
Alena melempar semua barang yang ada di kamarnya dan membuat semua orang yang mendengar hal tersebut langsung menghampirinya dengan sangat panik. Dian dan salah satu pelayan dirumah Alena masuk ke dalam kamar Alena untuk memastikan apa yang terjadi disana. Saat membuka kamar Alena, Dian langsung terkejut melihat semua barang di kamar itu sudah berantakan dan Alena yang terduduk lesu menangis di lantai.
" Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kamu jadi seperti ini? Katakan sama mama, apa yang terjadi denganmu?" tanya Dian sangat panik menghampiri Alena.
Alena tidak menjawab pertanyaan Dian, ia terus saja diam dan menundukkan kepalanya tidak berani menatap siapun. Dian mendekap Alena ke dalam pelukannya dan mencoba menenangkannya.
Ma, maafkan aku. Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Mama. Aku sangat malu, kau pasti sangat kecewa padaku. Batin Alena.
" Apa yang terjadi denganmu sayang? Mama sangat khawatir." ucap Dian namun sama sekali tidak ada jawaban dari Alena.
********
Luna dan Kevin kini berada di sebuah toko perhiasan yang berada di dalam mall. Kevin sengaja mengajak Luna kesana karna ia ingin membelikan perhiasan untuk Luna. Kevin mengambil sebuah kalung yang ia pesan dari kemarin dan menunjukkannya pada Luna.
" Sayang, lihat ini. Aku sudah melihatnya dari kemarin sebelum mengajakmu ke sini. Apa kau suka?" tanya Kevin menunjukkan kalung dengan desain sederhana tapi sangat indah.
" Bagus sayang, tapi ini pasti sangat mahal." ucap Luna.
__ADS_1
" Kamu tidak perlu khawatir sayang. Kamu taukan aku bisa membeli semua perhiasan disini jika kamu menginginkannya." ucap Kevin dengan sombongnya.
Seorang pria yang berdiri tak jauh dari posisi Kevin saat ini merasa risik mendengar hal itu. Pria tersebut ternyata adalah Rey yang sedang membeli hadiah ulang tahun untuk mamanya. Ia menoleh ke arah Kevin dengan tatapan tidak suka karna sifatnya yang begitu sombong tersebut. Betapa terkejutnya ia saat melihat wanita yang berdiri di hadapan Kevin saat ini ternyata adalah Luna, wanita yang salah masuk ke kamarnya waltu itu dan membuat keributan dengannya.
" Dia lagi, kenapa dunia ini begitu sempit?" Gumam Rey.
Rey langsung pergi meninggalkan toko perhiasan tersebut dan tidak jadi membeli perhiasan di sana karna ia tidak mau berurusan lagi dengan Luna. Ia sengaja pergi dari sana sebelum Luna melihat ke arahnya.
" Bos kenapa kita pergi sekarang? Bos belum membeli hadiah untuk ulang tahun nyonya." ucap Odi sekretaris Rey yang mengikutinya dari tadi.
" Kita pindah saja ke toko lain, disana ada orang gila." balas Rey.
Setelah membeli kalung, Luna dan Kevin masuk ke dalam restoran mewah bernama Reeship Resto. Restoran tersebut adalah restoran terbesar dan termewah yang ada di kota ini.
" Sayang, kamu tau ngga? restoran ini kemarin menawarkan kerja sama dengan restoran papaku." ucap Luna di sela-sela makannya.
" Kau srius?" tanya Kevin terkejut.
__ADS_1
" Iya, bahkan manajer restoran ini datang secara langsung menemui papa. Mereka ingin membeli salah satu menu di restoranku." ucap Luna.
" Lalu papamu setuju?" tanya Kevin sambil menyuapi Luna masakannya.
" Aku tidak tau, papa belum mengatakannya padaku." balas Luna.
" Kalau aku jadi papamu, aku akan menyetujui kerja sama itu. Ini merupakan awal buat restoranmu untuk menjadi besar seperti restoran ini." ucap Kevin.
" Aku juga berpikir seperti itu."
JANGAN LUPA
👍 LIKE
📍 KOMEN
❤ FAVORIT
__ADS_1
DAN TIPS NYA YA
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA