
Kedua orang tuanya Meyla segera mendekati putrinya.
"Meyla, kamu sudah bisa berjalan, Nak?"
Meyla tersenyum mendengarnya, juga menganggukkan kepalanya.
"Ya, Ma. Meyla sedang belajar berjalan dengan alat penyangga ini, Ma. Suami Meyla menyarankan untuk tidak ketergantungan dengan kursi roda, jadi dengan cara seperti ini Meyla membiasakan diri untuk berjalan, Ma." Jawab Meyla, dan sekilas menoleh pada suaminya.
"Saya hanya berusaha untuk membantu Meyla agar dia bisa berjalan, Ma, Pa. Soalnya kalau sampai ketergantungan dengan kursi roda, takutnya akan menjadi malas untuk mulai membiasakan diri berjalan." Timpal Daniel ikut angkat bicara.
Kedua orang tuanya Meyla merasa malu ketika mengetahui berapa bertanggung jawabnya Daniel kepada putrinya.
"Terima kasih ya, Nak Daniel. Maafkan kami yang sudah salah paham denganmu, ternyata kamu suami yang bertanggung jawab." Jawab ayahnya Meyla ada rasa malu kepada menantunya.
"Ya, Nak Daniel, kami minta maaf karena sudah berprasangka buruk terhadap mu dari awal." Timpal ibunya Meyla yang juga ikutan meminta maaf seperti ayahnya Meyla.
"Tidak apa-apa, saya memakluminya. Oh ya, silakan duduk, Ma, Pa. Maaf, dari tadi belum saya persilakan duduk." Jawab Daniel sekaligus mempersilakan duduk kepada ibu mertua maupun ayah mertuanya.
"Terima kasih." Jawab kedua orang tuanya Meyla dan segera duduk.
__ADS_1
Sedangkan Daniel sendiri membantu istrinya untuk duduk dengan penuh hati-hati. Setelah itu, tidak lama kemudian, Mbak Nana datang dengan membawa minuman beserta cemilannya.
"Silakan diminum, Pa, Ma. Maaf, cemilannya apa adanya." Ucap Daniel dengan ramah dan sebisa mungkin bersikap sopan.
"Kedatangan kami ke sini, Papa sama Mama hanya ingin melihat keadaan kalian. Soalnya kalian berdua belum saling mengenal satu sama lain, takutnya ada sesuatu yang membuat kalian salah paham." Jawab ayahnya.
"Ya, Nak. Mama sama Papa hanya mengkhawatirkan saja, takutnya ada sesuatu diluar yang dibayangkan. Jadi, Mama sama Papa datang kemari untuk melihat hubungan kalian berdua. Tapi ternyata kalian berdua baik-baik saja, Mama sama Papa percaya sama kalian berdua." Timpal ibunya ikut bicara.
"Mama sama Papa tidak perlu khawatir, Meyla aman berada di rumah ini. Juga, semua pekerjaan sudah ada yang bertanggung jawab. Tugas Meyla di rumah ini hanya untuk belajar berjalan, terapi, dan menikmati kesehariannya di rumah ini." Jawab Daniel tidak ada yang ditutup tutupi.
"Terima kasih banyak ya Nak Daniel, kamu sudah memperlakukan Meyla dengan baik. Maafkan kami yang sudah merepotkan kamu, juga dengan sifat Meyla yang keras kepala." Ucap ibunya Meyla yang menyadari jika putrinya memang mempunyai sifat keras kepala.
"Sudah lumrah jika perempuan bertemu dengan orang yang tidak dikenalinya, Ma. Nanti juga Meyla bakal terbiasa tinggal di rumah ini." Jawab Daniel begitu santai, sampai-sampai tidak sabar karena asiknya mengobrol hingga hampir saja lewat jam istirahat.
Kedua orang tuanya Meyla yang tidak ingin mengganggu jam istirahat putrinya dengan menantunya, akhirnya memilih untuk undur diri, yakni pamit pulang dan tidak ingin mengganggu jam istirahat. Daniel mengiyakan, dan kedua orang tua istrinya pun bergegas pergi meninggalkan rumah menantunya.
Setelah kedua orang tuanya Meyla pamit pulang, Daniel mengantarkan ibu mertuanya sampai di depan rumah. Sedangkan Meyla menunggunya di ruang tamu, lantaran tidak memungkinkan untuk ikut mengantar ayah dan ibunya sampai di depan rumah.
"Nak Daniel, kami titipkan Meyla sama kamu. Terima kasih sudah memperlakukan Meyla dengan baik." Ucap ayahnya Meyla sebelum masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Ya, Pa, saya akan memperlakukan Meyla dengan baik. Mau bagaimanapun, Meyla sudah menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Papa sama Mama tidak perlu khawatir." Jawab Daniel sebaik mungkin, tentunya agar tidak memberi kecewa kepada kedua orang tua istrinya.
"Kalau begitu kami pamit pulang, salam buat Meyla. Selamat malam, sampai bertemu lagi. Kalau kamu dan Meyla ingin datang ke rumah, datang saja. Rumah Papa terbuka lebar untukmu bersama Meyla." Ucap ayah mertua, Daniel tersenyum dan mengangguk.
"Ya, Pa, kapan-kapan kalau ada waktu senggang, nanti akan main ke rumah Papa." Jawab Daniel.
"Ya udah, Papa pulang." Ucap ayah mertua.
Daniel mengiyakan.
"Hati-hati di perjalanan, Ma, Pa." Jawab Daniel.
Setelah itu, Daniel kembali masuk ke rumah. Saat berada di ruang tamu, rupanya sudah tidak ada istrinya.
"Kemana Meyla? kok, gak ada di ruang tamu." Gumam Daniel saat tidak mendapati istrinya di ruang tamu.
"Mey! Meyla! kamu dimana, Me-meyla."
Daniel kembali mengecilkan suara saat sudah memanggilnya dengan suara cukup keras, dan dilihatnya sang istri tengah latihan berjalan di ruang keluarga bolak balik ke sana kemari.
__ADS_1