
Rey masuk ke dalam restoran yang di kunjungi Luna dan Kevin saat ini. Dan tidak sengaja pandangannya menoleh ke arah Luna yang sedang makan dengan Kevin di salah satu meja dekat jendela. Rey langsung terkejut karna tidak menyangka akan melihat Luna kembali disana.
" Kenapa wanita itu ada dimana-mana?" gumam Rey menghentikan langkahnya sambil bergidik ngeri.
" Bos ada apa?" tanya Odi penasaran.
" Tidak ada apa-apa,, ayo jalan." balas Rey lalu melanjutkan langkahnya lagi diikuti oleh Odi.
Luna tanpa sengaja menoleh ke arah Rey dan ia merasa tidak asing dengan wajah Rey tersebut. Ia terus memandangi Rey sampai Rey tidak terlihat lagi dari sana.
" Wajahnya seperti tidak asing bagiku, tapi siapa dia?" batin Luna terus mengingat siapa Rey sebenarnya.
" Sayang, ada apa?" tanya Kevin lalu menoleh ke arah pandang Luna saat ini.
" Aku barusan seperti melihat temanku." jawab Luna lalu mengalihkan pandangannya ke arah makanan.
" Owww." balas Kevin singkat.
__ADS_1
Malamnya, Alena pergi ke rumah Luna untuk menceritakan semua hal yang terjadi padanya saat ini. Satu-satunya orang yang dapat Alena percaya hanyalah Luna. Sesampainya disana, ternyata Luna masih pergi dengan Kevin. Alena akhirnya menunggu kepulangan Luna dan duduk di salah satu meja dekat jendela. Ia terus menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong. Raut wajahnya sangat jelas menggambarkan kesedihan dan tekanan yang sedang ia hadapi saat ini. Bima yang melihatnya dari kejauhan menjadi khawatir dan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Luna.
" Hallo sayang. Kamu dimana sekarang?" tanya Bima.
" Lagi di perjalanan pulang pa, ada apa?" tanya Luna.
" Cepetan langsung pulang. Alena sudah menunggumu dari tadi disini, dia sepertinya habis menangis. Papa sangat khawatir padanya." ucap Bima.
" Iya pa, Luna sebentar lagi sampai." jawab Luna singkat lalu mengakhiri telfonnya.
Luna menyuruh Kevin untuk mempercepat laju mobilnya karna ia sangat khawatir pada Alena setelah papanya menelfon barusan. Kevin yang tidak tau apa-apa hanya bisa menuruti permintaan Luna dan mempercepat mobilnya. Sesampainya disana, Luna langsung turun dari mobil meninggalkan Kevin tanpa mengatakan apapun. Ia bahkan lupa membawa semua barang belanjaannya karna terburu-buru.
" Aku...." jawab Alena.
" Sayang, kau melupakan barang belanjaanmu dimobil." ucap Kevin memotong perkataan Alena.
" Oh iya, makasih sayang. Aku tadi sangat buru-buru." balas Luna sambil mengambil barang belanjannya kembali.
__ADS_1
" Aku pulang dulu ya. Sampai jumpa besok,," pamit Kevin lalu mencium kening Luna.
" Hati-hati di jalan sayang." balas Luna.
Alena memperhatikan keromantisan tersebut dan merasa iri. Sebelum pergi, Kevin menatap ke arah Alena dan tersenyum padanya. Hal itu membuat Alena seketika membeku dan detak jantungnya langsung berdetak sangat kencang.
" Ayo kita ke atas saja." ajak Luna.
Luna dan Alena naik ke lantai atas dan mengobrol di kamar Luna. Alena awalnya ingin menceritakan pada Luna tentang kehamilannya tapi setelah melihat Kevin tersenyum padanya barusan membuatnya mengurungkan niatnya seketika. Entah apa yang ada dipikir Alena saat ini, tapi yang jelas dia seperti merencanakan sesuatu terhadap Luna dan Kevin.
JANGAN LUPA
👍 LIKE
📍 KOMEN
❤ FAVORIT
__ADS_1
DAN TIPS NYA YA
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA