
Luna tiba-tiba di tarik oleh seseorang lalu dibekap mulutnya agar tidak berteriak. Kevin dan Alena melewatinya begitu saja tanpa sadar keberadaan Luna disana. Orang tersebut akhirnya membawa Luna masuk ke dalam lift dengan menarik tangan Luna secara paksa. Ia menutup wajahnya dengan masker dan membuat Luna tidak mengenalinya.
" Siapa kau? Lepaskan tanganku." ucap Luna mencoba melepaskan dirinya dari orang tersebut.
Sesampainya di dalam lift, orang tersebut melepaskan tangan Luna dan membuka masker yang menutupi wajahnya saat ini. Orang tersebut ternyata adalah Rey.
" Kau!!" ucap Luna terkejut.
" Hapus air matamu." ucap Rey menyodorkan tissue yang sengaja ia bawa sedari tadi untuk Luna.
Luna langsung menghapus air matanya saat itu juga dengan membelakangi Rey. Ia tidak mau terlihat lemah di hadapan orang lain apalagi Rey. Meski begitu, isak tangis Luna masih terdengar dan membuat Rey khawatir.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Rey.
Luna menganggukkan kepalanya pelan untuk menjawab pertanyaan Rey barusan. Kepalanya tiba-tiba terasa begitu berat dan pandangannya kabur seketika. Luna meraih baju Rey karna ia mau jatuh dan seketika itu juga ia jatuh pingsan di pelukan Rey.
__ADS_1
Rey yang panik langsung mengangkat tubuh Luna dan membawanya sampai ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan kerja miliknya. Ia menidurkan Luna di atas ranjang lalu menghapus air mata Luna yang masih tersisa.
" Aku tidak tau apa yang aku lakukan saat ini, aku merasa sangat bodoh sampai mengikutimu dan membawamu ke sini. Aku tidak tau kenapa aku tidak bisa mengabaikanmu begitu saja saat aku melihatmu." gumam Rey sambil memperhatikan wajah Luna dengan seksama.
Flasback
Saat Rey mencoba mengabaikan keberadaan Luna saat ia melihatnya bersama Kevin. Rey ternyata diam-diam kembali kesana dan memperhatikan Luna dari jauh. Ia menyamar dengan masker dan menutupi kepalanya dengan jaket agar semua orang disana tidak mengenalinya. Rey memperhatikan semua yang terjadi pada Luna meskipun ia tidak mendengar pembicaraan antara mereka.
Disisi lain, Alena dan Kevin kini sedang sibuk mencari keberadaan Luna yang tiba-tiba menghilang dari toilet.
" Dia tidak ada di toilet." ucap Alena.
" Coba kita cari dia diluar, siapa tau kita tidak melihatnya saat dia keluar dari sini." ucap Luna.
/////
__ADS_1
Telfon Rey tiba-tiba berdering dan membuat lamunannya buyar seketika. Ia mengangkat panggilan yang ternyata dari asistennya Odi.
" Ada apa?" tanya Rey.
" Bos, nyonya besar datang kesini. Dia lagi jalan ke ruangan anda saat ini." ucap Odi.
" Kenapa kau tidak mencegahnya, kau taukan aku sedang sibuk saat ini." ucap Rey sangat marah dan juga panik. Ia lalu mematikan panggilan telfonnya lalu keluar dari kamar meninggalkan Luna.
" Sejak kapan bos jadi orang sibuk?" Gumam Odi setelah telfonnya dimatikan.
Tepat saat Rey keluar dari kamar, Dinda atau mama Rey sudah tiba di ruangannya. Rey langsung terkejut saat melihat mamanya sudah ada di dalam ruang kerjanya.
" Mama!" ucap Rey terkejut.
" Kenapa kau sangat terkejut melihat mama?" tanya Dinda.
__ADS_1
" Kenapa mama kesini tidak mengabari Rey dulu?" tanya Rey.
" Mama sengaja tidak mengabarimu supaya kamu tidak mencari alasan agar tidak bertemu dengan mama." ucap Dinda.