Menikah Karna Penghianatan

Menikah Karna Penghianatan
Part 25


__ADS_3

Di apartemen Rey,


Bel apartemen Rey terus berbunyi membuat Rey yang masih mandi langsung keluar hanya dengan mengenakan handuk. Bahkan ramputnya masih dipenuhi oleh sampo dan belum ia bilas sama sekali. Ia mengintip di cctv pengawas pintu apartemennya terlebih dulu dan ternyata yang datang adalah mamanya.


" Ma, ada apa sih mama kemari?" ucap Rey setelah membuka pintu untuk mamanya.


" Kenapa kamu belum membawa Luna ke rumah sampai sekarang?" tanya Dinda sambil memukul lengan Rey.


" Dia sibuk." balas Rey singkat.


" Cepetan selesaikan mandimu, mama ingin mengajaknya kerumah hari ini juga." ucap Dinda lalu mendorong Rey untuk menyelesaikan mandinya.


" Mau ngapain ajak dia kerumah? Dia lagi sibuk ma,,," tolak Rey.


" Mama tidak percaya ucapanmu. Cepet selesaikan mandimu." ucap Dinda sambil menyentuh sampo di rambut Rey dan mengelapnya ke muka Rey.


" Ma pedes mata Rey." teriak Rey kesal.


Rey akhirnya menyelesaikan mandinya dan setelah itu ia pergi dengan mamanya ke restoran Luna. Selama perjalanan, Rey berusaha menelfon nomer Luna yang ia dapatkan dari pak Bima dengan alasan untuk membahas kerja sama mereka. Luna tidak mengangkat telfon dari Rey karna ia sengaja mematikan ponselnya selama proses wisudanya hari ini. Luna saat ini berada di sebuah gedung bersama wisuda lainnya dan orang tua mereka.

__ADS_1


Sesampainya di restoran, Rey dan mamanya langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam untuk menemui Luna.


" Wow, ternyata restoran ini tempatnya sangat menarik. Sederhana tapi terlihat begitu mewah." ucap Dinda mengagumi restoran milik papa Luna.


Rey mengabaikan mamanya begitu saja dan meninggalkannya menuju ke tempat kasir. Disana, ia bertanya pada salah satu pegawai dimana Luna berada sekarang.


" Non Luna hari ini sedang wisuda." jawab pegawai tersebut.


Dinda yang berdiri tak jauh dari sana langsung terkejut dan memarahi Rey. Ia bahkan mencubit lengan Rey saat itu juga dan langsung dilihat oleh banyak pengunjung yang sedang makan disana. Bahkan pegawai yang barusan ditanya oleh Rey pun tidak bisa menahan tertawanya.


" Bisa bisanya kamu tidak tau kalau hari ini pacarmu wisuda." ucap Dinda sangat geram.


Rey dan mamanya akhirnya menyusul Luna ke kampusnya. Di perjalanan, Rey meminta Odi mencarikan bunga dan hadiah wisuda untuk wanita. Rey meminta Odi mengantarkan hadiah tersebut ke kampus Luna secepatnya. Sesampainya disana, Rey dan Dinda langsung menemui Luna dan Bima yang masih sibuk berfoto-foto dengan wisuda lainnya.


" Luna." sapa Dinda menghampiri Luna.


" Tante,,," ucap Luna terkejut.


Bima mengenali wajah Rey sebagai pemilik Reeship Resto yang kerja sama dengan restorannya kemarin. Saat Bima melihatnya, ia langsung meninggalkan Luna dan menghampiri Rey.

__ADS_1


" Tuan Rey,," sapa Bima.


" Pak Bim, panggil saya dengan nama saja. Saya kan sudah pernah bilang jangan panggil saya dengan sebutan tuan." ucap Rey.


" Baiklah Rey, ada apa kamu disini? Apa keluargamu ada yang sedang wisuda hari ini?" tanya Bima penasaran.


" Tidak pak, saya kemari untuk mengucapkan selamat pada Luna." ucap Rey dengan sangat gugup.


" Owalah, beruntung sekali anak saya didatangi tamu spesial seperti anda di hari wisudanya." ucap Bima sambil tertawa dengan sangat bahagia.


" Ohh iya pak Bim, perkenalkan itu mama saya." ucap Rey menunjuk ke arah Dinda.


Dinda langsung menoleh dan tersenyum ke arah Bima dan Rey.


" Salam pak, saya Dinda mamanya Rey." ucap Dinda dengan sangat sopan pada Bima. Dinda mengulurkan tangannya kearah Bima untuk menjabat tangannya.


" Pak Bima, papanya Luna." balas Bima sambil membalas jabatan tangan Dinda.


" Luna, selamat wisuda ya sayang." ucap Dinda pada Luna.

__ADS_1


" Terimakasih banyak tante." jawab Luna dengan malu-malu.


__ADS_2