Menikah Karna Penghianatan

Menikah Karna Penghianatan
Part 12


__ADS_3

" Kau sepertinya habis menangis. Apa yang terjadi denganmu?" tanya Luna begitu khawatir melihat wajah Alena yang bengkak saat ini.


" Aku berantem sama orang tuaku seperti biasa." ucap Alena berbohong.


" Mereka melarang-larangmu lagi?" tanya Luna.


" Heemm, ya begitulah seperti biasa. Bahkan aku kesini saja harus didampingi bodyguardku. Dia sekarang aku tinggal di mobil dari tadi." jawab Alena.


Alena membuka tas belanjaan Luna dan melihat satu persatu isi belanjaan Luna.


" Apa ini dari Kevin?" tanya Alena mengalihkan pembicaraan sebelumnya.


" Heem, semua ini dia yang membelikan untukku sebagai hadiah anniversary 5 tahun hubungan kita." jawab Luna.


Alena langsung berkaca-kaca setelah mendengar hal itu. Selama ini, tidak pernah ada pria yang benar-benar tulus mencintainya seperti Kevin pada Luna. Semua pria yang mendekati Alena hanya mengincar harta miliknya. Ia tidak pernah diperlakukan seperti Luna yang dibelikan barang-barang oleh pacarnya. Malah kebalikannya, Alena yang selalu membelikan semua barang yang pacar Alena minta darinya.


" Kau sangat beruntung memiliki Kevin. Dia pria yang sangat baik. Beruntung sekali seseorang yang akan menjadi istrinya besok." ucap Alena.


" Ya, aku sangat beruntung memilikinya." balas Alena.

__ADS_1


Alena membuka kotak perhiasan berwarna merah yang isinya adalah kalung yang Kevin belikan untuk Luna tadi siang.


" Lucu banget. Apa aku boleh meminjamnya? Atau sekalian aku beli deh, berapapun harganya akan aku bayar." ucap Alena sambil mencoba kalung itu ke lehernya.


" Tapi itu...." ucap Luna ragu.


" Pliss, boleh ya? Lihat, aku sangat cantikkan memakainya." potong Alena sambil menatap Luna dengan muka memelasnya agar Luna memberikan apa yang ia inginkan.


" Jangan dibeli, dipinjem saja tidak apa-apa." ucap Luna.


" Uhhh kau baik banget deh. Aku pinjem mulai sekarang ya? Boleh kan?" tanya Alena dengan sedikit memaksa.


Luna akhirnya mengiyakan kemauan Alena dengan terpaksa. Luna tidak berani menolak permintaan Alena karna ia sadar sejak kecil Alena selalu memberikan barang-barang yang mahal untuknya. Bahkan jika mereka pergi berdua, Luna tidak pernah mengeluarkan uang sedikitpun.


Keesokan harinya,,


Luna pergi ke Reeship Resto untuk menemui manajer Reeship Resto karna ia sudah membuat janji sebelumnya disana. Bima telah menyetujui bekerja sama amtara Green Lose Resto dengan Reeship Resto. Reeship Resto menawarkan kerja sama penjualan menu Ayam Lose dari restoran papa Luna dan akan membagi keuntungan secara rata pada dua pihak dari hasil penjualan setiap harinya. Reeship Resto juga membayar sebesar 2 milyar untuk menu tersebut agar bisa di jual di Reeship Resto. Hal itu jelas sangat menarik perhatian papa Luna dan Luna untuk menerima kerja sama tersebut.


Sesampainya disana, Luna langsung di sambut oleh pelayan yang sudah menunggunya dari tadi.

__ADS_1


" Maaf nyonya, apakah benar anda pemilik Green Lose Resto?" tanya pelayan dengan ramah kepada Luna.


" Iya benar."


" Mari ikuti saya nyonya, saya akan mengantar anda sampai ke atas." ucap pelayan tersebut dengan hormat pada Luna.


Pelayan tersebut membawa Luna menaiki sebuah lift khusus menuju ke lantai paling atas restoran tersebut. Sesampainya di depan sebuah ruangan, palayan itu langsung membukakan pintu untuk Luna.


" Silahkan masuk nyonya, tuan sudah menunggu di dalam." ucap pelayan mempersilahkan Luna masuk.


" Terimakasih."


JANGAN LUPA


👍 LIKE


📍 KOMEN


❤ FAVORIT

__ADS_1


DAN TIPS NYA YA


SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA


__ADS_2