Mentari Yang Hilang

Mentari Yang Hilang
rencana buruk Rida dan milly


__ADS_3

Milly yang melihat kebencian Tante Rida ini, membuat dirinya menungging kan senyumnya. Ia tersenyum miring melihat ke arah Santi yang tengah di marahi abis-abisan oleh Rida.


"tapi ma.."


"jangan sebut saya mama! Berapa kali saya bilang ke kamu hah?! Saya bukan mamamu!" bentak Rida.


Saatnya Milly mengambil alih bak super Hero agar Rida terus percaya akan dirinya.


"sudah Tante.. Biarkan saja.. Daripada marah-marah lebih baik kita fokus sarapan"


"huh iya benar.. Lihat muka kamu pagi-pagi udah bikin saya kesal tahu gak?!"


Santi hanya menunduk. Ia sedih selalu mendapatkan bentakan dan penolakan dari mama mertuanya. Namun ia menahan air matanya agar tidak turun. Ia tidak ingin jika ia menangis maka suaminya akan bertengkar lagi dengan ibunya.


tak lama kemudian terdengar suara seseorang yang baru memasuki rumah.


"selamat pagi Tante.."


Itu adalah Nathan yang sudah mengenakan pakaian kerjanya. Ia datang menggunakan taksi karena motornya ada di rumah Dani. Ia yang memang punya watak ceria, mengalami Tante Rida layaknya salam pada ibunya sendiri.


"eh kamu than.. Tumben datang pagi-pagi"


"hahaha iya tan.. Ada meeting dadakan jadi harus bareng sama Dani"


Santi pun merubah raut wajahnya dengan menampilkan senyumnya. pandangan Nathan pun terjatuh pada Santi yang terlihat sedikit berbeda.


"waw Santi.. Kamu berbeda sekali hari ini ya" goda Nathan.


"mas Nathan bisa aja.."


Sementara terlihat wajah Rida dan Milly tidak suka melihat Santi yang begitu akrab juga dengan teman anaknya. Namun mereka hanya terdiam dan langsung duduk di kursi meja makannya.


"oh iya Dani mana? Apa dia masih tidur?"


"udah kok.. bentar lagi dia juga turun"


"ngapain Lu nanya-nanya gue hah?"


Dani pun datang dengan gagahnya dibalut pakaian formal serta jas hitam yang melekat di tubuhnya.


"itu dia.."


"lama amat lu.." protes Nathan pada Dani.


Sementara Santi buru-buru membuatkan kopi untuk suaminya karena ia akan segera berangkat kerja. dengan senyum di wajahnya, ia membawa kopi buatannya itu menghadap ke suaminya.


"mas.. Ini kopinya-"


"Mas Dani.. Ini kopi buatanku untuk kamu"

__ADS_1


Santi tiba-tiba terdiam saat melihat Milly ikut memberikan secangkir kopi untuk suaminya. Ada rasa kesal sekaligus cemburu di hatinya karena sikap perempuan itu yang tidak baik terhadap suaminya itu.


Sementara Dani hanya melirik dengan malas. Lalu ia menatap pada Santi yang terdiam sembari memegangi secangkir kopi yang akan diserahkan untuknya. Namun apa yang terjadi? Justru Dani mengambil cangkir kopi dari tangan Milly yang membuat Rida serta Milly tersenyum bangga. Lagi-lagi Santi hanya bisa terdiam melihat kopi dari Milly lebih dipilih dibandingkan kopi miliknya.


Namun, sesuatu terjadi dimana kopi buatan Milly itu justru di geser oleh Dani dan diberikan pada Nathan yang duduk di sebelahnya.


"buat lu minumlah"


"serius buat gue? makasih haha lumayan gue belum ngopi"


Milly melihat itu seketika terkejut. Ia kesal akan Dani yang memberikan kopi tersebut pada sahabatnya bukan diminum olehnya.


"sayang.. Kenapa berdiri di situ? Ayo kemari.." ujar dari dengan lembut pada Santi yang berdiri di belakang Milly.


karena merasa terhalangi, Dani menatap tajam pada Milly dan menyuruhnya untuk menyingkir.


"awas.. Istriku mau lewat, jangan halangi jalan" ketus Dani.


Mendengar nada ketus pria itu, Milly hanya bisa menahan rasa kesal dihatinya. Ia pun segera menyingkir dan duduk di kursi sebelah Rida. Mereka berdua menatap tidak suka ke arah perempuan yang sudah sah menjadi istri Dani.


"ini mas kopinya.. Sama sarapannya"


"wah.. Makasih sayang, kamu memang baik ya.. Pasti enak nih"


"cuma Dani doang San? Buat gue mana?"


"yah.."


"udah lu makan aja.. Itu kan ada yang lain" ujar Dani kesal akan Nathan yang meminta Santi membuatkan sarapan untuknya.


"iye-iye ah.. Ini juga mau makan"


Dani sengaja menunjukkan keharmonisan dan keromantisan di depan keluarganya. Terutama ada Nathan, mereka tidak akan ribut-ribut seperti kemarin. Santi yang duduk di samping suaminya ikut sarapan namun makan sarapan bersama sepiring dengan suaminya, tidak menyatu dengan makanan yang dikhususkan untuk keluarga suaminya.


Papa mertua yang melihat mereka sangat serasi hanya bisa mengembangkan senyumnya. akhirnya Dani bisa tersenyum lebar setelah paksaan dari istrinya agar menikah dengan wanita yang tidak ia cintai. Ia juga bersyukur mendapati menantu baik seperti Santi yang berkali-kali dibentak tidak membalas kejahatan istrinya.


"eumm.. Enak, buatkan lagi ya.. Aku mau bawa buat bekal"


"boleh mas.. Aku buatkan sekarang ya"


"gue juga ya san.. Hehe"


"iya siap"


Ia pun segera membuatkan bekal untuk suaminya dengan dibantu arahan dari beberapa art untuk mengambil wadah bekalnya. Sementara Milly hanya bisa terdiam. Raut wajahnya di tekuk saat Dani sangat perhatian pada wanita itu.


"hih kenapa sih dia yang harus jadi istri mas Dani?! Mana mas Dani juga kelihatan cinta lagi sama dia.. Gue gak suka.. Haaaaaa" batinnya menjerit.


Mereka semua sarapan dengan nikmat tanpa adanya keributan. Setelah 10 menit berlalu, Santi pun sudah siap menyiapkan bekal untuk suami dan temannya Nathan. Ia pun merapikannya dan memberikannya pada mereka berdua.

__ADS_1


"ini mas.. untuk kalian berdua"


"makasih sayang.."


"makasih ya Santi.. Enak ya punya istri apa-apa di siapin"


"nikah makanya sana"


"iya nanti kalau sudah ada calonnya eh"


Semua nampak sudah selesai makan dilihat dari piring mereka semua yang sudah tidak bersisa. Lalu, satu persatu dari mereka mulai beranjak dari kursi makan. mama Rida mengantarkan suaminya untuk berangkat kerja begitupun Dani yang menyuruh Santi untuk ikut mengantarkannya ke depan. Sementara Milly hanya mengekor.


Di depan mama dan gadis itu, Dani membelai pipi istrinya dengan lembut dan mengecupnya singkat.


"mas kerja dulu ya.. Kalau kamu ada sesuatu di sini, seperti di jahati oleh mereka jangan sungkan untuk mengadu pada mas ya" tegas Dani sembari melirik ke arah mamanya dan Milly. Ia tahu jika ia meninggalkan istrinya pasti akan terjadi sesuatu.


Sebenarnya Dani tidak tega meninggalkan istrinya sendirian di rumah. Terlebih keluarganya sangat membenci kehadiran Santi.


"apa kamu kamu ikut saja sama mas?"


Santi tersenyum sembari memegangi tangan suaminya "kalau pun aku ikut, aku tidak akan paham.. Aku di rumah saja mas.. Jangan khawatir tentangku yang berlebihan ya"


"baiklah.. Telpon mas kalau terjadi sesuatu ya"


"iya.."


Sentuhan terakhir, Dani memegang punggung istrinya dan mulai mendekatkannya. lalu, ia ******* bibir istrinya di depan mamanya dan Milly. Santi sedikit terkejut namun ia menerima belaian dari sang suami sebelum berangkat kerja.


Melihat adegan itu, Milly semakin terbakar api cemburunya. Ia pun mengepalkan tangannya menahan emosi dan pandangannya masih memandangi dua sejoli itu. Karena semakin panas, ia memutuskan untuk pergi diikuti oleh Rida yang tidak suka melihat putranya menciumi gadis itu.


"muachhhh.. Mas pergi dulu ya sayang"


Santi pun sedikit mengelap bibirnya yang basah.


"iya mas.. Hati-hati ya"


Santi melambaikan tangannya saat Dani mulai menjauh. Jujur ia sedikit takut akan kepergian Dani bekerja, ia sendirian di rumah bersama dengan orang-orang yang membencinya. Namun ia tidak ingin membuat suaminya khawatir. Ia harus kuat agar tidak merepotkan suaminya.


Lalu setelah suaminya benar-benar pergi, ia segera masuk kembali. Kali ini ia akan langsung pergi ke kamarnya saja, takut kedua orang itu macam-macam padanya.


Ia melewati Rida dan Milly begitu saja menaiki anak tangga menuju kamarnya alias kamar suaminya. Melihat Santi berlari, membuat Milly semakin tidak suka melihat kelakuan wanita itu.


"Tante lihat tadi.. Gadis kampungan itu semakin berani di rumah ini Tan.. Tante gak kesal apa lihat dia kaya gitu? Yang ada dia bakal semena-mena di sini" Milly mulai memprovokasi Rida agar membalas rasa sakit yang ada dihatinya. Santi membuatnya kesal hari ini.


"iya Tante juga tidak suka sikap anak itu makin kurang ajar.."


"kebetulan sekali sekarang tidak ada mas Dani Tan.. Bagaimana kita kerjain dia saja?"


Senyum jahat Rida mulai mengembang "boleh juga idemu.. Ayo beri dia pelajaran agar tidak semena-mena di rumah ini!"

__ADS_1


__ADS_2