
Keesokan paginya, Kevin mendatangi restoran Luna. Luna menghampirinya dan menyapanya seperti biasa.
" Sayang, aku minta maaf padamu. Ini semua bukan keinginanku,," jelas Kevin saat mereka sudah duduk di salah satu meja disana.
" Aku tau Kevin, aku tidak marah padamu. Kemarin aku cuma ingin menenangkan diri sendiri dulu. Aku minta maaf sudah meninggalkan kalian disana." ucap Luna.
" Sayang,,,, percayalah padaku, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan meyakinkan orang tuaku untuk menerimamu." ucap Kevin sambil mengenggam tangan Luna dan meyakinkannya.
Luna menanggapi ucapan Kevin hanya dengan tersenyum manis padanya. Ia tau semua itu tidak mudah dilakukannya. Dari kejauhan, Alena ternyata mengawasi mereka dan dengan sengaja memotret keromantisan antara Kevin dan Luna. Ia mengirimkan foto-foto tersebut pada mamanya Kevin.
Luna maafkan aku, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan kandunganku saat ini. Batin Alena merasa bersalah.
Beberapa saat kemudian, mama Kevin datang ke restoran Luna dan langsung menghampiri mereka berdua. Ia berdiri di belakang Luna sambil melipat kedua tangannya.
" Bagus Kevin, mamakan sudah bilang padamu untuk menjauhi dia. Kenapa kamu masih menemuinya disini??" teriak Keke (mama Kevin) dengan sangat marah.
Luna dan Kevin yang sedari tadi fokus menikmati makanannya langsung menoleh ke arah Keke dengan sangat terkejut. Semua orang disana pun langsung melihat kearah mereka termaksud Bima yang sedari tadi mengawasi Kevin dan Luna. Kevin langsung berdiri dan menenangkan mamanya agar tidak membuat keributan disana.
" Ma, jangan teriak-teriak. Malu dilihat banyak orang disini." bisik Kevin.
" Mama tidak peduli, kamu jauhi dia sekarang juga atau mama akan hancurkan restoran ini." teriak Keke.
__ADS_1
Bima langsung berlari menghampiri Luna untuk menyelamatkannya. Ia mengusir Kevin dan mamanya dari sana dengan sangat marah.
" Lebih baik kalian pergi dari sini sekarang juga!!" teriak Bima sangat marah.
" Om Kevin minta maaf." ucap Kevin sangat merasa bersalah.
" Pergilah dan bawa mamamu keluar dari sini." ucap Bima sekali lagi.
Kevin pun langsung pergi dari sana membawa mamanya. Sesampainya diluar, ia sangat marah pada mamanya.
" Apa yang mama lakukan disini?" tanya Kevin sangat kesal.
" Terserah mama!!! Kevin tetap tidak mau menikah dengan Alena." teriak Kevin lalu pergi meninggalkan Keke dari sana.
Kevin masuk kedalam mobilnya dan langsung melajukannya pergi dari sana meninggalkan mamanya.
" Kevin, kamu mau kemana? Kevin!!!" teriak Keke.
" Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Bima khawatir pada Luna.
" Tidak pa, Luna mau naik ke atas dulu." ucap Luna lalu pergi dari sana.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Luna langsung mengunci kamarnya. Ia menangis sambil melempar bantal-bantalnya ke arah tembok dengan frustasi bahkan ponsel yang berada di dekatnya pun ingin ia lempar. Tapi, Luna mengurungkan niatnya dan hanya membanting ponselnya di atas ranjang.
Dasar bodoh, kenapa aku tidak bisa menjauhi Kevin? Kenapa aku sangat lemah jika berada di dekatnya? teriak Luna frustasi.
Bima mengetuk-ngetuk kamar Luna karna khawatir. Ia tau Luna pasti sedang bersedih saat ini dan ia ingin menenangkannya. Tapi, Luna menghiraukannya begitu saja. Semakin Lama, suara ketukan itu semakin terdengar keras dan membuat Luna menghentikan aksinya.
" Pa, Luna lagi pengen sendiri!! Luna tidak kenapa-napa. Papa tidak perlu khawatir." teriak Luna dari dalam kamar.
Bima pun akhirnya meninggalkan Luna meskipun ia masih sangat khawatir. Malamnya, Luna sama sekali tidak keluar kamar. Bahkan ia belum makan apa-apa dari tadi siang. Bima kembali mengetuk pintu Luna dan menyuruhnya makan malam. Tapi, di dalam kamar ternyata Luna sudah tertidur pulas.
Setelah menangis tadi siang, Luna memilih tidur untuk menghilangkan kesedihannya. Saat ia terbangun, ia merasa sangat lapar dan kepalanya sangat pusing. Luna melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 1 pagi dini hari.
" Ya ampun, aku ketiduran." ucap Luna lalu bangkit dari tidurnya.
Luna pergi ke dapur untuk mengambil makanan karna ia sangat lapar malam ini. Saat membuka kulkas, ternyata Bima sudah menyiapkan makanan untuk Luna di atas piring. Ia bahkan meninggalkan notes di atas makanan tersebut berisi pesan.
" Kamu wanita yang kuat, jangan pernah menangis hanya karna seorang laki-laki yang belum menjadi hakmu. Jangan pernah meninggalkan makan hanya karna kamu sedang sedih. Papa tidak mau kamu sakit." pesan Bima yang di tulis diatas notes.
Luna tersenyum membaca pesan dari papanya tersebut. Papanya benar, ia tidak boleh sedih bahkan menangis hanya karna laki-laki yang belum menjadi haknya saat ini. Luna tidak boleh menjadi wanita yang lemah. Laki-laki di dunia ini sangat banyak dan pasti salah satu dari mereka ada yang mau menerima Luna apa adanya.
/////
__ADS_1