
"Dani.. sekarang kamu bisa tidur di kamar Santi ya. sekarang, kamu sudah sah menjadi suaminya"
"iya pak.."
Mereka sudah kembali ke rumah karena semua proses pernikahan sudah selesai. sekarang sudah masuk jam 3 shubuh jadi mereka memutuskan untuk kembali beristirahat.
"yah.. Gue sendiri dong di sini"
"terima nasib aja hahaha.."
kali ini Dani yang mengejek Nathan karena dia tidur seorang diri di ruang tamu sementara dia sudah punya kamar bersama sang istri tercinta.
pakaian yang dikenakannya pun sudah diganti dengan pakaian biasa. karena sebelum kembali ke rumah, mereka harus melepas semua baju adat yang di pakai tadi saat pernikahan.
Yaa.. Seperti pengantin baru pada umumnya, Dani punya sedikit gugup saat hendak membuka kamar istrinya itu. Namun, ia memberanikan diri untuk membukanya. setelah perlahan di buka, ia melihat istrinya masih menatap cermin dan mengelus kelinci yang ada di kamarnya.
kemudian, pintu kamarnya di tutup dan dikunci kembali oleh Dani.
"mas Dani.."
Santi melihat suaminya baru saja masuk ke dalam kamarnya. Dani tersenyum lalu memeluk tubuh istrinya itu yang sedari tadi menatap ke cermin.
"sedang apa hm?"
"nggak.. Aku hanya habis hapus riasan saja"
Dani mendirikan istrinya itu lalu menghadapkan ke arahnya. Ia melihat ada kelinci di pelukan istrinya lalu ia ambil alih.
"ih mas Dani.. Aku pengen peluk Lily"
"jadi kamu gak mau peluk suamimu?"
"mau.."
Grep..
Santi memeluk erat pria yang telah menjadi suaminya itu dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"gemas sekali sih" ujar Dani sembari mencubit pelan wajah istrinya.
kemudian, Dani membawa tidur istrinya dan mendudukkannya di sampingnya. Kasur kamarnya itu masih kasur lantai tidak ada penyangga dan langsung terhubung dengan lantai.
Santi lagi-lagi dibuat tersipu oleh perbuatan Dani suaminya yang secara tiba-tiba sering memberikan sebuah kecupan mendadak. lalu Dani kembali membaringkan tubuh istrinya dan menindihnya.
"sayang.. Mas sangat mencintaimu" bisik Dani.
Jarak mereka sangat dekat sekali bahkan saking dekatnya ujung hidung mereka saling menempel.
"aku juga.."
"aku juga apa hm?"
"cinta kamu.."
Dani terkekeh atas kepolosan istrinya itu. Kemudian ia menciumi pipi mulus istrinya berulang kali.
"mas ih.. geli"
"abisnya gemas banget sih.."
"aku ngantuk mas.."
__ADS_1
"ya sudah, kita tidur.. Tapi sebelum itu.."
***
Nathan yang memang tidur seorang diri hanya meratapi kesendiriannya. Biasanya ia bercanda dengan sahabatnya saat hendak tidur. Karena matanya mulai mengantuk, perlahan ia memejamkan matanya.
Namun, baru saja berada detik menutup mata, ia mendengar suara lenguhan dari kamar pasangan baru itu. Dan itu terdengar sangat jelas di telinganya. Nathan yang terganggu lantas ikut terbangun kembali. Dan benar saja, suara tersebut makin terdengar jelas.
"aduuhhh.. Ni pengantin baru bikin gue resah aja.. Haahh gue jadi gak bisa tidur!!" keluhnya.
suara Dani dan Santi saling beradu. Dan itu membuat Nathan pun ikut kesal. Ia berusaha untuk tidur dan tidak mendengar suara-suara aneh itu dengan menyimpan telinganya dengan bantal berlapis.
***
ayam berkokok sudah terdengar jelas dan membangunkan semua warga yang awalnya tertidur. sementara di kamar pengantin baru, keduanya masih tertidur pulas tanpa busana yang menempel di tubuh mereka.
Kemarin saking asiknya, sampai menjelang pagi mereka melakukan adegan suami istri dengan penuh semangat.
"eunghhh.." lenguh Dani saat terbangun dari tidurnya. Ia kemudian mengucek matanya dan mengambil jam tangannya. ternyata, ini sudah jam 7 pagi. Ia menoleh ke arah kirinya dan melihat istrinya masih tertidur pulang dengan keadaan yang sama sepertinya.
dani teringat akan adegan kemarin. Tak menyangka jika istrinya bisa seerotis itu saat berhubungan. Dan ianpun merasakan kepuasan yang luar biasa. Lalu, dengan lembut ia membelai rambut serta wajah istrinya itu. Tak lupa mengecup pipi bulatnya.
"sayang.. bangun.. sudah pagi"
Namun Santi masih tetap tertidur.
"sayang.. Bangun yuk"
"eunghh.. Aku masih ngantuk Maas.." lirihnya dengan suara manja.
"ya sudah.. Mas mau ambil makanan dulu di dapur"
Dani mengambil pakaiannya yang berserakan lalu memakaikannya kembali ke badannya. sebelum keluar, ia menutupi tubuh istrinya agar tidak terlihat dari luar.
"heh.. Udah siang! Bangun lu!!"
"aduh!! Berisik! Gue baru bisa tidur nih"
"lah kemarin lu gak tidur?"
mendengar itu, Nathan membuka matanya lebar-lebar dan segera bangun dari tidurnya. Ia pun menatap tajam ke arah Dani.
"gimana gue bisa tidur.. lu sama Santi mainnya santai dong.. Suara Lu berdua ganggu gue tau gak!" omelnya kesal.
Bukannya merasa bersalah justru Dani tertawa kencang menertawakan sahabatnya ini. Ternyata Nathan tidak bisa tidur mendengar suara-suara yang dibuat olehnya serta istrinya.
"kasian banget lu.. Hahaha"
"emang seenak itu ya sampai teriak-teriak?" tanya Nathan sambil raut wajah kesal.
"beuh.. Bukan enak lagi.. buanget.. nanti juga lu bakal merasakan. Gue gak mau cerita soalnya itu cuma gue yang tau" ujar Dani mengejek Nathan kembali.
"sialan lu!"
Nathan yang kesal, melempari Dani dengan barang-barang di dekatnya.
***
Santi yang lama tertidur akhirnya terbangun juga. ia merasakan tubuhnya polos sekali tanpa ada benang yang menempel di sana.
Saat ia hendak berdiri,
__ADS_1
"awsshh..."
tubuhnya merasakan sakit terutama bagian sensitifnya yang sangat ngilu sekali saat ia bergerak. ia membalut tubuhnya menggunakan selimut. lalu ia mengambil baju-baju yang berada di dekatnya untuk dipakaikan ke badannya.
Lalu ia mendengar pintu terbuka dan menampilkan Dani yang baru saja masuk sembari membawakan makanan.
"eh, udah bangun?"
"udah mas.."
lalu Dani duduk berada di dekat istrinya "nih, mas bawakan kamu sarapan. Ayo di makan, abis itu kita mandi bersama ya"
Santi mengangguk. Lalu ia mengambil sarapan yang baru saja suaminya berikan. Namun saat hendak menyendok nasi ke mulut, tangannya di cekal oleh Dani.
"kenapa mas?"
"kita makannya saling suapan ya.. Biar romantis"
Ada angin apa yang merasuki Dani sampai pria kaku seperti dia bisa seromantis ini. Santi pun tersenyum geli dan mengangguk menyetujui permintaan suaminya itu. Mereka makan bersama dengan saling menyuapi satu sama lain. Ah romantis sekali hahaha.
"udah kenyang.."
"sedikit lagi sayang.. Itu sudah mau habis, ayo"
Santi memaksakan perutnya untuk memasukkan suapan terakhir walaupun perutnya sudah kenyang.
"nah habis.. Pintar sekali istriku, habis ini kita ke sungai untuk mandi ya"
"iya"
Dani pun keluar dengan membawa nampan berisi piring kotor yang mereka gunakan sarapan tadi. Saat keluar ia melihat bapak mertuanya sudah ada dirumah dan mengobrol dengan Nathan.
"sudah bangun Dan? Santi mana?" Tanya pak Ujang.
"udah pak.. Santi masih di kamar, tapi dia udah bangun"
"oh iya, kata Nathan kalian itu berisik sekali kok bapak gak dengar ya? Abis main berapa ronde?" tanya sang mertua menggoda menantunya.
Dani menggaruk kepalanya yang tidak gagal "hehe gak tau pak, gak ngitung" ujarnya malu-malu.
"sudah-sudah.. Kamu bersihkan diri dulu. Dani, ajak Santi ke sungai buat mandi"
"iya pak" sahutnya saat melangkahkan kakinya menuju di dapur. Kali ini Dani yang membersihkan piring bekas makannya sendiri. Orang kaya seperti Dani memang tergolong langka untuk melakukan pekerjaan rumah seperti itu. Tapi ia tidak ingin membuat mertua dan istrinya kelelahan.
Setelah cuci piring, Dani menghampiri sang istri untuk mengajaknya mandi.
"yang, mandi yuk"
"ayo mas.."
Santi pun keluar dari kamar sekian lama ia berada di dalam kamar.
"pengantin baru.. Ya ampun baru bangun" goda bapak.
"ah bapaakk.. Jangan bilang gitu" Rajuk Santi.
"iya-iya deh.. Udah sana mandi, keburu siang"
"iya ini juga mau ke sungai.. Ayo mas"
"pergi dulu ya pak.." pamit Dani.
__ADS_1
"iya hati-hati"