
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Seperti biasanya, Zelisia pergi berkerja di caffe, namun kali ini, ada yang berbeda. Oh yah, kali ini dia tidak menggunakan pakaian pria seperti biasanya. Kali ini, dia terlihat lebih normal, alias lebih feminim. Entah setan apa yang merasuki Zelisia, tapi author sangat yakin, Zelisia dalam keadaan sangat sadar, dan tidak akan kerasukan apapun itu, karena Zelisia sendiri adalah setan.
"Nahh, berhubung ada tambahan satu pekerja lagi, jadi sift kerja gw juga berkurang, dan hari ini, gw free, alias gw lagi dilanda kegabutan yang hakiki." Ucap Zelisia yang duduk di bangku taman depan caffe dengan tampang membosankan.
"Hahh~" Zelisia hanya menghela nafas ketika melihat pelanggan yang masuk keluar dari caffe itu. Rasanya sangat membosankan, dia ingin melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa bosan yang sedang melanda dirinya. Wajar yah gess, Zelisia kehabisan Cokelat Dilan dirumah, jadi dilanda rindu, eh dilanda bosan maksudnya.
"WOIII, ZELI SETAN?!" Teriak seorang pria yang menghentikan motornya di depan Zelisia, dan membuka kaca helmnya saat melihat Zelisia.
"Hah?" Zelisia melihat kesamping kiri dan kanannya, dan memutar kepalanya kebelakang, memastikan apakah ada mahkluk lain disana, selain dirinya. 'Oh iya, gw 'kan gak spesial, dan gak bisa liat setan, kayak di novel novel horor yang pernah gw baca. Dahlah, kacangin aja mending, siapa tau dia emang liat setan di sekitar sini, terus itu setan, temannya.' Batin Zelisia memilih mengabaikan pria itu.
"Anjirrr, malah dikacangin gw." Gumam pria itu, ketika keberadaannya tidak di anggap. "WOI, ZELISIA WINSTON, CEWEK MINIM AHKLAK, OIII?!" Teriaknya lagi.
"GW?" Tanya Zelisia sambil menunjuk dirinya sendiri.
"KAGAK, NOH SETAN?! YA ELU LAH NGAB?!" Teriak pria itu kesal.
"HAH, LO KENAL GW?" Tanya Zelisia tidak mengenali pria itu.
"Ya Tuhan." Ucap pria itu dengan kesal membuka helmnya. "INI GW OIII?!" Teriak pria itu dengan kesal.
"Ohh, Kasar ternyata. Napa lo manggil gw?" Ucap Zelisia setelah mengetahui siapa pria itu. Yah siapa lagi jika bukan Alaskar yang namanya si plesetin dengan begitu aesthetik oleh mc kita.
"Ngapain lo di situ? Gak kerja apa?" Tanya Alaskar masih dengan posisi yang sama.
"Gw lagi ngayal tadi. Hari ini gw free, jadi gak ngapa ngapain, terus gw bosen di rumah, jadi kesini." Ucap Zelisia menanggapi.
"Mau ikut gak Zel? Daripada lo duduk gak jelas disini, yang ada lo kerasukan medusa lagi."
"Mau kemana emang?"
__ADS_1
"Muter muter aja, sekalian buang sial."
"Buang tenaga, buang bensin, buang uang. Gak tau apa, BBM sekarang pada gak tau diri harganya."
"Mau ikut kagak sih? Ngedumel mulu."
"Ikut ngab. Ntar, mau make sepatu dulu." Sambil mengenakan sepatu kets yang dia lepas tadi, karena posisinya dia duduk bersila.
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
"INI, KITA MAU KEMANA DULU?" Teriak Alaskar.
"DIMANA MANA HATIKU SENANG~"
"ANJIRRR, LO DENGER GW GAK ZEL?!" Ceritanya, mereka lagi diatas motor gitu, jadi suaranya ketutup sama angin dan suara mesin kendaraan lain.
"LA LA LA LALALA LA~ LALA LA LALA LA~ LA LALALA LA LA~ LALA LA LA~"
"LO NGOMONG APA? GW GAK DENGER. MOTORNYA KEKENCENGAN?!"
"ANJIRRR, BANYAK BACOT LO ZEL?!"
"HAH? LO MAU NYANYI?"
Dan berakhir, merekapun mengobrol, tapi tidak nyambung sama sekali. Keduanya memiliki topik yang berbeda.
"WOIII, KASAR. BERENTI OIII?! GW MAU BELI MINUM OIII. BERENTI, GW AUS SAT?!" Zelisia berteriak sambil memukul mukul helm Alaskar.
Alaskar langsung menepi, dan menghentikan motornya, dan dengan kesal dia menatap Zelisia yang sudah turun dari motornya. "lo gila hah? Gimana kalau tadi gw gagal fokus, kita bisa mati, tau gak?!" Kesal Alaskar yang mempermasalahkan Zelisia yang memukul mukul kepalanya tadi.
"Ya 'kan, gw udah bilang, gw aus, mau beli minum." Ucap Zelisia sambil menunjuk minimarket yang ada di belakang mereka. "Lagian, lo masih idup, gw juga masih idup. Buktinya gw masih napas, masih berdiri, masih gerak kayak orang idup, bukan zombie." Ucap Zelisia sambil melakukan beberapa gerakan, untuk membuktikan bahwa dia masih hidup.
__ADS_1
"Yang bilang lo udah koid siapa woi?!" Tungkas Alaskar tak mau kalah.
"Ehh, gw 'kan udah koid." Gumam Zelisia mengingat dunia lamanya. 'Kira kira, apa yang terjadi didunia gw sekarang yah? Si Shaka masih sehat 'kan? Hahhh, seandainya gw bisa balik ke dunia asal gw, ya Tuhan, gw gak mau terlalu lama tinggal disini, kalau bisa, kembaliin gw ke dunia gw sendiri. Sekalipun kehidupan gw sebelumnya, gak sebaik kehidupan gw sekarang, tapi gw lebih senang jadi diri gw sendiri. Gw gak mau disini, disini gw gak bebas, gw selalu terikat, gw gak bisa jadi diri gw apa adanya.' Batin Zelisia memikirkan dunia lamanya.
"WOI ZEL, MALAH NGELAMUN?!" Teriak Alaskar membuyarkan lamunan Zelisia.
"Ck, ganggu aja lo?!" Kesal Zelisia kemudian membeli minuman dingin untuknya dan Alaskar.
"Thanks Zel." Ucap Alaskar menerima minuman itu.
"Yoi"
"Kita kemana lagi nih?" Tanya Alaskar sambil melirik Zeli.
"Entah." Jawab Zelisia sambil mengangkat bahunya acuh. Pikirannya masih melayang layang memikirkan dunia lamanya.
"Zel."
"Hm"
"Lo kenal Elisa 'kan? Anak kelas gw, dia juga pelanggan lo di caffe."
"Mungkin."
"Cantik 'kan?"
"Iya"
"Tuh 'kan, lo aja akui."
"Akui apaan?" Ucap Zelisia yang terlihat kaget.
__ADS_1
"Jangan bilang lo dari tadi gak denger gw ngomong?!" Ucap Alaskar menatap Zelisia datar. Okay, dia hanya ingin curhat, tapi sepertinya salah alamat.