Menikah Karna Penghianatan

Menikah Karna Penghianatan
Part 3


__ADS_3

Rey berada di bagian administrasi hotel untuk membayar semua tagihan ganti rugi barang-barang yang pecah di kamarnya. Ia juga mengurus perpindahan ke kamar lain karna kamar itu sudah tidak layak di tempati lagi.


Petugas administrasi langsung terkejut saat melihat begitu banyak kerugian yang harus di bayarkan tersebut.


“ Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya petugas itu dengan sangat penasaran.


“ Ada orang gila masuk ke kamarku secara tiba-tiba.”


“ Kau mengenalinya?”


“ Tidak.”


" Apa dia mencoba melakukan aksi pembunuhan padamu?"


" Sedikit."


“ Astaga!!" ucap petugas administrasi sangat terkejut.


" Kau bisa menuntutnya ke pengadilan jika kau mau. Pihak kami akan membantu mencari bukti-buktinya.” ucap petugas itu mencoba simpati pada Rey dan bertanggung jawab atas nama hotelnya.


“ Tidak perlu, aku akan menghukumnya dengan caraku sendiri.” balas Rey santai.


Tadi bilangnya tidak kenal, lalu bagaimana caramu menghukumnya? Batin petugas administrasi dibuat kebungungan.


" Berapa yang harus ku bayar sekarang?"


" Total 300 juta, tuan."

__ADS_1


" Baiklah."


Rey langsung membayar semua tagihan itu secara lunas.


📍📍📍


Luna mencoba melupakan semua kejadian di hari pertamanya liburan dengan bersenang-senang sama Aleta. Mereka mencoba semua permainan yang ada di pantai dan selalu mengabadikan momen tersebut dengan berfoto.


Malamnya, Aleta mengajak Luna makan di sebuah restoran yang sangat terkenal di kota itu. Aleta memesan banyak makanan untuk mereka berdua dengan menu yang belum pernah ia nikmati sebelumnya.


" Aleta, kenapa kau pesan makanan seperti ini? Kau tidak takut dimarahi orang tuamu?" tanya Luna saat melihat hidangan yang tersaji di depan matanya adalah makanan serba minyak.


" Aku sebenarnya ingin sekali menikmati makanan seperti ini dari dulu, tapi karna aku selalu diawasi jadi aku mau mencobanya sekarang mumpung tidak ada bodyguardku."


" Tapi nanti kalau ada yang lihat gimana?" tanya Luna khawatir.


" Apa?? Kau tidak mengatakan pada mereka?" tanya Luna terkejut. Aleta langsung menggelengkan kepalanya.


" Aku bilangnya tidak liburan disini. Aku sudah mengechatnya semalam,, aman dan tidak ada yang mengawasi kita.


" Keajaiban yang luar biasa."


Mereka menikmati masakan di sana dan sambil mengobrol.


" Aku bercita-cita ingin menjadikan restoran papaku menjadi seperti ini."


" Bukannya sekarang sudah bagus? rame jugakan? Kelihatannya ramean restoranmu dari pada di sini."

__ADS_1


"Iya sih, tapi restoran papaku tidak ada cabang dimana-mana. Ke lezatan restoranku tidak bisa di nikmati oleh penjuru di dunia."


" Ya ya ya, aku sebagai sahabat cuma bisa ngasih support dan doa yang terbaik buat restoranmu."


" Amin"


" Memangnya kau kalau selesai kuliah tetap mau membantu papamu di restoran?"


" Tentulah, itu sudah rencanaku dari kecil. Aku akan berusaha bikin menu baru yang tidak pernah dimanakan oleh


" Aku bilangnya tidak liburan disini. Aku sudah mengechatnya semalam,, aman dan tidak ada yang mengawasi kita.


" Keajaiban yang luar biasa."


Mereka menikmati masakan di sana dan sambil mengobrol.


" Aku bercita-cita ingin menjadikan restoran papaku menjadi seperti ini."


" Bukannya sekarang sudah bagus? rame jugakan? Kelihatannya ramean restoranmu dari pada di sini."


"Iya sih, tapi restoran papaku tidak ada cabang dimana-mana. Ke lezatan restoranku tidak bisa di nikmati oleh penjuru di dunia."


" Ya ya ya, aku sebagai sahabat cuma bisa ngasih support dan doa yang terbaik buat restoranmu."


" Amin"


" Memangnya kau kalau selesai kuliah tetap mau membantu papamu di restoran?"

__ADS_1


" Tentulah, itu sudah rencanaku dari kecil. Aku akan berusaha bikin menu baru yang tidak pernah dimanaka


__ADS_2