Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi

Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi
BAB 23 Ditembak


__ADS_3

"Zel, lo ada masalah?" Tanya pria itu sambil merangkul Zelisia, tapi tidak ada tanggapan dari Zelisia. "Lo kalau ada masalah, cerita Zel. Gak baik kalau lo pendam semuanya sindiri." Lanjutnya lagi dengan lembut.


"Ck, mau lo apa sih?!" Ucap Zelisia kesal, yang langsung menepis tangan pria itu.


"Mau gw, lo liat gw Zel. Gw suka sama lo." Ucap pria itu menatap tepat di mata Zelisia.


(Sumpah, gw yang nulis merinding cuy. Iyuuuhhhh bet nj*rrr ๐Ÿคฎ).


'Suka apaan nj*rrr?! Orang lo yang udah bunuh nih pemilik tubuh.' Batin Zelisia merinding mendengar ungkapan pria itu (Lucas).


"Lo mau 'kan, jadi pacar gw? Gw janji bakal jagain lo, jadi tempat curhat lo, atau kalau lo lagi marah, boleh pukul gw." Ucap Lucas, ketika Zelisia hanya dia saja.


'Jagain apa, yang ada tuh, lo kurung gw di ruang bawah tanah. Curhat, helo, nih anak ajak lo ngomong aja, lo budeg. Mukul? Jangan 'kan mukul, baru nyentuh baju lo, gw udah di bunuh duluan.' Balas Zelisia dalam hati. Zelisia sama sekali tidak memberi tanggapan apapun.


"Kok lo diem Zel?" Tanya Lucas sambil memegeng kedua pundak Zelisia. Dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah Zelisia, karena hari sudah gelap, dan lagi mereka berada di bawah pohon, dan sidikit jauh dari penerang taman.


'Orang g*la?!' Batin Zelisia, yang langsung bangkit dari posisinya dan kembali kearea rumah sakit.


"Ehh, Zel. Lo belum jawab." Ucap Lucas sedikit berteriak, karena Zelisia belum terlalu jauh, tapi Zelisia tidak menanggapi sama sekali, menoleh pun tidak. "Malu kali yah? Yaudahlah, biarin aja." Gumam Lucas.


โœ„โ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆ


"Itu cowok Lucas 'kan Zel? Dia nembak lo?" Tanya Ray heboh.


"Kalian nguping?" Tanya Zelisia. Yahh, ke-enam orang itu mencari Zelisia, dan menemukan Zelisia sedang berbicang dengan seorang pria. Merekapun Tidak Sengaja mendengar pembicaraan mereka, tidak sengaja yah, bukan menguping.


"Kita gak nguping, kita cuma gak sengaja ngedenger." Bantah Lio tak ingin di anggap tukang nguping.


"Lo beneran di tembak 'kan?" Tanya Ray lagi, yang tak mempedulikan pertanyaan Zelisia.


"Ya, terus? Bukannya lo udah denger, napa masih nanya?!" Ucap Zelisia yang merotasikan matanya.


"Harus ada PJ, bener gak gess?!" Ucap Ray.

__ADS_1


"SETUJUUU..." Sorak mereka dengan kompak, kecuali Mustika dan Gerald.


"Ekhem, kamu udah baikan Zel?" Tanya Mustika mengalihkan pembicaraan sambil sesekali melirik Gerald.


"Udah Ka." Ucap Zelisia, yang beberapa detik berikutnya menangkap lirikan Mustika.


Zelisia langsung menatap Gerald dari atas sampai bawah. "Ngapain lo liat gw kayak gitu?!" Ucap Gerald dengan nada ketus.


"Apa salahnya kalau gw perhatiin ayang sendiri?!" Ucap Zelisia yang langsung berjalan menjauhi area rumah sakit, yang langkah di ikuti oleh teman temannya itu.


"Gw bukan ayang lo ye?!" Ucap Gerald tak terima. 'Udah punya pacar, masih jelalatan.' Batin Gerald.


"Oi, Lad." Ucap Farel sambil meletakkan lengannya di bahu Gerald, yang tubuhnya sendikit lebih pendek darinya. "Lo suka 'kan, sama si Zeli?!" Ucap Farel sambil tersenyum miring.


"Gak?!"


"Lo naksir sama Zeli"


"Gak?!"


"Gak gak gak gak?!"


"Jadi lo gak suka sama Zeli."


"Iya."


"Lo gak naksir sama dia."


"Iya."


"Gak cinta juga."


"Iya."

__ADS_1


"Lo setuju kalau Zeli jadian sama Lucas."


"Gak?!"


"Kenapa?" Tanya Farel mengangkat sebelah alisnya.


"Zeli gak suka sama Lucas." Jawab Gerald.


"Dari mana lo tau, lo 'kan bukan Zeli."


"Lagian nih yah, cinta itu bukan berawal dari saling suka. Tapi, seberapa sering dua orang menghabiskan waktu bersama, dan selalu bahagia. Sekalipun awalnya gak saling suka, tapi dengan waktu yang selalu di habiskan bersama, cinta akan tumbuh tanpa mereka sadari. Itu namanya cinta. Bukan karena, Zeli suka sama lo, Zeli gak suka sama Lucas. Suka itu bukan cinta." Ucap Farel sok bijak. (Dia aja gak pernah pacaran, semua pengetahuan dari gugel๐Ÿ˜ญ๐Ÿ–•๐Ÿป)


Gerald terdiam mendengar penuturan Farel, yah ada benarnya juga. Suka bukan berarti cinta, jadi kemungkinan besar Zelisia hanya sebatas 'Suka' padanya.


Setelah di ingat ingat lagit lagi 'Sepertinya memang begitu,' Batin Gerald saat melihat Zelisia yang sedang tertawa terpingkal pingkal setelah mendengar cerita tetang kes*alan Ray, dari Alaskar.


โœ„โ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆ


"Hahh~ Napa gw jadi kepikiran sih." Ucap Gerald kesal yang langsung mengambil posisi duduk. (Ciri ciri cowok lagi Gelisah, Galo, Merana).


"Ck, gerah lagi." Ucap Gerald sambil mengipas dirinya sendiri. Gimana gak panas coba, dari tadi gak bisa diem. Tidur, bangun, tidur, guling guling, jalan, gak jelas pokoknya. Gara gara kebanyakan gerak sampai keringatan.


"Aaaa, prustasi gw. Dahlah, gw mandi aja." Ucap Gerald yang melangkah 'kan kakinya ke kamar mandi.


Hanya butuh waktu 20 menit bagi Gerald untuk merilekskan diri dengan air hangat, dia langsung keluar dari kamar mandi, dengan kaos oblong warna putih tanpa corak, di padu dengan celana putih selutut.


Gerald langsung menyambar ponselnya, kemudian duduk di meja belajarnya. Sepertinya dia harus melakukan sesuatu hingga kantuk menghampirinya.


Trrringgg


Bunyi notif masuk ke ponsel Gerald kembali melepas pulpen yang baru saja dia ambil. Gerald tersenyum saat membaca nama si pengirim pesan, dalam sepersekian detik, dia melunturkan senyumnya dan menyerngit heran. Dia masih belum membuka pesan itu.


"Tumben." Gumam Gerald, lantaran ini baru pertama kalinya Zelisia mengiriminya pesan atau apapun itu.

__ADS_1


Gerald langsung membuka pesan itu. 'WOI', hanya satu kata dan 3 huruf yang di kirim oleh Zelisia. Gerald langsung memasang tampang datarnya setelah melihat isi pesan Zelisia. 'Maksudnya gw buaya gitu?!' Batin Gerald.


Note: Dalam bahasa daerah gw, buaya itu biasa di sebut 'Woe', jadi kalau ada yang manggil orang 'Woe/Woi', dianggap tidak sopan, karena buaya itu binatang, sedangkan yang dipanggil itu jelas manusia, berkaki dua, tangan dua, telinga dua, mata dua, kepala satu, hidung satu, mulut satu.


__ADS_2