Menjadi Suami Dadakan

Menjadi Suami Dadakan
Kebahagiaan


__ADS_3

Daniel menatap istrinya dengan lekat.


"Kalau memang kamu sudah yakin dengan keputusan kamu ini, aku sangat bahagia mendengarnya. Berarti kita sama, kita tidak mengharapkan untuk bercerai. Aku janji, aku akan memberimu cinta, perhatianku padamu, dan juga tanggung jawabku padamu sebagai suami dengan segenap hidupku. Kamu wanita yang terakhir aku pilih, sekarang dan untuk selamanya. Cerita kita memang singkat, tapi perjalanan hidup kita akan lebih panjang lagi, siapkan diri kamu untuk menjadi istriku selamanya, hingga waktu yang menentukan untuk kita berpisah." Ucap Daniel panjang lebar di hadapan istrinya.


Meyla yang mendengar pengakuan dari suaminya yang begitu panjang, pun tersenyum bahagia saat dirinya memenangkan hati suaminya.


Waktu yang tidak begitu lama, rupanya telah membawa cinta dalam dua insan yang awalnya tidak saling mengenalinya. Juga, pertemuan yang tidak pernah disangkakannya.


Perasaan bahagia yang tengah dirasakan oleh Meyla, rupanya tidak bisa untuk digambarkan. Bahkan, keduanya merasa canggung.


"Aku pun sama, aku akan memberi cinta dengan segenap jiwaku, juga pengabdian ku sebagai seorang istri kepada suami." Jawab Meyla yang sudah kehabisan kata-kata karena bingung harus berkata apa lagi kepada suaminya karena kebahagiaan telah ia dapatkan.


Setelah keduanya tidak akan ada yang meminta untuk berpisah, kini mereka berdua memiliki janji masing-masing untuk tetap bertahan dengan pernikahannya.


"Sudah hampir larut malam, bagaimana kalau kita pulang? lain waktu lagi aku akan mengajakmu ke tempat lainnya, yaitu yang ada penginapannya. Tempatnya yang masih astri, dan juga terbatas untuk pengunjung." Ucap Daniel mengajak istrinya untuk pulang.


Meyla yang merasa sudah mengantuk, pun tidak ada penolakan sama sekali, dan mengiyakan ajakan suami untuk pulang ke rumah.


Selama dalam perjalanan, keduanya saling berbagi cerita hingga tidak terasa sudah sampai di depan rumah.


Daniel yang tengah berbahagia, seperti terhipnotis oleh asmara. Entah ada angin apa atau ada apanya, tiba-tiba Daniel mendadak bersikap aneh seperti orang yang tengah kasmaran akut.


Tidak peduli jika harus menjadi bahan pembicaraan oleh semua asisten rumahnya, Daniel menggendong istrinya sampai di dalam kamar. Kemudian, pintu pun di kunci. Tentu saja, membuat Meyla semakin gugup dan juga keringet dingin.


Pelan-pelan, Daniel menurunkan istrinya di atas tempat tidur sambil menatap lekat istrinya. Meyla yang mendapat tatapan dari suaminya seolah terhipnotis. Bahkan, detak jantungnya saja sulit untuk dikendalikan.

__ADS_1


Daniel yang sudah memenangkan hati istrinya, tak sabar lagi untuk meminta haknya sebagai suami. Lelaki mana yang tidak tergoda jika setiap malam harus menahan ketika tidur bersama perempuan, lebih lagi istrinya sendiri.


Namanya juga lelaki normal, melihatnya saja pasti sudah tergoda. Hanya saja, Daniel berusaha untuk menahannya hingga dirinya benar-benar berhasil memenangkan hati istrinya.


Meyla yang semakin gugup, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, selain pasrah dan juga menginginkannya. Meyla tidak munafik, karena dirinya juga wanita normal, yang juga sama halnya yang diinginkan oleh suaminya.


Daniel yang sudah tidak sabar, ia langsung mendaratkan sebuah ci_uman lembut ke bibir ran_um miliknya sang istri. Kemudian, Daniel menuntutnya lebih hingga ke pokok intinya.


Meyla yang tidak bisa menolaknya, pun mengiyakan atas permintaan sang suami.


"Aku akan berhati-hati melakukannya." Ucap Daniel di dekat telinga istrinya.


Meyla mengangguk dan mengimbangi suaminya hingga keduanya berhasil pada puncaknya dan tu_buh mereka berdua terku_lai lemas di atas tempat tidur.


Daniel yang sudah mengambil sesuatu yang berharga milik istrinya, merasa bahwa dialah pemenangnya. Perempuan yang tidak dikenali, kini telah mengambil hatinya. Sama seperti dirinya, juga telah berhasil mengambil cinta dari sang istri yang sama sekali tidak dikenal.


"Terima kasih banyak, suamiku. Kamu telah bertanggung jawab atas diriku, aku akan menjaga hubungan rumah tangga kita dengan baik." Jawab Meyla yang tengah berada di pelukan suaminya.


Karena tidak ingin badan terasa pegal, keduanya segera berendam dengan air hangat dan membersihkan diri. Setelah itu, keduanya baru tidur.


.


.


.

__ADS_1


Pagi yang cerah, secerah hubungan Meyla dengan Daniel yang sudah saling mengungkapkan perasaannya masing-masing. Setelah bangun dari tidurnya, Daniel mengajak istrinya untuk menikmati pagi harinya di taman belakang. Tentu saja, menghirup udara segar.


"Cie .... yang lagi berduaan, udah ngalahin anak muda nih." Ledek Wingga yang rupanya sudah berada di taman belakang bersama Yena.


"Ya dong, jangan kalah sama anak muda. Kalau kamu, fokus dulu dengan masa depan kamu. Kalau sudah menyerah dan juga sudah mempunyai bekal, kamu bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan. Itupun tidak seperti mengembalikan telapak tangan. Jadi, semua butuh proses dan keputusan yang tepat." Jawab Daniel yang tidak lupa menyelipkan sebuah nasehat untuk adik perempuannya.


"Wih! cakep kata-kata mutiaranya. Kakak aku yang satu ini emang jagonya jadi penasehat." Ucap Wingga memuji kakak laki-lakinya.


Sedangkan Yena yang mendengarnya, pun masih menyimpan rasa kesal dan kecewa karena dirinya tidak berhasil mendapatkan lelaki yang dicintainya itu.


"Untuk Yena, kamu juga harus fokus dengan masa depan kamu. Jangan mudah terlena dengan siapapun. Karena apa? itu bisa menjadi bumerang untukmu sendiri. Kalau kamu mudah terlena dengan orang yang tidak tepat, alias hanya memanfaatkan kamu saja, yang akan kamu dapatkan hanyalah penyesalan. Jadi, bersikap lah yang sewajarnya, jangan mudah untuk terlena dengan segala apapun itu." Ucap Daniel yang juga memberi nasehat kecil untuk Yena, perempuan yang berambisi ingin mendapatkan cinta dari Daniel.


"Ya, Kak. Terimakasih atas nasehatnya, maafkan Yena yang sudah mengganggu rumah tangga Kakak. Yena akan belajar menjadi lebih baik lagi, dan akan memperbaiki sikap buruk Yena." Jawab Yena dan sekaligus meminta maaf.


Daniel pun mengangguk, yakni memberi maaf kepada Yena. Setelah itu, mereka menikmati pagi harinya tanpa ada beban yang harus ditanggungnya.


Kebahagiaan ataupun masalah, kini sudah menemukan jalan keluarnya masing-masing. Meski dalam pertemuan mereka hanya sebentar, setiap masalah yang dihadapinya telah menjadikannya pelajaran yang begitu berharga.


TAMAT


Kok singkat banget ceritanya thor...


Authornya lagi pingin tidak ada konflik berat ya reader's... biar gak bertambah pusing. Cukup dunia nyata yang sudah pusing ya.., tidak untuk novel.


Bye bye... bertemu lagi di hari senin ya...

__ADS_1


Salam sayang author untuk semua Reader's setia..


__ADS_2