
Saat masuk ke dalam, seorang pria yang awalnya sibuk dengan komputernya langsung berdiri dan menyambut kedatangan Luna.Pria tersebut ternyata adalah Rey, pemilik Reeship Resto.
" Kau!" ucap Rey terkejut saat melihat wajah Luna.
Luna juga langsung terkejut saat melihat Rey. Ia memperhatikan wajah Rey dengan seksama dan memastikannya.
" Lohh kamu." ucap Luna.
" Apa kau anak pak Bima?" tanya Rey memastikan.
" Jadi kamu pemilik restoran ini?" tanya Luna balik.
" Jawab dulu pertanyaanku, kenapa kau nanya balik?" ucap Luna dengan sedikit kesal.
" Iya aku anaknya pak Bima." jawab Luna.
Wajah Rey langsung berubah seketika sambil menggepalkan tangannya menaham emosi. Ia tidak menyangka jika Luna adalah pemilik restoran yang ia ajak kerja sama.
Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk bertemu lagi dengan wanita ini. Batin Rey.
" Perkenalkan aku Reynal Wijaya, pemilik Restoran ini." ucap Rey mendekat ke arah Luna dan mengulurkan tangannya padanya.
Luna tidak membalas uluran tangan tersebut. Ia masih kesal dan tidak percaya dengan yang terjadi saat ini. Rey yang merasa diabaikan langsung menurunkan tangannya kembali dengan cangung.
__ADS_1
" Aku membatalkan kerja sama ini." ucap Luna secara tiba-tiba.
" Kau srius? Tapi kita sudah..." protes Rey.
" Ya, aku tidak mau kerjasama denganmu." balas Luna lalu meninggalkan Rey begitu saja.
" Tunggu!!" teriak Rey membuat langkah Luna berhenti seketika dan langsung menatap ke arah Rey.
" Kenapa? Aku kau mau memaksaku?" tanya Luna.
" Nona yang terhormat. Jika kau tidak mau bekerjasama denganku, itu tidak masalah bagiku. Tapi asal kau tau, jika salah satu pihak membatalkan perjanjian ini, maka pihak tersebut berhak membayar ganti rugi sebesar 1 milyar."
" Apa???" ucap Luna terkejut.
" Siapa yang penipu? Kesepakatan itu sudah disetujui oleh pak Bima. Dia melakukannya dengan kesadaran penuh. Aku tidak pernah menipu seseorang untuk bekerja sama denganku." balas Rey sambil mendorong dahi Luna dengan jari telunjuknya.
" Berani-beraninya kau..." teriak Luna.
" Aku kau masih mau membatalkan kerja sama ini nona? Kalau iya, tidak masalah buatku. Silahkan pergi dari sini dan bayar uang itu secepatnya." potong Rey dengan nada menantang.
Luna menggenggam tangannya penuh emosi sambil mengigit bibir bawahnya. Ia bingung dengan yang akan ia lakukan saat ini. Papanya sudah terlanjur menandatangani surat perjanjian kerja sama itu dan membuatnya tidak bisa berkutik lagi di depan Rey.
" Baiklah, aku tidak jadi membatalkan kerja sama ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Luna.
__ADS_1
" Ikut aku." ucap Rey lalu berjalan mendahului Luna.
Rey membawa Luna ke dapur restorannya untuk mengajari kokinya memasak menu yang telah dijadikan kerja sama antara mereka. Saat Luna menjelaskan dan mengajari semua koki disana, seketika rasa kesalnya pada Rey hilang begitu saja. Ia terlalu fokus memasak dan dengan sabar mengajari semua koki disana. Rey yang memperhatikannya dari tadi langsung terkesima dengan aura Luna yang berbeda dari sebelumnya. Ia begitu manis saat sedang memasak dan tidak marah-marah seperti biasanya.
" Coba kau cicipi ini, rasanya sudah pas belum?" tanya Luna sambil menyuapi hasil masakannya pada Rey.
Rey membuka mulutnya dan Luna langsung menyuapinya. Luna bahkan mengelap mulut Rey yang belepotan. Ia tidak sadar melakukan hal tersebut. Rey menjadi canggung diperlakukan seperti itu dan membuat Luna menyadari kesalahannya.
" Maafkan aku, aku terbiasa melakukan hal itu pada papaku." ucap Luna menjadi salah tingkah dan langsung mengalihkan pandangannya ke lain tempat.
" Ini sudah enak." jawab Rey.
JANGAN LUPA
👍 LIKE
📍 KOMEN
❤ FAVORIT
DAN TIPS NYA YA
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA
__ADS_1