
Kevin memperhatikan tangan Bima yang merangkul pundaknya itu dengan perasaan haru. Ia tersenyum sangat lebar dan merasa sangat bahagia akan hal itu.
Luna keluar dari kamar tak lama kemudian dengan penampilan yang sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya. Ia menggunakan gaun berwarna putih senada dengan kemeja yang Kevin kenakan hari ini. Saat melihat papanya merangkul Kevin, Luna langsung tersenyum dan mengabadikan momen tersebut dengan memfoto mereka secara diam-diam dari belakang.
Aku tau, suatu saat papa akan menyukaimu Kevin. Dan hal itu sudah terjadi saat ini. Aku tidak pernah salah memilih seseorang dalam hidupku. Batin Luna ikut merasakan terharu.
Luna mendekat ke arah Bima dan Kevin dengan raut wajah yang sangat bahagia.
" Papa" panggil Luna mengejutkan Bima dari arah belakang.
Bima menoleh ke arah Luna dan memperhatikan penampilan Luna dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" Kamu mau kemana pakai baju seperti itu?" tanya Bima.
" Luna mau keluar sama Kevin hari ini. Bolehkan pa?" ucap Luna.
" Mau kemana kalian?" tanya Bima.
__ADS_1
" Cuma jalan-jalan ke kota kok om." jawab Kevin.
" Jangan pulang terlalu malam." pesan Bima.
" Iya pa, Luna pergi dulu ya." pamit Luna dan diikuti oleh Kevin.
Saat di mobil, Luna tiba-tiba teringat akan uang yang ia pinjam ke Kevin kemarin belum ia kembalikan sampai sekarang. Suasana yang tadinya hangat berubah seketika karna kecanggungan Luna terhadap Kevin.
" Sayang, uang yang aku pinjem kemarin, aku kembalikan besok ya. Aku masih belum tega minta uang sama papa." ucap Luna.
" Kamu ngga usah mikirin hal itu, sayang. Lagipula aku sudah ikhlas kok. Kamu taukan kalau aku pengusaha sukses disini. Uang segitu tidak ada artinya bagiku. Aku lebih tidak ikhlas jika waktu itu kamu benar-benar di bawa ke kantor polisi sama laki-laki itu." balas Kevin sambil menatap ke arah Luna dan mengelus kepala Luna dengan lembut.
" Dasar keras kepala, kenapa kamu tidak pernah mendengarkan ucapanku sih yang??" tanya Kevin sambil menyentil kening Luna dengan kesal.
" Aww sakit" rengek Luna memegangi dahinya.
" Makanya kalau aku ngomong itu dengerin. Kalau tidak ya berarti tidak, jangan ngelawan." ucap Kevin sambil menggenggam tangan Luna sambil menyetir.
__ADS_1
Disisi lain Alena terus saja mual-mual di kamar mandinya. Ia memegang testpack kehamilan di tangannya yang hasilnya adalah ia positif hamil saat ini.
" Aku tidak mungkin hamil. Ini pasti salah." gumam Alena sambil menangis dan menghamtam dinding di kamar mandinya.
Ia duduk di kloset lalu memegangi kepalanya dengan sangat fruatasi. Ia mengingat kejadian dimana ia pergi bersama Brian dan tidur di hotel malam itu. Mereka melakukan hubungan intim satu malam dan hal itu merupakan pertama kalinya untuk Alena. Ia tidak menyangka jika ia akan hamil hanya dengan melakukan hubungan **** sekali dengan seorang pria.
Alena mencoba menghubungi Brian tapi nomor Brian sudah tidak aktif lagi saat ini. Ia tidak tau informasi tentang Brian sama sekali bahkan nama panjangnya. Ia merasa sangat bodoh karna saat itu ia dengan mudah percaya sama Brian dan mau diajak tidur dengannya.
"Dasar brengsek!! Kenapa kamu tidak mengangkat telfonku. Dimana kau saat ini? Kau harus bertanggung jawab atas semua ini." gumam Alena.
JANGAN LUPA
👍 LIKE
📍 KOMEN
❤ FAVORIT
__ADS_1
DAN TIPS NYA YA
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA