Menjadi Suami Dadakan

Menjadi Suami Dadakan
Kembali menerima nasehat dan juga pesan


__ADS_3

Daniel mendekati istrinya yang tengah latihan berjalan dengan alat penyangga yang dibelikan oleh suaminya. Semakin lama mencoba untuk menggunakan alat penyangga, Meyla sedikit-sedikit mulai terbiasa menggunakannya, juga ketika berjalan.


"Bagaimana setelah menggunakan alat itu, Mey? apakah sudah ada perubahan? atau ... masih ada rasa sakit, nyeri, atau yang lainnya."


"Udah gak ada rasa sakitnya sih, kalau nyeri juga udah gak begitu. Makasih ya, kamu sudah memberiku saran yang baik. Ternyata lebih enakan menggunakan alat ini dari pada harus menggunakan kursi roda. Selain membuatku malas, juga gak akan ada perubahan." Jawab Meyla sekaligus mengomentari soal perbedaan kursi roda dengan alat bantu yang dibelikan oleh suaminya.


Daniel yang mendengarnya, pun tersenyum.


"Semoga kaki kamu yang cidera segera sembuh dan bisa berjalan lagi dengan normal. Sekarang sudah malam, waktunya untuk istirahat. Besok pagi kamu sudah mulai rutin untuk melakukan terapi. Jadi, persiapkan diri kamu sebaik mungkin." Ucap Daniel.


"Ya, semoga kakiku segera sembuh dan bisa berjalan lagi dengan normal. Terima kasih ya, sudah memberi perhatiannya padaku." Jawab Meyla dengan senyum tipis.


Daniel mengangguk.


"Sudah menjadi tanggung jawabku, sini aku gendong kamu."


"Eh. Enggak enggak enggak, kamu enggak perlu gendong aku. Biarkan aku jalan sendiri, aku gak mau ngerepotin kamu." Jawab Meyla menolak.


Tetap saja, Daniel langsung menggendong istrinya, dan meminta asisten rumah untuk membawakan alat penyangganya. Sedangkan Meyla sendiri langsung melingkarkan kedua tangannya tepat di tengkuk leher suaminya.

__ADS_1


Karena malu harus menatap wajah suaminya, Meyla memilih untuk menyembunyikan wajahnya.


'Kenapa rasanya berbeda ya, enggak enggak, aku gak boleh tergoda. Ingat Meyla, lelaki yang menjadi suami kamu ini sudah menghancurkan pernikahanmu, jangan sampai kamu menyukainya, apalagi terpesona.' Batin Meyla saat menyembunyikan wajahnya dari sang suami.


Sampainya didalam kamar, dengan pelan Daniel menurunkan istrinya di atas tempat tidur. Nahas, tiba-tiba kaki Daniel terbentur sudut tempat tidur dan akhirnya keduanya jatuh di atas tempat tidur dengan posisi Meyla yang menindih suaminya. Juga, bibir keduanya saling menempel satu sama lain, jelas seperti sedang berci_uman.


Saat itu juga, keduanya saling menatap satu sama lain dan sama-sama tidak berkedip. Daniel yang menyadari akan hal itu, langsung membenarkan posisinya dan dia segera bangkit.


"Maaf, tadi kaki aku membentur sudut tempat tidur. Kamu tidak apa-apa? kaki kamu gimana, ada yang sakit?"


Meyla menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku yang salah, karena tidak hati-hati. Oh ya, kamu mau ke kamar mandi atau tidak? nanti aku panggilkan Mbak Nana."


"Enggak perlu, aku bisa ke kamar mandi sendiri."


"Oh, ya udah kalau gitu. Hati-hati kalau mau ke kamar mandi, pastikan kalau kaki kamu tidak kenapa-napa, takutnya masih ada rasa nyeri."


"Kaki aku udah gak begitu nyeri, juga sudah lebih baik dari kemarin." Jawab Meyla sambil belajar untuk bangkit dari tempat tidur dengan menggunakan alat bantu.

__ADS_1


Sedangkan Daniel tengah memperhatikan istrinya sambil mengawasinya sampai di dalam kamar mandi. Saat istrinya tidak ada keluhan, Daniel segera keluar dan menunggu istrinya selesai melakukan ritual sebelum tidur. Setelah istrinya selesai, giliran Daniel yang masuk ke kamar mandi.


Meyla yang sudah duduk bersandar di atas tempat tidur dengan kedua kakinya yang diluruskan, tiba-tiba dikagetkan dengan suara dering di ponselnya.


"Kak Virgo, kenapa dia meneleponku malam malam begini? hem, gangguin orang mau tidur aja ini. Mana lewat panggilan video juga lagi, aih." Gumamnya merasa risih.


Karena penasaran, akhirnya menerima panggilan video dari kakaknya.


"Ngapain sih malam-malam telepon, gangguin aja deh kakak ini."


Virgo yang ada di seberang telepon, pun tersenyum saat melihat ekspresi adiknya.


"Enggak ada apa-apa, pingin ngobrol aja sama kamu. Suami kamu mana, belum tidur?"


"Belum, lagi di kamar mandi, kenapa?" jawabnya dan balik bertanya sambil menatap layar ponselnya.


"Enggak apa-apa, kakak sama kak Rafka mau pamit, besok pagi kakak mau pergi ke luar negri, ada urusan penting. Mungkin satu bulan, dua bulan, jaga diri kamu baik-baik. Tadi sih mau ikut ke rumah kamu, tapi waktu sudah tidak memungkinkan. Jadi, kakak pamitnya lewat panggilan video aja. Satu hal pesan dari kakak, jadilah istri yang baik untuk suami kamu, dan jangan suka membantah. Kakak doakan, semoga kaki kamu cepat sembuh dan bisa berjalan lagi dengan normal. Ya udah ya, udah malam juga, istirahat lah, jaga kesehatan kamu. Sampai bertemu lagi di waktu yang akan datang, bye bye." Jawab Virgo yang langsung berpamitan, juga memberi pesan dan nasehat kecil untuk adik perempuannya.


Meyla yang mendengarnya, pun serasa tersentuh hatinya saat kakaknya memberi pesan dan nasehat kecil untuknya. Tentu saja, hatinya terasa terenyuh.

__ADS_1


__ADS_2