Menikah Karna Penghianatan

Menikah Karna Penghianatan
Part 23


__ADS_3

Rey masuk lagi ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Luna sambil tersenyum puas karna berhasil mengerjainya. Luna diam-diam menoleh lagi ke arah Rey dan memperhatikan mobil Rey yang semakin menjauh dari sana.


Di dalam, Bima sudah menunggu kepulangan Luna dan langsung menghampiri Luna saat ia datang.


" Darimana saja kamu sayang? Dari tadi papa telfon tidak di angkat-angkat." tanya Bima khawatir.


" Maafkan aku pa, ponsel Luna lowbat." jawab Luna berbohong.


Bima memperhatikan wajah bengkak Luna yang seperti habis menangis. Ia lalu mengurungkan niatnya untuk memarahi Luna. Ia tau anaknya sedang dalam masalah saat ini, Bima langsung mengelus kepala Luna dan menyuruhnya naik ke atas.


" Ya sudah, lebih baik sekarang kau mandi lalu istirahat. Kau pasti sangat capek hari ini." ucap Bima dengan penuh kasih sayang.


" Iya pa, Luna naik dulu ya."


Selesai mandi, Luna mengolesi kulitnya dengan berbagai macam krim malam. Ia adalah gadis yang sangat suka merawat tubuhnya. Luna adalah gadis yang sangat cantik namun tidak banyak pria yang menyukainya karna sifatnya yang galak terhadap laki-laki. Selain Kevin, tidak ada pria yang betah dekat-dekat dengannya selama ini. Karna hal itu, ia sangat tergantung sama Kevin sampai sekarang. Baginya, tidak ada pria yang mau menerimanya kecuali Kevin. Banyak pria yang mendekatinya selama ini, tapi tidak ada yang bertahan dengannya kecuali Kevin. Kevin berjarak 3 tahun lebih tua dari Luna dan hal itu membuatnya sangat dewasa dalam menghadapi Luna.


Suara ketukan pintu kamar terdengar membuat Luna menghentikan aktivitasnya.


" Masuk pa!" teriak Luna.

__ADS_1


Bima masuk ke dalam kamar Luna membawakan susu untuknya. Luna menghampirinya dan mereka akhirnya duduk berdua di sofa.


" Ceritakan sama papa, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Bima penasaran.


" Pa, Kevin dijodohkan sama orang tuanya." balas Luna.


Bima langsung terpukul mendengar hal tersebut. Sesuatu yang ia takutkan selama ini benar-benar terjadi. Ia mengepalkan tangannya penuh emosi dan tatapan matanya berubah menjadi tajam seketika.


" Dan gadis itu adalah Alena." lanjut Luna.


Bima tidak percaya mendengar hal tersebut. Ia langsung menoleh ke arah Luna untuk memastikan ucapan Luna barusan.


Luna menganggukkan kepalanya lalu air matanya menetes begitu saja tanpa ia sadari. Bima langsung memeluk Luna dan mengelus rambutnya penuh kasih sayang. Luna menghapus air matanya segera dan berusaha tegar di depan papanya saat ini. Ia tidak mau menjadi orang yang lemah di hadapan papanya.


" Luna tidak apa-apa pa. Luna sudah baik-baik saja sekarang." ucap Luna meyakinkan Bima.


" Papa tau kamu tidak baik-baik saja saat ini. Jangan pernah membohongi papa soal perasaanmu. Papa tau apa yang anak papa rasakan." ucap Bima membuat tubuh Luna terharu.


Luna merasa bersalah selama ini tidak menuruti kemauan papanya untuk tidak berpacaran dengan Kevin. Ia terlalu yakin dengan cintanya sampai-sampai ia tidak berpikir akan terjadi hal seperti saat ini.

__ADS_1


" Pa, Luna benar-benar tidak apa-apa sekarang." ucap Luna melepaskan pelukan Bima lalu tersenyum manis di hadapannya.


" Apa yang papa takutkan selama ini benar-benar terjadi. Orang tua Kevin tidak akan pernah menerima keluarga kita yang miskin ini. Papa sangat tidak menyangka jika wanita yang dijodohkan dengan Kevin adalah Alena sahabatmu sendiri." ucap Bima.


" Alena memang pantas mendapatkan Kevin papa. Orang tuanya sangat kaya. Luna tidak membenci Kevin maupun Alena saat ini. Mereka tidak bersalah, mereka hanya dijodohkan sama orang tua mereka." jelas Luna.


" Kenapa Dian tega melakukan ini padamu?" ucap Bima dengan penuh kebencian.


" Bukan tante Dian yang menjodohkan Alena, Tapi om Reno. Semua ini dilakukannya agar perusahaan mereka bisa bekerja sama dan menjadi lebih besar. Lagi pula, tante Dian tidak tau apa-apa soal hubungan Luna dan Kevin." jelas Luna.


" Semua orang kaya sama saja, mereka rela menjual anaknya sendiri untuk kekuasaan. Padahal saat mereka meninggal nanti, semua hartanya tidak akan dibawa mati." ucap Bima sangat kesal.


" Luna bersyukur karna lahir di keluarga sederhana seperti ini. Mulai sekarang, Luna akan menghadapi semua ini dan tidak akan menghindar dari Kevin maupun Alena." ucap Luna dengan lantang dan penuh keyakinan.


" Papa bangga padamu sayang, hatimu sangat baik dan kamu sangat dewasa. Papa harap kamu bisa mengikhlaskan Kevin bersama Alena. Jodoh ada di tangan Tuhan,,, Jika kamu berjodoh dengan Kevin, maka suatu saat dia pasti akan kembali padamu." ucap Bima menyemangati Luna.


Luna langsung memeluk papanya dan tersenyum sangat lebar.


" Makasih pa." ucap Luna dengan sangat manja.

__ADS_1


" Ya sudah lebih baik kamu sekarang tidur. Papa mau bantu Toni menutup restoran." ucap Bima lalu pergi dari kamar Luna.


__ADS_2