Menikah Karna Penghianatan

Menikah Karna Penghianatan
Part 1


__ADS_3

Luna



Reynal



Aleta



Kevin



HAPPY READING


Sebuah mobil sport berwarna merah melintasi jalan ke arah pantai. Di dalam mobil tersebut terdapat 2 wanita yaitu Luna dan Aleta.


“ Akhirnya aku bisa keluar rumah tanpa bodyguard. Aku bebas...uuu...” teriak Aleta sepanjang jalan sambil menikmati hembusan angin yang menerpanya.


“ Kau tidak akan bisa seperti sekarang jika bukan karna bantuanku.” Balas Luna sambil menyetir mobil itu.


Aleta duduk kembali di kursinya dan memeluk Luna yang duduk di sebelahnya. “ Kau memang sahabatku yang terbaik.”


“ Lepaskan aku, aku sedang menyetir saat ini.”


Aleta melepaskan pelukannya tersebut dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


Luna adalah gadis berusia dua puluh dua tahun yang memiliki wajah yang sangat cantik. Sewaktu kecil, ia selalu di bully oleh teman-temannya karna ayahnya bangkrut dan ia jatuh miskin. Satu-satunya teman yang masih bertahan hingga saat ini hanyalah Aleta.


Aleta adalah anak dari pemilik perusahaan terbesar di kotanya. Kemanapun ia pergi, ia selalu didampingi oleh bodyguardnya. Hal itu membuatnya tidak pernah bebas melakukan apa pun seperti anak pada lainnya. Ia di tuntun untuk melakukan sesuatu dengan perfect untuk menjaga nama baik keluarganya. Tidak ada satu pun teman yang mau dekat dengan Aleta karna terlalu takut dengan bodyguardnya yang menyeramkan.


Oleh karena itu, Aleta mendekati Luna yang pada saat itu tidak memiliki seorang teman. Mereka akhirnya menjadi semakin dekat dan bersahabat hingga saat ini.


📍📍📍


Sesampainya di hotel, mereka langsung memesan satu kamar untuk mereka berdua. Semua biaya kamar di tanggung oleh Aleta. Bahkan Aleta juga berjanji akan membayar semua pengeluaran mereka berdua selama liburan di pantai ini. Ia melakukan semua itu untuk membujuk Luna agar mau di ajak liburan dengannya.


" Ayo jalan, aku sudah memesan kamarnya."


Luna masih sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya sehingga ia tidak mendengarkan ucapan Aleta barusan.

__ADS_1


Aleta menyadari bahwa Luna belum mengikutinya. Ia menoleh ke arah Luna dan benar saja dia masih berdiri di tempat semula.


" Luna!! buruan, aku sudah memesan kamar ini." teriak Aleta mengulangi ucapannya kembali.


" Tunggu sebentar, aku kehilangan ponselku." ucap Luna panik.


" Kau taruh dimana tadi?"


Aleta kembali menghampiri Luna dan membantu mencari ponselnya di dalam tasnya.


" Tadi aku masukkan ke tas ini tapi tidak ada."


" Kau ini memang pelupa, kebiasaan banget jadi orang.”


" Aku coba cek di mobil, siapa tau ketinggalan di sana. Kau tunggu di sini sebantar. Aku nitip koperku." ucap Luna lalu menyerahkan kopernya pada Aleta dan langsung pergi meninggalkannya.


Di mobil, Luna mencoba mencari keberadaan ponselnya dimana-mana tapi tidak ketemu. Tiba-tiba bunyi ponselnya terdengar dari arah belakang tubuhnya. Ia langsung meraba saku belakang celananya dan menemukan ponselnya di sana.


" Sial ternyata kau ada disaku dari tadi, ngapain aku capek-capek nyari sampai kesini..." Gumam Luna kesal.


Luna membuka pesan dari Aleta yang mengatakan bahwa Aleta sudah dulu masuk ke kamar karna Luna sangat. Ia dari tadi sudah kebelet poop dan tidak bisa menahannya lagi. Ia menyuruh Luna langsung masuk ke dalam kamarnya nomor 206 yang sengaja tidak ia kunci karna Aleta mau sekalian mandi habis poop.


Setelah membaca pesan itu, Luna langsung berjalan kembali menuju ke kamarnya. Ia masuk ke kamar nomor 196 yang benar-benar tidak dikunci oleh Aleta.


" Kamar ini sangat cocok untuk anak sultan seperti Aleta" gumam Luna.


Luna melangkah menuju ranjang lalu melemparkan tas serta ponselnya di atas sana. Pandangannya tertuju ke arah balkon kamarnya yang terlihat sangat indah dan menarik perhatiannya.


Hotel yang ia tempati saat ini berada di atas bukit yang letaknya dekat dengan pantai. Hal itu membuat siapa pun yang menginap di sana bisa menikmati pemandangan yang begitu menakjubkan dari kamarnya.


“ Woww luar biasa mengagumkan.” Ucap Luna terkagum dengan pemandangan di depannya tersebut. Ia dapat melihat dengan jelas suasana keindahan pantai dan keramaian pengunjung dari atas sana.


📍📍📍📍


Seorang pria bernama Rey baru selesai mandi dan membalut tubuhnya dengan handuk putih sebatas pinggangnya.


Dia adalah pengusaha muda yang yang sukses melanjutkan usaha ayahnya di bidang kuliner. Ia memiliki banyak cabang restoran mewah yang menyebar di berbagai kota besar di Indonesia.


Rey keluar dari kamar mandinya lalu menyibakkan rambutnya yang masih sedikit basah. Seketika pandangannya mengarah pada seorang wanita yang berdiri di balkon kamarnya. Ia langsung terkejut hingga tubuhnya terpental ke belakang bersandar pada pintu kamar mandi.


" Astaga, siang-siang begini kenapa ada hantu." gumam Rey sambil mengelus dadanya.


Ia mengira bahwa gadis yang dilihatnya saat ini adalah hantu penunggu kamar hotel yang ia pesan.

__ADS_1


Saat ia menatapnya lagi, wanita itu masih berdiri tanpa berpindah posisi. Rey memberanikah diri mendekat ke arah wanita itu dengan langkah ragu untuk memastikan wanita yang di lihatnya tersebut beneran hantu atau hanya manusia biasa sepertinya.


Semakin mendekat ke arah balkon, semakin jelas bahwa wanita yang dilihatnya itu menapakkan kakinya di atas lantai. Hal itu membuat Rey yakin bahwa yang di lihatnya saat ini bukanlah hantu melainkan manusia.


" Hei siapa kau?" tanya Rey yang sekarang sudah berdiri di belakang wanita itu.


Luna mendengar suara laki-laki di kamarnya. Ia langsung menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya saat seorang laki-laki tanpa busana sudah berdiri tepat di belakangnya.


“ Siapa kau?” teriak Luna panik sambil mendorong laki-laki tersebut hingga terjatuh mengenai meja di belakangnya. Ya, dia adalah Rey. Mereka sekarang berada di kamar yang sama saat ini.


“ Apa-apaan kau ini.” Ucap Rey kesal saat dirinya di dorong secara tiba-tiba.


" Jangan macam-macamku, aku akan teriak jika kau berani menyentuhku.." ucap Luna panik sambil memundurkan tubuhnya menghindari Rey.


" Apa yang kau bicarakan? Siapa kau sebenarnya?” tanya Rey bingung.


Rey mendekat ke arah Luna dan membuat Luna semakin ketakutan.


“ Tolong!! Tolong!!” teriak Luna.


“ Apa yang kau lakukan? Dasar wanita gila!” umpat Rey kesal.


Ia langsung membungkam mulut Luna dengan tangannya dan menyeretnya masuk ke dalam kamar. Rey tidak mau semua jika semua orang akan salah paham padanya.


Luna berusaha melepaskan dirinya dari Rey tapi tenaganya kurang kuat untuk melawan Rey. Ia akhirnya punya ide bagus agar dirinya bisa lepas dari Rey saat ini. Luna memundurkan badannya hingga tanpa sengaja menyentuh kejantanan Rey yang bersembunyi di balik handuk putih saat ini. Saat itu juga Luna langsung membalikkan badannya dan menendang kejantanan Rey dengan sangat keras.


“ Awww” rintih Rey kesakitan.


Rey melepaskan tangannya yang membungkam mulut Luna lalu berpindah memegangi kejantanannya yang sangat sakit saat ini.


" Wanita sialan!! Berani-beraninya kau menendang kejantananku." teriak Rey sangat marah.


JANGAN LUPA


👍 LIKE


📍 KOMEN


❤ FAVORIT


DAN TIPS NYA YA


SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA

__ADS_1


__ADS_2