
Rey mengurangi laju mobilnya dan setelah itu Luna langsung menelfon seseorang. Ia menghubungi Alena untuk minta tolong padanya tapi sama sekali tidak diangkat telfonnya. Luna akhirnya meminjam uang pada pacarnya Kevin dan menceritakan semua yang terjadi padanya saat ini.
" Aku akan membayarnya sekarang juga. Kamu tidak perlu khawatir, sayang. Kirimkan padaku nomor rekeningnya sekarang juga. Langsung hubungi aku kalau dia macam-macam sama kamu okey." ucap Kevin dari sebrang telfon.
" Iya sayang terimakasih banyak. Aku akan mengirimkam nomor rekeningnya lewat pesan habis ini. Aku matiin dulu telfonnya." balas Luna mengakhiri panggilannya.
Rey yang mendengar percakapan mereka hanya tersenyum licik dan mengangkat sebelah alisnya dengan kesal.
" Berapa nomor rekeningmu? cepat beritahu aku." tanya Luna.
Rey menunjukkan nomor rekeningnya dari ponselnya dan Luna langsung mengirimkannya pada Kevin.
Tak lama kemudian, ponsel Luna kembali dering. Luna langsung panik saat tau yang memanggilnya saat ini adalah Dian mamanya Alena. Tangan Luna langsung gemetar dan ragu akan mengangkat panggilan itu. Sebelum mengangkatnya, Luna memberi isyarat pada Rey untuk tidak bersuara selama ia mengangkat telfon.
" Hallo tante"
" Hallo Luna, kalian lagi dimana sekarang? Tante dari tadi nelfon Alena tapi tidak di angkat sama dia. Kamu lagi sama Alena kan sekarang?" tanya Dian.
__ADS_1
" E...e... tante, Alena sudah tidur di hotel. Dia sangat kecapekan dari tadi siang. Aku sekarang lagi keluar beli makanan. Nanti aku bilangin ke Alena biar dia nelfon tante balik." ucap Luna dengan gagap dan mencari alasan.
" Ya udah, jangan lupa bilangin sama dia kalau kamu sudah kembali ke hotel. Kalian hati-hati disana, jaga diri baik-baik." ucap Dian sebelum mengakhiri telfonnya.
" Ternyata kau sangat pandai berbohong ya,," ucap Rey menyindir Luna.
" Bukan urusanmu." balas Luna dengan kesal.
Setelah Kevin mengirim uang ke rekening Rey. Luna langsung menunjukkan bukti transfernya pada Rey.
" Sudah puaskan kau, urusan kita sudah selesai." ucap Luna.
" Turun dari mobilku sekarang." usir Rey.
" Antarkan aku ke restoran yang tadi. Mobilku masih disana." protes Luna tidak terima di hentikan di pingir jalan begitu saja.
" Aku tidak punya waktu untuk putar balik kesana, pergi saja naik taksi." balas Rey sangat ketus.
__ADS_1
" Dasar pria sialan." gumam Luna kesal lalu melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil Rey.
Setelah turun, Rey langsung melajukan mobilnya kembali meninggalkan Luna dengan sangat kencang.
" Ya ampun, dosa apa yang sudah aku perbuat sebelumnya sampai aku harus ketemu orang seperti dia. Jangan sampai aku ketemu lagi dengannya." gumam Luna melihat kepergian mobil Rey.
Luna naik taksi menuju ke restoran yang tadi dan mencari keberadaan Alena disana. Tapi, Alena ternyata sudah pergi dari sana meninggalkannya bersama Brian. Mobil Alena masih terparkir di depan restoran itu karna kuncinya dibawa oleh Luna. Luna akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel dan menunggu Alena pulang. Ia terus menghubungi Alena karna terlalu panik. Ia takut jika Alena dimanfaatkan oleh Brian dan akan terjadi apa-apa dengannya. Ia terus menghubungi Alena sampai-sampai ia ketiduran di atas sofa.
JANGAN LUPA
👍 LIKE
📍 KOMEN
❤ FAVORIT
DAN TIPS NYA YA
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA DAN TIDAK BOSAN MEMBACANYA