
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Seperti biasa, Zelisia langsung mengganti seragamnya dengan pakaian kasual berkerah.
"Nah, udah cakep. Waktunya menyibukan diri lagi?!" Ucap Zelisia sambil menenteng tasnya keluar dari kamarnya.
"Kamu baru pulang, sekarang mau kemana lagi?" Baru saja Zelisia keluar dari kamarnya, dia sudah di sambut dengan pertanyaan dari Dirga yang sudah berada di depan Zelisia.
"Bukan urusan lo!" Ucap Zelisia menatap Dirga datar.
"Zel." Ucap Dirga mulai jengah dengan sifat Zelisia.
"Minggir. Gw mau lewat?!" Ucap Zelisia mendorong kuat tubuh Dirga.
Dengan sigap, Dirga memegang pergelangan tangan Zelisia kuat "Hari ini kamu gak boleh kemana mana, ayo?!!!" Ucap Dirga sambil menyeret Zelisia memasuki kamarnya.
"LO?! LEPASIN GAK, ANJ*NG?!" Teriak Zelisia berusaha melepas tangannya dari Dirga.
Dirga langsung berhenti melangkah, dan berbalik menatap Zelisia dengan nyalang "ZELISIA?! GW KAKAK LO?!" Habis sudah kesabaran Dirga menghadapi keras kepala Zelisia.
"KALAU LO KAKAK GW, SADAR DIRI B*NGS*T?!" Teriak Zelisia berbalik menatap Dirga nyalang.
Mendengar keributan itu, Alvaro dan Alesa keluar dari kamar mereka, dan dengan tergesa gesa, mereka mendatangi kedua orang itu.
"Kak, Sia. Kalian kenapa lagi?" Ucap Alesa panik melihat kedua orang itu yang saling melayangkan tatapan tajam satu sama lain.
"Bagus lo berdua udah dateng. Nih, urus kakak lo ini, gak tau malu, seenaknya megang tangan orang, selain itu mau masuk ke kamar cewek juga?!" Ucap Zelisia menepis tangan Dirga yang masih memegang pergelangannya "Permisi." Sambung Zelisia lagi kemudian pergi dari sana.
"Kak, haishhh." Alesa hanya mendesah pelan. Lagi dan lagi kakaknya itu membuat tembok yang di bangun Zelisia semakin kokoh di antara mereka.
"Ceroboh." Ucap Varo menatap Dirga sinis.
"Gw cuma khawatir sama dia yang tiap hari keluar, gak tau kemana. Kalau dia ketemu begal gimana?" Ucap Dirga menjelaskan.
__ADS_1
"Iya, tau kakak pasti punya alasan yang jelas. Tapi kakak terlalu semberono. Kakak 'kan tau sendiri sikap Sia sama kita?! Ini sih, kakak buat masalah makin runyam." Ucap Alesa memijat kepalanya pusing.
"Alasan lo gak masuk akal. Kalau lo khawatir, kenapa gak lo kirim orang buat jagain Sia?! Kalau lo ngekang dia kayak tadi, dia pasti mikir kalau lo punya niat gak baik sama dia." Ucap Varo tidak mengerti, entah ada apa dengan kakaknya itu?
Selalu saja Zelisia marah karena kakaknya itu, sedangkan jika dengan dia Alesa, mungkin Zelisia hanya lebih dingin, dan tidak pernah menyapa mereka, mereka juga maklum, dan tidak berniat membuat interaksi di antara mereka, yang nantinya akan menimbulkan keributan.
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
'Apa apaan sih, dia pikir gw boneka dia apa?! Ck, kalau bukan karena ortu, gw mana sudi tinggal satu atap sama mereka. Hah, udahlah, jangan pikirin orang g*la yang ada di sana, mending gw fokus ma kerjaan gw.' Batin Zelisia sambil mengayuh sepedanya.
(Penasaran gak, kenapa hubungan mereka kayak gitu?)
Ntar gw jelasin di BAB selanjutnya yah🤓
Sampai di caffe, seperti biasa, caffe itu sudah ramai dengan pengunjung. Zelisia langsung berjalan ke pintu belakang, mengganti pakaiannya, dan mengambil tempatnya.
Setelah 1 jam berlalu, pelanggannya mulai berkurang, tapi masih ada beberapa pelanggan yang tinggal untuk sekedar mengobrol dan bersantai.
Zelisia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru caffe itu, tatapannya langsung terkunci disebuah meja yang di tempati oleh 4 pria "Ohh, mereka sudah di sini." Gumam Zelisia yang mengambil 5 gelas.
"Kalian udah dateng? Nih, gw traktir lo kopi aja. Duit gw gak cukup kalau makan." Ucap Zelisia sambil meletakan nampan itu di meja, dan ikut duduk bergabung dengan mereka.
Sedangkan keempat pria itu menatap bingung barista itu "Hah, kenal kah?" Tanya Ray bingung, begitu juga teman temannya yang lain.
"Oh iya, gw lupa. Ini gw Zelisia, gw kerja jadi barista di sini. Yahh, gw nyamar jadi cowok, biar gak ada yg ngenalin gw." Ucap Zelisia membuat mereka melongo.
"Gak ada yg ngenalin konon. Yang ada lo sendiri yang ngasih tau b*go?!" Ucap Farel menatap Zelisia datar, entah apa isi kepala gadis itu.
"Gak kok. Cuma kalian yang tau." Ucap Zelisia sambil menyeruput kopinya dengan anggun.
"Ohhh. Kenapa lo nyamarnya harus jadi cowok dah?" Tanya Alaskar.
"Iya tuh. Kenapa gak lo nyamar jadi cewek cupu, kayak di drama drama, atau orang g*la. Cocok tuh?!" Ucap Lio ngasal.
__ADS_1
"Heh, ngadi ngadi. Minta di terbangin lo singa?!" Ucap Zelisia menatap Lio horor.
"Canda Zel. Tapi emang lo g*la sih?!" Ucap Lio yang kalimat terakhirnya dengan nada berbisik (lebih pelan).
"Hehhh, ngadi ngadi. Rel, kembaran lo tuh, di kasih racun dikit." Ucap Zelisia kesal.
"Oh nih. Tinggal lo bikin aja di kopinya. Gw dukung lo 1000%." Ucap Farel sambil memberikan kartas yang di lipat kecil kepada Zelisia.
"Apaan nih?" Ucap Zelisia yang mendekatkan kertas itu ke hidungnya "G*la, bubuk obat. Obat apaan nih?" Tanya Zelisia yang sekilas menatap Farel kemudian kembali fokus pada kertas itu dan perlahan membuka kertas itu.
"Ohhh, cuma racun kok." Ucap Farel santai.
"G*la, mau racunin siapa lo?"
"Ya entah. Gw bawa aja, siapa tau ada yang mau gw racunin." Ucap Farel membuat mereka melongo.
"Sip. Gw gak akan bikin lo kesal, takut gw kalau tiba tiba di kasih racun." Ucap Ray manggut manggut.
Zelisia langsung memasukan obat itu kedalam kopi milik Lio, kemudian mengaduknya sedikit, dan memberikannya kepada Lio "Nih punya lo. Udah sekalian gw kasih obat cinta." Ucap Zelisia.
"Anj*rrr. Ya kali gw minum racun. Tuh, lo minum aja sendiri." Ucap Lio yang kesal mendorong kopi itu ke depan Zelisia.
"Oh maaf tuan. Kopi saya masih ada, minum kopi berlebihan itu tidak baik bagi kesehatan." Ucap Zelisia dengan gaya anggun dan menyeruput kopinya.
"G*la lo!!!" Ucap Lio.
"Lio, Lio?!" Panggil Ray.
"Apa?" Ucap Lio menatap Ray.
"Tau gak, kopi buatan Zeli, enak bet. Rugi lo?!" Ucap Ray sambil menyeruput kopinya di depan Lio.
Mereka semuapun mulai menggoda Lio, sedangkan Lio hanya menelan ludahnya kasar. Ayolah, jahat sekali mereka meminum kopi di depannya. Jika meminta Zelisia membuatkannya kopi, mana mau Zelisia membuatkannya kopi, sekalipun di buatkan, pasti akan di campurkan sesuatu.
__ADS_1
"EL?!" Panggil Zelisia sambil menatap gadis yang sedang mencarinya. Mereka semua mengikuti arah pandang Zelisia.
🙏🏻🌚Typo bertebaran kakak kakak🌚🙏🏻