
" Rey,," panggil Luna.
" Kenapa lagi?" tanya Rey lalu menoleh ke arah Luna.
" Kenapa kau melakukan semua ini?" tanya Luna penasaran.
" Apa maksudmu?" tanya Rey balik.
" Aku tau kau tidak benar-benar ingin bertemu papaku, itu cuma alasanmu sajakan agar bisa mengantarku." ucap Luna lalu menatap wajah Rey yang sedang fokus menyetir mobilnya.
" Kalau iya memangnya kenapa?" tanya Rey balik sambil tersenyum dan menatap ke arah Luna.
" Kenapa kau melakukannya? Apa kau menyukaiku?" tanya Luna semakin penasaran.
Rey langsung tertawa mendengar hal itu, ia tidak tahan melihat wajah Luna yang begitu penasaran saat ini. Apalagi Luna begitu pedenya mengatakan hal tersebut padanya. Rey menghentikan mobilnya di pingir jalan dan mulai berbicara serius dengan Luna.
" Kau mau tau kenapa aku melakukan semua ini?" ucap Rey dengan wajah serius lalu mendekatkan wajahnya ke arah Luna.
" Kau mau ngapain?" teriak Luna saat wajah Rey semakin dekat dengan wajahnya.
" Jangan menciumku disini, tempat ini sangat rame." ucap Luna membuat Rey langsung tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Ia mendekatkan wajahnya pada Luna karna niatnya hanya untuk mengoda Luna. Ia tidak menyangka Luna akan mengatakan hal tersebut. Rey tidak bisa berhenti tertawa saat ini dan membuat perutnya menjadi sakit. Luna yang melihatnya merasa kesal karna Rey mengerjainya.
" Puas kau??" teriak Luna kesal sambil memukul-mukul lengan Rey.
" Jadi, yang sebenarnya suka itu aku atau kamu?" tanya Rey masih dengan tertawa.
" Ngga lucu, aku laper sekarang." ucap Luna mengalihkan pembicaraan karna ia sangat malu saat ini.
" Mau makan apa?"
" Terserah." jawab Luna singkat.
Rey akhirnya mengajak Luna makan di warung pingir jalan dekat alun-alun kota. Saat turun dari mobil, Luna merasa heran kenapa Rey berhenti disana. Ia tidak menyangka jika Rey seorang pemilik restoran termewah di kota ini mau makan di pinggir jalan seperti ini.
" Memangnya kenapa? Kau tadi bilang terserah. Apa kau tidak suka makan disini?"
" Suka,, suka,, tapi aku tidak yakin kau menyukainya." jawab Luna.
" Aku sudah biasa beli makanan disini. Kalau aku tidak suka, mana mungkin aku kesini." ucap Rey.
Mereka akhirnya makan disana dengan sangat lahap. Saat makan, Luna berkali-kali memperhatikan Rey. Rey yang menyadarinya langsung menatapnya balik dengan sangat tajam.
__ADS_1
" Kenapa kau terus menatapku dari tadi?" tanya Rey masih dengan sibuk mengunyah makanan.
" Aku masih belum menyangka kau mau makan dipingir jalan seperti ini." ucap Luna.
" Kenapa? Apa karna aku orang kaya?"
" Heemm"
" Memangnya kau tidak pernah melihat orang kaya makan di pinggir jalan?" tanya Rey sedikit kesal dan Luna menggelengkan kepalanya.
Selama ini, orang kaya yang Luna kenal sangat gengsi makan di pingir jalan. Bahkan Kevin melarangnya makan dipingir jalan selama Luna pacaran dengannya. Alena juga langsung sakit-sakitan saat memakan makanan sembarangan yang ia beli di pingir jalan. Karna hal itu, Luna tidak pernah membeli makan di pinggir jalan sampai saat ini. Ia tidak menyangka Rey mau makan di pingir jalan meskipun dia sangat kaya raya, hal itu sangat berbeda dari orang kaya yang pernah Luna temui sebelumnya.
JANGAN LUPA
👍 LIKE
📍 KOMEN
❤ FAVORIT
DAN TIPS NYA YA
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA