
Telfon Kevin tiba-tiba berdering saat itu, panggilan dari mamanya.
" Hallo Kevin, kamu dimana sekarang?" tanya Keke mama Kevin.
" Kevin lagi di restoran yang kemarin ma, ada apa?"
" Apa kamu sedang bersama wanita itu heh? Mamakan sudah bilang sama kamu untuk putus sama wanita itu. Jauhi dia mulai sekarang." teriak Keke dari sebrang telfon dan hal itu di dengar sampai ke telinga Luna dan Alena.
Kevin merasa tidak enak akan hal tersebut, ia langsung bangkit dari duduknya dan menjauh dari sana untuk mengangkat telfon. Luna yang sempat mendengarnya ucapan mama Kevin tersebut langsung merasa sedih dan terpukul.
__ADS_1
Tuhan, kenapa rasanya sesakit ini mendengar ucapan mama Kevin barusan. Batin Luna.
" Lun, kamu tidak apa-apakan?" tanya Alena pura-pura khawatir.
" Aku tidak apa-apa. Kamu tenang saja." jawab Luna.
" Lun, aku ingin mengatakan sesuatu yang srius padamu saat ini. Aku harap kamu tidak salah paham dengan maksudku." ucap Alena.
" Papaku, dia mengancam akan mengusirku dari rumah dan mencabut semua fasilitas yang ia berikan padaku jika aku tidak mau menikah dengan Kevin. Aku tidak ingin hal itu terjadi Luna, kamu tau sendirikan sejak kecil aku sudah terbiasa dengan hidup mewah. Aku tidak bisa membayangkan jika aku akan menjadi gelandangan dan tidak punya apa-apa jika aku menolak menikah dengan Kevin." jelas Alena.
__ADS_1
" Apa sampai segitunya?" tanya Luna heran.
" Iya, semua orang kaya sama saja. Hal itu pasti juga terjadi dengan Kevin. Orang tuaku dan orang tua Kevin memiliki usaha yang sama di bidang bisnis. Mereka menginginkan kita menikah agar saham perusahaan mereka meningkat. Aku tidak bermaksud untuk merebut Kevin darimu Luna, tapi ini semua demi kebaikan Kevin juga. Aku mohon, hanya kamu yang bisa menolongku saat ini." ucap Alena dengan wajah pura-pura sedih dan menangis di depan Luna. Ia tau hal ini akan berhasil karna Luna orangnya sangat polos dan tidak tega melihat sahabatnya atau bahkan orang yang ia cintai menderita.
" Aku tidak tau apa yang harus aku katakan saat ini Alena. Aku sangat bingung, ini semua sangat menyakitkan bagiku. Tapi, aku juga tidak mau egois dan mementingkan diriku sendiri." ucap Luna dan kali ini air matanya tidak bisa ia tahan lagi.
" Aku tidak bermaksud menyakitimu Luna, aku tidak mau kamu kenapa-napa. Semua orang kaya bisa menyakiti seseorang tanpa menyentuh dengan membayar seseorang. Aku takut orang tua Kevin akan bertindak jahat padamu jika kau tidak menjauhi Kevin saat ini. Kamu dengar sendirikan barusan dia bilang pada Kevin untuk menjauhimu. Aku melakukan semua ini karna aku sayang sama kamu Luna, aku tidak mau kamu terluka. Ini memang sangat sulit untuk kita bertiga. Tapi, aku mohon keputusan yang terbaik darimu agar kita bertiga selamat." ucap Alena.
Air mata Luna kini mengalir begitu deras membanjiri wajahnya karna ia sangat bingung dengan situasi yang akan dihadapinya. Luna yang tidak mau Kevin melihatnya menangis langsung pergi dari sana untuk menghapus air matanya di toilet. Kevin yang sudah selesai menelfon ibunya tidak sengaja melihat Luna lari dengan menangis. Ia langsung mengejar Luna namun dicegah oleh Alena. Alena meraih tangan Kevin sehingga ia berhenti mengejar Luna.
__ADS_1
" Biarkan dia menenangkan diri dulu, jangan mengejarnya. Dia tidak mau kau melihatnya menangis saat ini." ucap Alena.
Kevin tidak mempedulikan omongan Alena sama sekali. Ia langsung menghempas tangan Alena dan mengejar Luna karna sangat khawatir. Dan akhirnya mereka bertiga saling kejar-kejaran.