
Selesai makan, Luna mengambil ponselnya di tas untuk menelfon papanya.
" Hallo pa." ucap Luna saat telfon tersambung.
" Hallo, Luna kamu dimana sekarang?" teriak Bima sangat khawatir.
Rey mendengar hal tersebut dan langsung menatap Luna karna penasaran siapa yang sedang Luna telfon. Luna akhirnya bangkit dari duduknya dan pergi menjauh dari Rey untuk berbicara dengan papanya. Ia tidak mau Rey mengetahui masalahnya. Luna adalah orang yang tegar di hadapan orang lain. Ia tidak pernah mengumbar masalah kehidupannya pada orang lain.
" Pa, apa Kevin dan Alena masih disana?" tanya Luna.
" Iya, mereka dari tadi menunggu kamu pulang. Bukannya kamu tadi pergi sama Kevin? Kenapa dia mencarimu? Dimana sebenarnya kamu sekarang?" tanya Bima.
" Pa jangan keras-keras,,,"
__ADS_1
" Memangnya kenapa?" ucap Bima merasa bingung.
" Dengarkan Luna baik-baik. Luna sekarang sedang tidak ingin bertemu Kevin maupun Alena. Luna belum akan pulang jika mereka masih disana. Papa jangan bilang pada mereka kalau Luna menelfon papa. Okey?? Kabari Luna jika mereka sudah pergi dari sana." ucap Luna sangat serius pada papanya.
" Memangnya kalian sedang ada masalah apa sekarang?" tanya Bima penasaran.
" Luna tidak bisa jelaskan lewat telfon saat ini. Nanti Luna ceritakan semuanya kalau Luna sudah di rumah." jelas Luna.
" Ya sudah, nanti papa kabari kamu kalau mereka sudah pergi dari sini. Yang penting sekarang kamu baik-baik sajakan?" tanya Bima memastikan.
Rey membayar semua tagihan makanannya dan menghampiri Luna. Ia berdiri di belakang Luna untuk mengajaknya pulang. Namun, sebelum ia berbicara Luna sudah menoleh dan langsung terkejut melihat Rey di belakangnya. Ponselnya sampai terjatuh dan tergores hingga layarnya retak.
" Rey!!!" teriak Luna sangat kesal.
__ADS_1
" Aku tidak menyentuhmu, kenapa kau teriak padaku??" ucap Rey sambil mengangkat kedua tangannya.
" Kau mengejutkanku." ucap Luna.
" Ya sudah aku minta maaf. Ayo kita pulang." ajak Rey.
" Aku belum bayar makanannya."
" Sudah aku bayar semua, tidak perlu berterimakasih padaku. Aku ikhlas,," ucap Rey sambil tersenyum dan mengedipkan matanya pada Luna.
" Siapa yang mau berterimakasih padamu. Memang seharusnya kau yang membayar semua." ucap Luna lalu berjalan mendahului Rey.
Rey tersenyum mendengar ucapan Luna barusan. Entah kenapa semakin Luna bersikap seperti itu padanya semakin ia menyukainya. Di mobil, Luna sibuk dengan ponselnya dan membaca satu persatu pesan dari Kevin maupun Alena. Kevin sangat mengawatirkan kondisi Luna saat ini, ia bahkan berjanji untuk tidak menikah dengan Alena dan memilih Luna. Hal itu membuatnya merasa senang. Tapi, ketika ia mengingat perkataan Alena sebelumnya. Luna menjadi dilema seketika. Ia teringat perkataan Alena sebelumnya yang terancam diusir dari rumah jika tidak menikah dengan Kevin.
__ADS_1
Mata Luna pun mulai berkaca-kaca saat membaca semua pesan dari Alena maupun Kevin satu persatu. Ia bimbang dengan semua yang harus ia hadapi sekarang. Ia masih sangat mencintai Kevin dan tidak rela jika Kevin menikah dengan sahabatnya sendiri. Tapi, ia tidak mau jika hubungannya dengan Kevin tidak di restui orang tua Kevin. Selama ini mereka sudah mencoba mempertahankan hubungan mereka agar orang tua mereka percaya bahwa mereka saling mencintai. Bahkan papa Luna pun sudah merestuinya saat ini. Ia tidak menyangka jika orang tua Kevin begitu tega memisahkan Kevin darinya dengan menjodohkan Kevin dengan Alena.