
Saat kembali lagi ke ruangan Rey, tanpa sengaja Luna melihat Alena dan Kevin makan bersama kedua orang tua mereka di restoran Rey. Luna terus memperhatikan mereka dari jauh dan penasaran dengan apa yang sedang terjadi disana. Kevin dan Alena tidak memberitahu sebelumnya jika mereka akan bertemu tanpa Luna. Hal itu membuatnya semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka. Apalagi, ia tau bahwa Alena dan Kevin tidak saling menggenal dekat sebelumnya. Hal itu membuat rasa kecurigaan Luna menjadi bertambah.
" Kenapa orang tua Kevin dan Alena juga ada disana? Setauku, mereka tidak punya hubungan persaudaraan." gumam Luna heran.
" Kenapa berhenti?" tanya Rey menoleh ke arah Luna karna ia menghilang seketika dari sampingnya.
Luna tidak menjawab pertanyaan Rey dan masih fokus memperhatikan Kevin dan Alena. Rey yang penasaran langsung mengikuti arah pandang Luna saat ini.
" Bukannya itu pacarmu?" tanya Rey.
" Kenapa kau bisa tau? Sejak kapan kau tau tentang kehidupanku?" tanya Luna curiga.
" Aku cuma menebak." balas Rey lalu meninggalkan Luna lebih dulu.
" Bohong, sejak kapan kau tau semua hal tentangku?" tanya Luna semakin penasaran terhadap Rey. Ia terus mengejar langkah Rey dan memaksa Rey menjawab pertanyaannya.
Sesampainya di ruangan, Rey masih saja diam dan mengabaikan Luna. Luna akhirnya melempar map yang berada di atas meja ke arah Rey agar mau berbicara padanya.
__ADS_1
" Hehh, apa yang kau lakukan." teriak Rey sangat kesal.
" Jawab pertanyaanku? Kenapa kau bisa tau semua hal tentangku? Apa kau menyukaiku? Jangan-jangan kau jatuh cinta padaku sejak pertama melihatku. Iya kan?" teriak Luna melontarkan banyak pertanyaan yang membuat Rey merasa risih mendengarnya.
" Kau sudah gila ya? Mana mungkin aku menyukai gadis gila sepertimu." balas Rey.
" Lalu kenapa kau bisa tau tentang Kevin? Dan aku yakin kerja sama ini pasti juga rencanamu agar kau bisa dekat denganku kan?" tanya Luna dengan pedenya sambil melipat ke dua tangannya di depan dada.
Ya Tuhan, kenapa bisa ada wanita seperti ini di muka bumi? Mimpi apa aku semalam. Batin Rey frustasi.
" Ini cek 2 milyar yang aku bayar untuk menu restoranmu itu. Untuk keuntungan selanjutnya aku akan mengirimkan uangnya setiap bulan. Urusan kita hari ini sudah selesai, silahkan pergi dari ruanganku sekarang juga." ucap Rey menyodorkan sebuah cek dan mengusir Luna.
" Kau sangat cerewet dari tadi. Telinggaku sakit mendengarnya, lebih baik kau pergi dari sini agar aku bisa tenang. Okeyy??"
Luna akhirnya pergi dari sana dengan sangat emosi dan membanting pintu sangat keras. Di luar, ia tidak lagi melihat keberadaan Kevin dan Alena. Ia mencoba menghubungi Kevin namun tidak diangkat olehnya.
Sesampainya di rumah, Luna langsung masuk ke kamarnya dan duduk melamun di sofa memikirkan Kevin dan Alena. Bima masuk ke kamar Luna tak lama kemudian lalu menghampiri Luna dan duduk di sebelahnya.
__ADS_1
" Apa semuanya sudah beres?" tanya Bima.
" Sudah pa, ini cek 2 milyar yang sudah dijanjikan sebelumnya." ucap Luna menyodorkan cek pada Bima.
" Simpan saja uang itu untuk kau membangun restoran ini setelah kau lulus nanti." ucap Bima.
" Tapi pa, apa aku boleh memakai 10 juta dari uang ini sekarang?" tanya Luna.
" Pakai saja, beli semua barang yang kau inginkan saat ini. Papa tidak akan meminta sedikitpun dari uang itu. Papa melakukan semua ini untukmu." ucap Bima.
" Luna sebenarnya memiliki hutang pada Kevin sebanyak 10 juta. Saat liburan kemarin, Luna tidak sengaja merusak barang yang ada di hotel dan harus membayar ganti rugi. Luna akhirnya meminjam uang Kevin untuk membayar semua itu karna Luna tidak berani meminta pada papa." ucap Luna.
" Kenapa tidak berani bilang sama papa. Papa pasti akan mengirimkan uang saat itu jika kau meminta sama papa." ucap Bima dengan nada sedikit kecewa karna Luna lebih terbuka pada Kevin daripada dirinya.
" Luna tidak enak mau bilang sama papa, selama ini Luna sudah sering meminta uang ke papa untuk bayar kuliah Luna." ucap Luna.
" Sudah kewajiban papa melakukan semua itu. Lain kali kalau ada apa-apa bilang sama papa jangan sama Kevin. Ingat dia belum jadi suamimu, kau masih tanggung jawab papa saat ini." ucap Bima dengan nada sedikit tegas.
__ADS_1
" Iya pa, maafkan Luna. Luna janji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Luna menyesali perbuatannya.