
Alena diam-diam tersenyum mendengar hal tersebut, ia tidak menyangka jika Luna dengan secepat itu move on dari Kevin. Itu artinya dia akan semakin mudah mendapatkan Kevin. Rey menarik Luna kembali dan merangkulnya dalam dekapannya.
" Dia milikku saat ini, jangan pernah ganggu dia lagi." ucap Rey dengan sangat lantang.
Kevin sangat marah mendengar hal tersebut. Ia langsung meraih kerah Rey dan memukul wajahnya dengan sangat keras. Rey membalas pukulan Kevin dan mereka saling berkelagi saat itu. Luna langsung memisahkan mereka berdua dengan sangat panik.
" Kevin cukup!! hentikan!" teriak Luna.
" Ini sudah keputusanku, dia tidak bersalah." teriak Luna lalu memeluk Rey dengan sangat erat.
" Luna kau..." ucap Kevin tidak percaya.
" Pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu saat ini." ucap Luna tanpa menoleh ke arah Kevin sedikitpun.
Kevin emosi mendengar ucapan tersebut, ia langsung pergi dari sana diikuti oleh Alena. Semua orang langsung berlari menghampri Rey dan Luna dengan sangat panik.
" Rey, kau tidak apa-apakan?" tanya Luna khawatir.
Rey menyentuh bibirnya yang berdarah lalu menghapusnya.
" Aku tidak apa-apa." balas Rey.
" Ambilkan kompres untuknya." pinta Bima pada Toni pegawainya.
" Baik pak Bim." balas Toni.
__ADS_1
Dinda menghampiri Rey dan menyentuh wajah Rey dengan sangat panik.
" Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Dinda sangat khawatir.
" Iya ma, Rey tidak apa-apa." jawab Rey.
" Kalian harus segera menikah, mama tidak mau ada orang lain yang menganggu hubungan kalian lagi." ucap Dinda membuat semua orang disana terkejut.
Luna dan Rey langsung saling pandang dan berbicara lewat tatapan mata. Meskipun tidak mengatakan apa-apa, tapi Rey dan Luna langsung nyambung berbicara hanya dengan kode kepala dan tatapan mata.
" Tante,, aku dan Rey...." ucap Luna mencoba menjelaskan.
" Tante tau kalian belum siap menikah saat ini. Tapi, ini semua untuk kebaikan kalian berdua. Tante tidak mau kamu diambil oleh orang lain." potong Dinda.
" Pa aku sama Rey itu...." jawab Luna.
" Ya ampun, jadi kalian juga tidak memberi tahu pak Bima soal hubungan kalian?" potong Dinda dengan sangat kesal.
" Tante, aku sama Rey itu sebenarnya tidak..." jawab Luna terbata-bata. Luna ingin mengatakan yang sejujurnya hubungan antara dia dengan Rey. Tapi, Rey tiba-tiba memotong ucapannya.
" Kita sudah pacaran dan aku ingin melamar Luna menjadi istriku." ucap Rey membuat Luna langsung menatapnya dengan sangat terkejut.
" Apa kau serius?" tanya Bima dengan nada tidak percaya.
" Ya pak Bim, saya sangat serius. Izinkan saya menikahi Luna. Saya janji akan menjaganya dan menafkahinya dengan sepenuh hati saya." jawab Rey dengan sangat yakin.
__ADS_1
" Tapi, sebelumnya saya minta maaf. Kita bukan keluarga yang kaya raya seperti keluarga kamu. Apakah kamu dan keluargamu mau menerimanya apa adanya dirinya saat ini?" tanya Bima dengan nada sangat serius dan terdengar begitu tegas.
" Pak Bim, keluarga kami tidak pernah membedakan seseorang dari status harta mereka. Aku sangat menyukai Luna begitupun dengan anakku. Aku ingin menjadikan dia menantu di keluarga kami." balas Dinda meyakinkan Bima.
" Bagaimana denganmu Luna? Apa kau mau menikah dengan Rey?" tanya Bima pada Luna.
Luna memperhatikan wajah papanya dengan ragu. Ia takut menolak lamaran tersebut karna sebelumnya ia sendiri yang mengatakan bahwa Rey adalah pacarnya di hadapan mereka. Luna kemudian menatap mata Dinda yang sangat mengharapkannya untuk mengatakan iya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa semuanya jadi seperti ini? Apakah ini memang takdirku untuk menikah dengan Rey? Batin Luna kebingungan.
Luna lalu menganggukkan kepalanya dengan ragu sambil menutup kedua matanya. Dan seketika itu juga, semua orang langsung bertepuk tangan dan bersorak sangat bahagia.
Malamnya, Bima mengajak Luna berbicara berdua. Mereka duduk berdua sambil menikmati kopi dan menonton pertandingan sepak bola.
" Papa tau kamu masih mencintai Kevin saat ini." ucap Bima.
" Tidak pa, aku sudah melupakan Kevin. Aku sudah merelakan Kevin dengan Alena." balas Luna.
" Apa kamu benar-benar mencintai Rey?" tanya Bima dengan serius.
Luna memutarkan kedua matanya dan mengalihkan pandangannya ke arah berlawanan dari Bima saat ini.
" Aku mencintainya." jawab Luna dengan terbata-bata.
" Papa harap kamu tidak main-main dalam pernikahan ini. Rey dan keluarganya orang yang baik, papa yakin dia orang yang tepat untukmu." ucap Bima.
__ADS_1