
" Kita mau kemana sekarang?" tanya Rey mengejutkan Luna dan menatap ke arahnya.
Luna langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela saat Rey menoleh ke arahnya. Ia tidak mau Rey melihatnya berkaca-kaca. Namun, Rey ternyata sudah terlanjut melihatnya sebelum ia menoleh.
" Heh apa kau menangis lagi?" tanya Rey khawatir lalu meraih dagu Luna agar menoleh ke arahnya.
" Tidak,,," jawab Luna namun matanya tidak bisa berbohong.
Luna tidak bisa lagi membendung air matanya dan akhirnya menangis di hadapan Rey.
" Rey jangan menatapku, aku malu." ucap Luna sambil menghapus air matanya.
" Baiklah." jawab Rey lalu menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
" Kenapa kita berhenti disini?" tanya Luna bingung.
__ADS_1
" Kau pindah duduk ke belakang, jangan tahan air matamu itu. Aku tidak akan melihatmu menangis jika kau duduk di belakang. Kau tenang saja, aku akan mendengarkan lagu dengan earphone ini dan tidak akan mendengar suara kau menangis." ucap Rey lalu memasang earphone di telinganya.
Di belakang, Luna benar-benar menangis sejadi-jadinya. Ia mulai mengingat semua kenangan yang terjadi antara dirinya dan Kevin selama ini. Ia masih sangat mencintainya sampai saat ini. Rasanya begitu menyakitkan berada di suatu keadaan dimana ia tidak bisa memilih jalan yang tepat. Rey sesekali melihatnya dari kaca mobil dan merasa kasihan padanya. Tapi, ia tidak berani untuk menegur Luna.
Sesampainya di depan restoran Luna, Luna ternyata ketiduran di mobil. Rey tidak berani membangunkan Luna, ia hanya memarkirkan mobilnya di depan restoran Luna sambil menunggu Luna bangun. Saat itu juga, Kevin dan Alena keluar dari restoran Luna.
" Kenapa mereka ada disini?" Gumam Rey terus memperhatikan Kevin dan Alena yang sedang mengobrol saat ini.
Apa yang terjadi sebenarnya di antara mereka? Apa ini alasannya, kenapa dia tidak mau turun dari mobilku tadi? Aku tidak tau apa yang terjadi di antara kalian, tapi aku tidak akan biarkan Luna menangis lagi karna kalian berdua. Batin Rey sambil menatap Kevin dan Alena dengan penuh kebencian.
" Kau sudah bangun?" tanya Rey saat Luna mengeliat.
" Loh, kok udah gelap. Jam berapa sekarang?" tanya Luna sangat terkejut memperhatikan sekitarnya yang tadinya masih terang sekarang sudah gelap.
" 9." jawab Rey singkat.
__ADS_1
" Kenapa kau tidak membangunkanku?" tanya Alena merasa bersalah.
" Aku sudah membangunkanmu, tapi kau tidak bangun-bangun dari tadi." ucap Rey berbohong.
Luna memperhatikan sekitarnya yang ternyata dia sudah berada di depan restoran papanya. Mobil Kevin dan Alena pun sudah tidak ada lagi disana. Luna akhirnya turun dari mobil di ikuti oleh Rey.
" Lun, aku langsung pulang ya. Sudah malam soalnya." ucap Rey.
" Katanya kau mau ketemu papaku?" tanya Luna.
" Itukan cuma alasanku biar bisa ngantar kamu pulang" jawab Rey sambil mengedipkan matanya sebelah.
" Rey, apa-apaan sih. Kita itu baru kenal tau!!" ucap Luna dengan wajah memerahnya dan salting dihadapan Rey.
" Sudah sepi nih, apa kita bisa melakukannya sekarang?" goda Rey sambil memajukan wajahnya kearah Luna.
__ADS_1
" Rey!!! sudah sana pulang. Makasih sudah mengantarku." ucap Luna kesal lalu meninggalkan Rey masuk ke dalam restorannya. Meskipun begitu ia diam-diam tersenyum dan wajahnya sangat merah saat ini.