Mentari Yang Hilang

Mentari Yang Hilang
penyambutan berakhir pahit


__ADS_3

Di sebuah rumah besar terdapat sepasang suami istri yang sudah paruh baya dan menghabiskan waktu berdua di ruang tamu. Mereka sedang menonton televisi bersama tanpa ada gangguan apapun. Lalu terdengar suara bunyi telpon rumah yang begitu nyaring membuat salah satu dari mereka harus mengangkat telpon tersebut.


kemudian, sang istri pun mengangkat telpon tersebut dengan sangat hati-hati.


"halo?"


"halo ma.. Ini Dani.. Sebentar lagi aku bakal pulang ke rumah"


Mendengar suara itu membuat wanita paruh baya itu tersenyum senang. Wanita itu adalah Rida.


"ya ampun sayang.. Kamu baik-baik saja kan di sana?"


"aku baik ma.. Oh iya, nanti aku pulang bawa kejutan untuk mama pasti mama suka deh"


"wah benarkah? Mama tidak sabar untuk tunggu kamu di rumah"


"baiklah ma, aku segera pulang. Aku tutup dulu ya"


"baik Nak, hati-hati di jalan"


telpon tersebut terputus karena Dani sudah tidak menelponnya lagi. Rasa bahagianya mulai menyeruak kembali saat mendengar kepulangan anak bujangnya itu. Seminggu berlalu membuatnya rindu akan anaknya.


Ia pun segera menemui sang suami untuk memberitahukan jika anaknya akan pulang.


"pa.. Papa.. Dani akan pulang hari ini!"


Pria atuh baya itu menoleh arah istrinya dengan tatapan sedikit syok "Dani akan pulang? baguslah kalau begitu"


"mama akan buat pesta untuk menyambutnya. Oh iya, mama akan ajak Mily juga untuk sambut Dani di rumah"


Namun sebelum ia menelpon Mily, terdengar suara deru mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya. Terlihat seorang gadis baru saja masuk ke dalam rumah dengan membawakan bingkisan di tangannya.


"Tante Rida.. Aku datang"


"Mily" senyumnya mengembang saat melihat Mily sudah datang di rumahnya. Mily pun memeluk hangat Rida dan menyerahkan bingkisan itu ke Rida.


"baru saja Tante mau hubungi kamu"


"emangnya ada apa Tante?"


"Dani hari ini pulang dari berburunya.. Tante mau buat acara makan malam untuk menyambut kepulangan Dani"


mendengar itu, Milly pun merasa senang karena ia bisa melihat wajah tampan Dani kembali. Karena selama seminggu penuh Dani tidak menghubunginya sama sekali dan itu membuat Milly pun rindu.


"benarkah? Ayo kita buat sambutan buat Dani Tante.."


"ayo.."


Kemudian mereka berdua menyiapkan banyak makanan yang mereka beli lewat situs antar makanan. Karena jika bikin sendiri sudah tidak ada waktu, jadi beli yang sudah jadi saja.


"sudah selesai Tante.."


"terima kasih ya Milly sudah bantu Tante"


"ah Tante.. Aku kan calon menantu Tante sudah selayaknya aku seperti ini"

__ADS_1


"kamu memang baik, tidak salah jika Tante memilih kamu untuk jadi istri Dani"


***


Mobil Dani yang sudah terparkir di rumahnya, kemudian ia pun keluar dari mobil tersebut bersamaan dengan Santi. Untuk semua koper dan barang-barangnya ia meminta pekerjanya untuk memasukkan ke kamarnya.


mereka semua sempat bingung akan gadis yang dibawa tuannya itu. Namun, mereka hanya mematuhi perintah Dani dan tidak banyak bicara mengenai wanita itu.


Entah kenapa saat Santi melihat rumah yang sangat besar dihadapannya membuat hatinya tidak karuan. Ada sedikit rasa takut yang ada di dalam dirinya sehingga tubuhnya pun ikut bergetar.


"ayo sayang masuk.."


"mas.. Aku takut"


Dani kembali menghentikan langkahnya dan menatap sang istri dengan tatapan yang sejuk.


"kan aku sudah bilang, jangan takut ya.. Ada aku.. Di dalam ada mama dan papaku, jadi ayo kita masuk. Aku akan mengenalkan kamu ke mereka"


Awalnya Santi ragu dan takut untuk ikut masuk ke dalam rumah. Namun Dani kembali menenangkan dirinya agar ikut bersamanya ke dalam. lama berpikir, akhirnya Santi pun menyetujui suaminya itu.


"ayo.."


Dani menggenggam tangan istrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah besar itu. Perlahan, mereka berjalan masuk ke area rumah besar tersebut yang sangat megah. Santi hanya bisa terdiam mengikuti langkah suaminya.


Kemudian, ia mendengar beberapa orang menyambut kedatangan suaminya ini.


"Dani!! selamat kembali sayang.."


"mama.. Papa.."


Saat bersuka cita tersebut tiba-tiba terhenti saat mereka bertiga melihat ada seorang wanita di samping Dani. Dan Dani terus memegangi gadis itu.


"siapa gadis itu Dani?!" pekik Rida pada anaknya.


Suasana yang Santi rasakan benar-benar diluar dugaannya. Hawa menakutkan mulai terasa kembali. Namun tidak bagi Dani, justru ia tersenyum lebar dan dengan bangganya ia memperkenalkan gadis di sampingnya ini dengan penuh senyum.


"ma.. pa.. Kenalkan, ini Santi"


"h-hhalo pa.. Ma.."


Mereka masih terdiam melihat pada gadis itu.


"dan dia adalah istri Dani"


"apa?!!"


Perkataannya sukses membuat kedua orang tuanya itu syok. Bahkan Milly yang mendengarkannya pun ikut terkejut. Pasalnya Dani memperkenalkan gadis asing sebagai istrinya secara mendadak seperti ini.


"apa yang kamu bicarakan Dani! Kamu Nemu dimana gadis ini hah?! Kamu lupa di sini sudah punya calon istri?!" ujar Rida memarahi anaknya itu.


Sementara Santi pun ikut terkejut karena Dani selama ini punya calon istri. Tapi dia sama sekali tidak memberitahu soal itu padanya.


"calon istri? Siapa yang menjadi calon istriku ma? Aku tidak terikat dengan gadis mana pun di sini"


Sikap Dani tersebut membuat Rida marah dan kesal. Namun kali ini Milly yang maju berhadapan dengan Dani.

__ADS_1


"mas Dani lupa ya?! Kitakan sudah dijodohkan dua Minggu yang lalu.. seharusnya mas Dani bisa jaga komitmen itu dong! Bukannya menikah dengan gadis gak jelas kaya dia ini!"


Perkataan Milly seketika membuat Dani memasang wajah tidak suka. Siapa yang tidak kesal jika istrinya dikatai buruk oleh orang yang bukan orang terdekatnya.


"siapa bilang aku menerima perjodohan itu? Aku hanya menerima jika ingin berkenalan denganmu.. aku juga berhak memilih wanita untuk dijadikan istri, dan ini adalah istriku bukan kamu" tegas Dani.


"Dani!! Keterlaluan! Kamu sudah mengecewakan mama Dani!"


"mengecewakan apa ma? mama kan ingin Dani segera menikah.. Dan buktinya Dani bawa istriku ke sini.. Lihatlah, menantu mama juga cantik kan?"


"tapi bukan dia yang mama mau Dani! Mama cuma mau jika Milly yang jadi istrimu!"


"aku tidak bisa ma! Aku juga berhak menentukan hidupku sendiri.. Aku tidak punya perasaan apapun sama Milly"


"persetan dengan perasaan!"


Pandangan Rida jatuh pada gadis di samping Dani yang terus menunduk dan berdiri dibelakang anaknya itu. Melihat wanita muda itu membuat Rida marah dan juga kesal. Karena dialah anaknya berubah.


"kamu!! Berani-beraninya kamu menikah dengan anak saya!!"


"ma! Hentikan!"


Dani berusaha terus membela Santi dan juga melindunginya saat menjadi sasaran amukan mamanya itu.


"mama itu apa-apaan sih?! Seharusnya mama bersikap baik sama Santi karena dia menantu mama!"


"sampai kapanpun mama tidak Sudi menerima dia menjadi menantuku!!"


Teriakan mamanya itu sukses membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Santi sudah lemas sekali karena mendapat berbagai penolakan dari mertuanya sendiri. Suasana indah yang selama ini ia bayangkan telah sirna.


"mama.. Sudah cukup! Tidak boleh berkata seperti itu" ujar papa membela anak dan menantunya.


"oh jadi papa berpihak sama Dani yang membawa gadis yang tidak jelas itu?! Pa.. Apa jadinya kalau orang-orang tahu jika anak kita menikah dengan gadis kaya dia! Apa yang akan kita lakukan?!"


"aku tidak peduli dengan perkataan orang-orang ma.. Walaupun mama tidak menyukai istriku juga tidak peduli. Aku menikahi Santi karena benar-benar akan rasa cinta dan sayang bukan karena paksaan."


acara penyambutan anaknya yang dirancang akan meriah berubah menjadi malapetaka. suasana di sana berubah menjadi perdebatan antara ibu dan anak laki-laki di rumah itu.


"apa? Cinta? Dani apa kamu sudah gila?! Mana anak mama yang penurut kenapa jadi pembangkang seperti ini!"


"ini juga karena mama yang selalu memaksaku menikah.. Jangan salahkan aku jika aku menikah dengan gadis yang aku cintai. Aku juga ingin hidup bahagia sesuai apa yang aku inginkan ma!"


"mas.. Sudah.. Ingat Dia mamamu" lirihnya pada sang suami.


kalo ini Rida benar-benar marah akan sikap Dani yang mulai berubah padanya. Lalu pandangannya kembali jatuh pada Santi. Bahkan ia pun menunjuk dengan tegas pada gadis itu.


"lihat!! Kamu lihat! Ini karena ulahmu.. Dani yang penurut jadi pembangkang karena kamu! Kenapa kamu bisa datang ke kehidupan anakku?! Dasar gadis tidak tahu diri!"


"mama!! Sudah cukup!! Berhenti menghina istriku!!"


Dani juga benar-benar marah akan situasi tersebut dimana mamanya terlalu memojokkan istrinya. Ia bahkan menatap tajam mamanya tanpa rasa takut. kali ini Dani akan mengikuti prinsipnya sendiri, tidak ingin menjadi boneka ibunya terus menerus.


"sudah-sudah jangan ribut.. Dani, kamu pasti cape kan? Kembalilah ke kamar bawa istrimu juga.."


Santi terus menenangkan suaminya agar tidak tersulut emosi. Ia merasakan tubuh suaminya tiba-tiba panas dan bergetar akibat amarah yang ia pendam. Tiba-tiba Dani pun kembali seperti semula dengan hawa tenangnya.

__ADS_1


"ayo sayang, kita masuk ke dalam.. Kamu jangan pikirkan soal mereka ya"


Santi lagi-lagi hanya menjawab dengan anggukan. Ia membawa sang istri menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya. Namun sebelum itu, ia kembali menatap tajam pada ibunya dan juga pada Milly yang sudah berkata yang tidak baik pada istrinya ini. lalu ia pun melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan mereka di bawah.


__ADS_2