Menikah Karna Penghianatan

Menikah Karna Penghianatan
Part 4


__ADS_3

Seorang pria tiba-tiba makan di sebelah meja mereka dan membuat Aleta langsung terpesona pada pandangan pertama. Aleta terus memperhatikan pria tersebut dengan sangat takjub. Pria tersebut bernama Brian, pemuda tampan asal Amerika yang kebetulan sedang berlibur di sana.


Brian peka jika dirinya sedang diperhatikan oleh Aleta. Ia kemudian bangkit dari duduknya lalu menghampiri meja Aleta.


" Hallo nona, apa kita bisa bertukar nomor telfon?" tanya Brian dengan bahasa Indonesia yang sangat lancar.


Aleta langsung sesak napas dibuatnya. Ia tidak percaya jika cintanya akan berjalan semudah itu. Aleta memberikan nomor telfonnya pada Brian saat itu juga dengan senang hati.


" Thankyou, aku akan menghubungimu nanti malam." ucap Brian lalu kembali duduk di mejanya.


" Kenapa kau memberikan nomermu padanya?" ucap Luna dengan marah.


" Ada apa? Itu cuma nomor telfon Luna. Kau tidak perlu panik."


" Dia belum tentu pria baik-baik. Kita tidak tau asal mulanya dari mana, kau harus hati-hati. Jangan sembarangan ngasih nomor telfon pada seseorang." ucap Luna dengan nada pelan takut suaranya terdengar sampai di meja Brian.


" Lama kelamaan kau seperti bodyguardku. Aku mengajakmu kesini bukan untuk melarangku melakukan sesuatu yang aku mau." balas Aleta dengan kesal.


" Okey okey aku minta maaf,," ucap Luna menyesali perbuatannya.

__ADS_1


////////


Malamnya, Brian mulai menghubungi Aleta. Mereka semakin dekat dari hari ke hari. Sehari sebelum pulang ke rumah, Aleta mengajak Brian ketemuan untuk pertama kalinya. Mereka janjian di restoran tempat pertama kali mereka bertemu.


Brian datang ke restoran itu lebih dulu dan memesan makanan untuk mereka berdua. Saat melihat Aleta datang mengajak Luna, raut wajahnya langsung berubah sedikit kecewa.


" Maaf sudah menunggu lama." ucap Aleta merasa bersalah.


" Tidakapa-apa. Ohh iya, aku belum memesan makanan untuk temanmu. Aku tidak tau kau akan membawa teman kesini." ucap Brian.


" Tidak apa-apa. Aku akan memesannya sendiri." balas Luna.


" Aku ke toilet dulu ya."


Setelah pergi dari sana, Luna mengirim pesan pada Alena bahwa dia sengaja pergi dari sana supaya Alena bisa ngobrol dengan Brian tanpa malu-malu lagi karna keberadaannya. Alena langsung tersenyum saat membaca pesan dari Luna.


Luna keluar dari restoran tersebut dan tepat saat itu juga Rey turun dari mobilnya. Rey adalah pengusaha muda yang sukses menjalankan bisnisnya di bidang makanan. Ia memiliki banyak cabang restoran mewah di seluruh kota termasuk restoran yang Luna kunjungi saat ini. Rey melihat ke arah Luna dan langsung mengenali wajahnya sebagai wanita yang tadi siang salah masuk ke kamarnya.


" Hai kau!" teriak Rey memanggil Luna.

__ADS_1


Luna menoleh ke arah Rey dengan wajah kebingungan karna Rey tiba-tiba memanggilnya. Ia tidak mengingat wajah Rey lagi karna sifatnya yang sangat pelupa. Apalagi Rey saat ini berpenampilan sangat rapi berbeda dengan saat ia melihat di kamarnya tadi siang.


" Kau memanggilku?" tanya Luna bingung sambil melihat ke kanan kirinya yang kosong tidak ada orang lagi selain dia disana.


" Iya, kemarilah." ucap Rey.


Luna akhirnya mendekat ke arah Rey tanpa curiga terhadap Rey sama sekali. Ia berdiri tepat di hadapan Rey saat ini.


" Ada apa?" tanya Luna.


JANGAN LUPA


👍 LIKE


📍 KOMEN


❤ FAVORIT


DAN TIPS NYA YA

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA


__ADS_2