucap Zelisia layaknya membaca mantra secara berulang, dan mulai menusuk dirinya sendiri.

__ADS_1


BRAKK


Aing mau gantung dulu Awokawok 🤣🤣🤣


__ADS_2