Menikah Karna Penghianatan

Menikah Karna Penghianatan
Part 7


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Luna bangun ia langsung panik dan langsung mencari ponselnya untuk menghubungi Alena lagi. Tapi ternyata bunyi ponsel Alena terdengar di kamar tersebut. Alena langsung mencari keberadaan ponsel tersebut yang ternyata sudah diatas meja sebelah ranjang. Di atas ranjang ternyata Alena sudah tertidur dengan tertutup slimun sangan rapat. Alena sudah ada di kamar itu dan tertidur pulas di atas ranjang.


" Alena, dari mana saja kau semalam!!" teriak Luna membangunkan Alena dengan mengoyang-goyangkan tubuh Alena.


" Hmmm, jalan-jalan sama Brian." jawab Alena dengan suara samarnya karna ia masih setengah sadar.


" Kenapa telfonku tidak kau angkat hehh?" tanya Luna kesal.


" Sorry sorry, aku lupa." jawab Alena dan langsung menutup kepalanya dengan bantal untuk menghindari pertanyaan dari Luna lagi.


Luna memukul Alena dengan bantal karna diabaikan saat ia terus bertanya. Ia merebut bantal yang menutupi wajah Alena dan memaksa Alena bangun.


" Katakan padaku, apa yang kau lakukan dengannya sampai-sampai kau tidak menjawab telfonku?" tanya Luna.


" Aku menaruh ponselku di dalam tas. Aku tidak dengar kalau ada telfon." jawab Alena.


" Mamamu semalam menelfonku, aku bingung harus mengatakan apa padanya. Aku bilang kau sudah tidur." ucap Luna.


" Kau srius?" tanya Alena terkejut dan langsung sadar 100 persen dari rasa kantuknya.

__ADS_1


" Heemm, buruan telfon dia sekarang juga sebelum kau kena masalah nanti." suruh Luna.


Tanpa berpikir panjang lagi, Alena langsung bangkit dari ranjang dan menelfon mamanya.


Setelah seminggu liburan di pantai, Luna dan Alena akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing. Luna menyetri mobil selama perjalanan sedangkan Alena dia tertidur di samping Luna. Rumah Luna berada di lantai atas restoran milik papanya sehingga ia menghentikan mobilnya di depan sana.


" Lun, aku duluan ya." pamit Alena setelah Luna turun dari mobilnya.


" Hati-hati di jalan, salam buat mamamu." balas Luna sambil lambaian tangan pada Alena.


" Okey, daaa." jawab Alena lalu melajukan mobilnya pergi meninggalkan Luna.


Luna masuk ke dalam restorannya dan menemui papanya yang sedari tadi memasak di dapur untuk pelangan restoran.


" Iya pa, capek banget nyetir mobil dari tadi." keluh Luna lalu duduk di sebuah kursi yang ada disana.


" Ton, lanjutkan masakanku." suruh Bima pada koki disana.


" Baik pak Bim." balas Toni.

__ADS_1


Bima melepas celemeknya lalu menghampiri Luna. Ia duduk di samping Luna lalu memijat tangan Luna dengan penuh kasih sayang.


" Papa, harusnya Luna yang mijat tangan papa. Papa setiap hari masak sangat banyak. Pasti tangan papa lebih capek dari Luna." ucap Luna bergantian memijat Bima.


" Papa sudah terbiasa, lagi pula semua itu sudah pekerjaan papa. Dimana Alena?" tanya Luna.


" Alena langsung pulang pa, capek katanya." balas Luna.


" Yasudah kamu istirahat dulu sana di atas. Nanti papa buatkan makanan untukmu." ucap Bima.


Selama liburan kuliah, Luna membantu papanya bekerja di restoran. Ia kuliah di Universitas yang berada di satu kota dengan rumahnya. Ia mengambil jurusan tataboga karna cita-citanya ingin menjadikan restoran papanya menjadi besar dan berkembang. Saat ini, Luna sudah masuk semester 8 dan tinggal nunggu pengumuman untuk lulus.


JANGAN LUPA


👍 LIKE


📍 KOMEN


❤ FAVORIT

__ADS_1


DAN TIPS NYA YA


SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA


__ADS_2