Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi

Mengubah Takdir Karakter Novel Fiksi
BAB 15 Dihukum


__ADS_3

✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Huaaa, gw gak bisa tidur elah." Ucap Zelisia dengan tubuhnya yang berguling guling di tempat tidurnya. "Hahh, kalau gini terus, besok gw bisa telat sekolahnya. Emang dasar penyakit anak sekolah, susah tidur malam." Ucap Zelisia sambil menenggeamkan wajahnya di bantal yang dia peluk sejak tadi.


"Nonton aja kali yah, biar cepat ngantuk. Tinggal pasang alarm, biar gak telat bangunnya." Ucap Zelisia sambil mengotak atik ponselnya, dan mencari film yang mungkin bisa membuatnya cepat bosan dan tidur.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


Matahari sudah tinggi, waktu sudah menunjuk pukul 07.42, dan seorang Zelisia masih enggan melepaskan diri dari selimut dan kasur nyaman itu. Alarmnya sudah berbunyi sejak 2 jam yang lalu, tapi itu sama sekali tidak mengusik Zelisia yang sedang terlelap di alam mimpinya.


Zelisia yang akan merubah posisi tidurnya malah terjatuh kelantai, karena posisinya sudah berada di pinggir kasur, dan dia berbalik kearah yang salah. "Aduhhh?!" Adu Zelisia saat wajah mulusnya langsung bersentuhan dengan lantai dingin itu. "Anj*rrrlah, segala jatuh lagi?!" Gumam Zelisia bangun dari posisinya.


Tangan Zelisia terulur mematikan alarm yang terus berbunyi itu. "ANJ*RR?! GW TELAT AS*U?!" Umpat Zelisia yang langsung berlari cepat kekamar mandi, hingga dia lupa membuka pintu kamar mandinya.


BRAAKKK


BUKHH


"As*u. Udah jatoh dari kasur, sekarang malah nabrak pintu?! Makin pesek dah nih idung." Ucap Zelisia dengan tangan kanan yang mengelus hidungnya, dan tangan kiri yang mengusap p*nt*tnya yang pagi ini sudah dua kali mencium lantai.


"Ini nih, ciri ciri godaan set*n yang hasut anak sekolah 'udah, gak usah kesekolah, mending bolos aja.' Untung gw anaknya rajin, jadi anti bolos bolos?!" Ucap Zelisia yang masih bisa narsis. "Apa gw gak usah masuk aja kali yah?! Palingan juga gw telat?!" Gumam Zelisia yang tiba tiba di rasuki set*n malas. "Dah lah." Lanjut Zelisia yang lanjut berjalan kekamar mandi.

__ADS_1


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


"Ketos ganteng. Gw udah capek." Keluh Zelisia untuk kesekian kalinya pada pria yang saat ini sedang berdiri di pinggir lapangan, sambil bercakak pinggang, memantau Zelisia.


"Tambah lima putaran lagi?!" Ucap Rakhas seakan tidak mendengar keluhan Zelisia.


Sudah hampir 1 jam kedua orang itu berada di lapangan, dengan matahari yang sudah mulai menyengat kulit Zelisia, hingga kulit Zelisia sudah terlihat memerah karena terbakar sinar matahari.


"Aaaa, gak mau lagi. Gw gak kuat." Ucap Zelisia sambil menjatuhkan pantatnya di lantai tengah lapangan. Bayangkan saja, sejak tadi dia sudah berlari mengelilingi lapangan ini sebanyak sepuluh kali, dan dengan tidak tahu dirinya, ketos ini ingin menambah hukumannya lima putaran lagi. Sungguh manusia yang tidak berprikemanusiaan.


"Istirahat lima menit, lalu lanjut lima putaran lagi." Ucap Rakhas sambil berjalan keluar dari area lapangan.


"Sangat sangat menganj*ng?! Kejam bet tuh manusia. Pen gw injek injek, terus gw guling guling kayak adonan, terus gw cincang cincang kayak hati b*bi. Ngeselin bet as*w?!" Ucap Zelisia memaki Rakhas sambil menendang nendang angin. "Ohh, gw tau?!" Ucap Zelisia yang langsung bangun dari posisi duduknya.


"Bu kantin. Gw mau beli dua botol minuman dingin, sama lem, apa lagi yah? Oh, tusuk gigi juga, sama telur mentah 2 butir. Sama tali juga." Ucap Zelisia. Bu kantin langsung mengambil semua pesanan Zelisia.


Zelisia langsung meraih minuman dingin, dan meminumnya hingga tandus. Setelah itu, Zelisia mengambil semua barang yang sisa, yang sudah di masukan kedalam bungkusan, lalu membawanya keruang OSIS.


Zelisia langsung mengambil tas Rakhas yang di biarkan tergantung di kursinya. "Hehe, sorry ketos ganteng. Siapa suruh lo hukum gw, gak pake p'rikemanusiaan." Zelisia langsung membuka tas Rakhas, mengeluarkan berkas berkas yang kemungkinan sangat penting dari dalam tasnya, kemudian menumpahkan lem keatasnya. Semua berkas itu menjadi satu oleh Zelisia.


"Lo harusnya berterimakasih sama gw, karena udah bantuin lo kurangin beban mata lo buat baca berkas berkas ini. Liat nih, berkas tadi yang banyak banyak, jadi sisa satu sama gw." Gumam Zelisia dengan bangga memuji dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah itu, Zelisia memasukan dua butir telur kedalam tasnya, pas sekali Zelisia menemukan dompet yang berisi beberapa lembar uang, serta tanda pengenal, dan kartu kartu penting lainnya. "Berhubung, mencuri itu dosa, jadi gw gak ngambil apapun. Tapi karena gw baik, gw tambahin isinya." Ucap Zelisia kemudian mengambil sebutir telur, dengan satu tusuk gigi.


Zelisia sedikit melubangi telur itu, dan membuat celah, agar putih telurnya bisa keluar. Langsung saja dia mengeluarkan putih telur itu kedalam dompet Rakhas hingga semua putih telur itu habis.


Sisanya, dia simpan kedalam tas Rakhas, dengan telur yang belum dia sentuh juga di simpan disana. Dia mulai membereskan semua kekacauan itu, memasukan kembali dompet dan berkas lainnnya kedalam tas.


"Ohh, ada satu lagi." Zelisia menyimpan sebotol minuman yang sudah dia campur dengan obat pencuci perut di meja Rakhas, kemudian pergi dari sana.


Zelisia langsung kembali kelapangan, dan disana sudah ada Rakhas yang sedang menunggunya dengan dua es krim ditangannya.


"Masih balik lo?!" Ucap Rakhas dengan ketus. Dia cukup kesal saat dia kembali tidak lagi mendapai sosok Zelisia disana. Padahal dia hanya pergi sebentar untuk membeli es krim, tapi gadis itu sudah kabur.


"Gw kebelet, jadi ketoilet tadi. Masa gw harus ber*k di sini juga?!" Ucap Zelisia yang langsung mengambil kedua es krim yang masih utuh di tangan Rakhas. "Oh yah. Makasih es krimnya." Ucap Zelisia lagi yang langsung memakan es krim itu.


"Eh, anj*rrr, itu es krim bukan buat lu semua. Woi?!" Ucap Rakhas kesal.


"Lah, lo gak bilang sih. Ini udah gw makan lagi." Ucap Zelisia sambil menatap kedua eskrimnya secara bergantian, kemudian menatap Rakhas sambil cengar cengir. "Nih..." Ucap Zelisia sambil menyodorkan salah satu es krimnya pada Rakhas.


Rakhas menatap es krim itu datar. "Ck." Decak Rakhas yang langsung pergi dari sana. 'Gagal keren gw. Niatnya mau jadi pahlawan, malah di usilin gw. Lain kali gak lagi kalau mau sok keren depan tuh bocah.' Batin Rakhas dengan perasaan kesal.


"Wow, emang the best bet gw. Udah dapat es krim gratis, hukuman tambahan gw gak jadi lagi?! Emang berkat anak baek." Ucap Zelisia dengan perasaan yang berbunga bunga.

__ADS_1


MAAP KEUN SAYA YANG LAMA UP NYA🏃🏻‍♂️🏃🏻‍♂️🏃🏻‍♂️


__ADS_2